Bakrie Telecom (BTEL) mencatatkan kerugian sebesar Rp50,17 miliar pada semester pertama 2024, meningkat 13 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Meskipun pendapatan usaha melonjak 226 persen menjadi Rp68,55 miliar, berbagai beban seperti beban pokok pendapatan, beban karyawan, dan beban umum serta administrasi juga mengalami peningkatan signifikan. Akibatnya, meskipun laba usaha tercatat sebesar Rp7,10 miliar, beban keuangan yang tinggi menyebabkan kerugian bersih tetap terjadi.
Kerugian ini juga diperparah oleh rugi selisih kurs dan beban lain-lain bersih, yang membengkak menjadi Rp50,37 miliar. Namun, rugi sebelum beban pajak penghasilan tercatat lebih rendah dibandingkan tahun lalu, yakni Rp43,26 miliar. Sementara itu, defisiensi modal dan defisit BTEL terus meningkat, mencapai Rp5,92 triliun dan Rp18,95 triliun masing-masing.
Total liabilitas perusahaan meningkat menjadi Rp5,98 triliun, sedangkan jumlah asetnya turun menjadi Rp59,58 miliar. Meski ada perbaikan dalam pendapatan dan laba usaha, beban keuangan yang tinggi dan berbagai beban lainnya tetap membebani kinerja BTEL secara keseluruhan.


