PT Agro Yasa Lestari Tbk (AYLS) tengah menghadapi tantangan kinerja yang signifikan di tahun 2025. Di tengah penurunan pendapatan yang tajam, manajemen Perseroan mengungkapkan bahwa saat ini Pemegang Saham Pengendali (PSP) sedang dalam tahap negosiasi untuk pengambilalihan saham oleh investor baru.
Kabar paling strategis bagi investor adalah adanya rencana perubahan pengendalian. Manajemen AYLS mengonfirmasi bahwa saat ini Pemegang Saham Pengendali tengah melakukan negosiasi untuk pengambilalihan sebagian atau seluruh saham Perseroan. Hal ini sejalan dengan pengumuman yang telah dibuat oleh Calon Pengendali Baru.
Hingga Kuartal III-2025, pendapatan AYLS tercatat hanya sebesar Rp750 juta, turun drastis dibandingkan kinerja tahun 2019 yang mencapai Rp39,3 miliar.
- Perseroan kini hanya fokus menjual produk aspal untuk menghabiskan stok yang ada dengan sistem pembayaran tunai (cash).
- Penjualan produk geosintetik dan bungkil kedelai (SBM & DDGS) telah dihentikan dan tidak akan dilanjutkan.
- Seluruh pendapatan per 30 September 2025 berasal dari dua pihak berelasi (afiliasi), yakni PT Karya Bahana Unigam dan PT Karya Bahana Berlian.
Demi menjaga kelangsungan usaha (going concern) dan efisiensi biaya operasional, AYLS melakukan penghematan ketat:
- Perseroan tidak lagi mencatatkan beban penjualan sejak tahun 2023 karena tidak menggunakan jasa pemasaran pihak ketiga.
- Operasional perusahaan saat ini hanya dijalankan oleh 3 orang karyawan tetap tanpa adanya karyawan tidak tetap. Manajemen memaksimalkan potensi karyawan yang ada untuk menjaga kegiatan usaha.
Investor perlu memperhatikan neraca keuangan Perseroan, khususnya terkait piutang. Tercatat piutang usaha sebesar Rp18,32 miliar telah melewati jatuh tempo lebih dari 90 hari.
- Manajemen telah melakukan penyisihan penurunan nilai piutang sebesar Rp6,89 miliar berdasarkan analisa umur piutang.
- Meski demikian, Perseroan mengaku masih optimis pelanggan akan membayar dan terus melakukan upaya penagihan tanpa menempuh jalur hukum untuk saat ini.
Sebelum rampungnya negosiasi akuisisi, struktur pemegang saham AYLS adalah PT Anugrah Cakrawala Dunia sebesar 69,69% dan Masyarakat sebesar 30,31%. Penerima manfaat akhir (Ultimate Beneficial Owner) saat ini adalah Samuel Dermawan Rusli.
Disclaimer : Seluruh konten yang disajikan oleh PintarSaham.id, baik berupa artikel, video, caption media sosial, maupun materi edukasi lainnya, bersifat informatif dan edukatif. Konten ini bukan merupakan ajakan untuk membeli atau menjual efek tertentu, dan tidak dapat dianggap sebagai rekomendasi investasi. PintarSaham.id dan seluruh timnya tidak bertanggung jawab atas segala keputusan investasi yang dibuat berdasarkan informasi dari konten ini. Keputusan investasi sepenuhnya menjadi tanggung jawab masing-masing individu.
Penasaran saham mana yang lagi cakep secara fundamental & teknikal? Klik di sini biar nggak ketinggalan cuan!