Menyaring Noise, Memberi Insight.

Dapatkan watchlist, analisis, dan insight harian terstruktur di PintarSaham.

HomeInsightPendapatan Anjlok 76%, YELO Geser Fokus Bisnis ke Jasa Internet Fiber Optik

Pendapatan Anjlok 76%, YELO Geser Fokus Bisnis ke Jasa Internet Fiber Optik

PT Yelooo Integra Datanet Tbk (YELO) tengah menghadapi tantangan berat dalam kinerja keuangannya. Berdasarkan laporan keuangan periode 30 September 2025, YELO mencatatkan kerugian bersih sebesar Rp209 juta.

Tekanan pada bottom line ini sejalan dengan penurunan pendapatan yang sangat signifikan. Pendapatan Perseroan merosot tajam sebesar 76% menjadi Rp53 miliar, dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya yang mencapai Rp257 miliar.

Manajemen YELO menjelaskan bahwa anjloknya pendapatan terutama disebabkan oleh lesunya bisnis penjualan pulsa dan paket data yang dijalankan entitas anak, PT Abdi Harapan Unggul. Bisnis ini tergerus oleh dua faktor utama:

  1. Perang Harga: Persaingan harga yang ketat dengan kompetitor.
  2. Perubahan Perilaku Konsumen: Masyarakat kini cenderung membeli pulsa secara langsung melalui aplikasi digital, mengurangi ketergantungan pada distributor konvensional.

Selain itu, penurunan daya beli masyarakat dan perlambatan ekonomi global turut menekan omzet perusahaan.

Menyadari bisnis pulsa yang kian jenuh, YELO kini mengubah haluan strategi bisnisnya. Perseroan mulai fokus mengembangkan bisnis jasa penyedia layanan internet (ISP) dan jaringan fiber optik melalui akuisisi PT Komunikasi Professional Indonesia (KPI).

Manajemen memproyeksikan sektor telekomunikasi dan internet memiliki prospek cerah seiring perkembangan teknologi digital. Ke depannya, bisnis ISP ini diharapkan menjadi tulang punggung pendapatan utama Perseroan menggantikan bisnis penjualan pulsa.

Rencana 2026 dan Pendanaan 

Untuk menopang transisi bisnis ini, YELO menyiapkan belanja modal (Capex) guna pembangunan jaringan fiber optik. Sumber dana untuk modal kerja dan ekspansi ini sepenuhnya akan menggunakan kas internal perusahaan.

Meski demikian, investor perlu mencermati bahwa hingga saat ini belum ada kontrak baru yang signifikan yang diperoleh Perseroan. Rencana strategis mendetail untuk tahun 2026 juga masih dalam tahap diskusi internal manajemen.

Saat ini, YELO memastikan tidak ada kendala hukum yang dihadapi oleh perusahaan maupun jajaran manajemen yang dapat mengganggu operasional.

Disclaimer : Seluruh konten yang disajikan oleh PintarSaham.id, baik berupa artikel, video, caption media sosial, maupun materi edukasi lainnya, bersifat informatif dan edukatif. Konten ini bukan merupakan ajakan untuk membeli atau menjual efek tertentu, dan tidak dapat dianggap sebagai rekomendasi investasi. PintarSaham.id dan seluruh timnya tidak bertanggung jawab atas segala keputusan investasi yang dibuat berdasarkan informasi dari konten ini. Keputusan investasi sepenuhnya menjadi tanggung jawab masing-masing individu. Penasaran saham mana yang lagi cakep secara fundamental & teknikal? Klik di sini biar nggak ketinggalan cuan!

https://bit.ly/pintarsahamid

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here