Menyaring Noise, Memberi Insight.

Dapatkan watchlist, analisis, dan insight harian terstruktur di PintarSaham.

HomePengumuman EmitenKinerja Keuangan TPIA di 2022

Kinerja Keuangan TPIA di 2022

Kinerja Keuangan TPIA di 2022

Pada tanggal 31 Maret 2023, PT Chandra Asri Petrochemical Tbk (IDX: TPIA) menerbitkan laporan keuangan konsolidasian yang telah diaudit untuk tahun 2022.

Direktur Perseroan, Suryandi, menyampaikan:

“Tahun 2022 adalah tahun yang sangat menantang bagi industri petrokimia. Lingkungan ekonomi makro global dan arus perdagangan dipengaruhi oleh gangguan pasokan dan permintaan yang belum pernah diperkirakan sebelumnya, mengingat lockdown yang berkepanjangan di China, lingkungan inflasi dengan suku bunga yang meningkat pesat, dan perang Rusia-Ukraina yang sedang berlangsung.

Harga minyak yang tinggi, dan permintaan produk yang rendah, menyebabkan marjin petrokimia tergerus. Terlepas dari kondisi pasar yang menantang, Perseroan membukukan Pendapatan Bersih sebesar US$2.385 juta, hanya turun tipis sebesar 7,6% dari periode yang sama tahun lalu.

Perseroan berhasil mencapai breakeven secara kas dengan Earnings Before Interest, Tax, Depreciation and Amortization (EBITDA) sebesar positif US$5,3 juta, yang merupakan kinerja yang jauh lebih kuat daripada perusahaan sejenis di industri yang sama, didukung posisi terdepan kami di pasar.

Rugi Bersih Setelah Pajak untuk tahun berjalan adalah US$149,4 juta.

Untuk mengatasi volatilitas yang sedang berlangsung, Perseroan terus mempertahankan kebijakan keuangan dengan prinsip kehati-hatian, serta mempertahankan posisi neraca yang kuat, dengan liquidity pool sebesar US$2.673,9 juta yang terdiri dari kas dan setara kas US$1.404,0 juta, surat berharga senilai US$876,4 juta, dan fasilitas committed revolving credit yang masih tersedia untuk dapat digunakan sebesar US$393,5 juta.

Perseroan membuat langkah luar biasa di bidang ESG

Perseroan meluncurkan ESG Roadmap Framework yang holistik untuk mendukung upaya-upaya ESG kolektif Perseroan. Kami juga meraih peringkat Top 1 Persentil teratas di antara perusahaan sejenis di industri yang sama dari Sustainalytics, lembaga pemeringkat dan penelitian ESG global.

Pada tanggal 30 Desember 2022, Perseroan menandatangani Conditional Share and Purchase Agreement (CSPA) dengan Krakatau Steel untuk mengakuisisi 70% saham di Krakatau Daya Listrik (PT KDL, bisnis listrik) dan 49% saham di Krakatau Tirta Industri (PT KTI, bisnis air).

Transaksi ini berhasil dilaksanakan pada tanggal 27 Februari 2023, setelah mendapat persetujuan dari para pemegang saham dan pemenuhan beberapa syarat dan ketentuan.

Ekspansi ini semakin meningkatkan fundamental model bisnis Chandra Asri dan membuka banyak sinergi yang menarik.

Ini memungkinkan diversifikasi dan perluasan basis pendapatan Perseroan, menjadi aset utilitas infrastruktur, dan memperkuat kemampuan strategis Chandra Asri di pasar inti kami.

Hal ini sepenuhnya selaras dengan rencana ekspansi yang telah kami siapkan untuk kompleks petrokimia kedua Chandra Asri yang berskala global (CAP2).

Kami berkomitmen untuk terus tumbuh dan berkembang guna melayani pelanggan kami di pasar Indonesia yang menarik.”

IKHTISAR KEUANGAN FY 2022:

  • Pendapatan Bersih menurun sebesar 7,6% YoY menjadi US$2.384,6 juta dari US$2.580,4 juta pada FY 2021 yang dipengaruhi oleh gangguan pasokan dan permintaan eksternal yang menyebabkan penurunan volume penjualan secara keseluruhan untuk tahun 2022.
  •  Beban Pokok Pendapatan meningkat sebesar 7,6% YoY menjadi US$2.395,5 juta dari US$2.235,4 juta pada FY 2021 terutama disebabkan oleh harga bahan baku rata-rata yang lebih tinggi di tahun 2022 dimana Napththa menyentuh angka US$814/T untuk dibandingkan dengan rata-rata FY 2021 di level US$659/T. Hal ini dipicu oleh kenaikan harga minyak mentah Brent sebesar 40% selama FY 2022 menjadi rata-rata US$99/bbl dibandingkan dengan rata-rata US$71/bbl pada FY 2021.
  • Terlepas dari EBITDA positif sebesar US$5,3 juta, yang jauh berada di atas perusahaan sejenis, Perseroan mencatat Rugi Bersih Setelah Pajak FY 2022 sebesar US$149,4 juta.

Sumber : Keterbukaan informasi IDX

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here