Pengertian dari Interest Coverage Ratio

interest coverage ratio

Interest Coverage Ratio adalah rasio hutang dan profitabilitas yang digunakan untuk menentukan seberapa mudah suatu perusahaan dapat membayar bunga pinjamannya.

Rumusnya adalah dengan membagi antara earning perusahaan sebelum bunga dan pajak (EBIT) dengan jumlah bunga pinjaman yang perusahaan harus bayarkan pada periode yang sama.

Secara mendasar, interest coverage ratio mengukur seberapa banyak perusahaan dapat membayar pembayaran bunga pinjamannya saat ini dengan earning yang ada.

Dengan kata lain, hal ini mengukur margin of safety yang dimiliki oleh suatu perusahaan dalam periode tertentu, yang diperlukan oleh perusahaan tersebut untuk bertahan di masa mendatang (dan bisa saja melihat situasi keuangannya di masa mendatang).

Interest Coverage Ratio
Interest Coverage Ratio

Semakin rendah interest coverage ratio suatu perusahaan, makin besar pengeluaran pembayaran hutang yang dapat menguras kesehatan keuangan perusahaan tersebut. Click To Tweet

Saat perusahaan menyentuh interest coverage ratio sebesar 1.5 atau dibawah itu, pengeluaran untuk pembayaran bunga hutang patut dipertanyakan. Baca juga artikel : Analisa Saham Konstruksi BUMN 

Angka 1.5 merupakan batas minimum yang dapat diterima karena makin rendah maka makin tinggi risiko gagal bayarnya. 

Meskipun meminjam dana atau berhutang menyebabkan kewajiban dalam pembayaran bunga, namun hal ini memiliki efek menguntungkan bagi perusahaan melakui pengembangan asset modal berdasarkan analisis cost benefit.

Perusahaan juga haruslah cerdas dalam mengelola pinjaman karena efek suku bunga tadi akan mempengaruhi keuntungan yang didapat.

Nilai rasio interest coverage yang baik akan menunjukkan kondisi perusahaan dan potensinya dalam membayar kewajiban-kewajiban.

Jika anda menyukai artikel ini jangan lupa untuk berlangganan di Youtube Channel Pintar Saham dan nantikan video edukasi tentang saham di channel tersebut. Jangan lupa menyukai Facebook Fan Page Pintar Saham Indonesia dan memfollow Instagram Pintar Saham @pintarsaham.id

Disclaimer :

Penyebutan nama saham  (jika ada) tidak bermaksud untuk memberikan penilaian bagus buruk, ataupun rekomendasi jual beli atau tahan untuk saham tertentu. Tujuan pemberian contoh adalah untuk menunjukkan fakta yang menguatkan opini penulis. Kinerja Masa Lalu tidak menjadi jaminan akan kembali terulang pada masa yang akan datang. Semua data dan hasil pengolahan data diambil dari sumber yang dianggap terpercaya dan diolah dengan usaha terbaik. Meski demikian, penulis tidak menjamin kebenaran sumber data. Data dan hasil pengolahan data dapat berubah sewaktu-waktu tanpa adanya pemberitahuan. Seluruh tulisan, komentar dan tanggapan atas komentar merupakan opini pribadi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

WhatsApp chat