- SUNI membangun pabrik kedua karena kapasitas sudah penuh dan permintaan OCTG meningkat seiring dorongan pemerintah untuk peningkatan lifting minyak.
- Penjualan tetap tumbuh meski pabrik 2 belum beroperasi, didorong oleh tingginya aktivitas eksplorasi migas dan kebutuhan domestik yang tinggi.
- Beban terbesar perusahaan adalah bahan baku (50–55%), diikuti oleh energi dan tenaga kerja, namun efisiensi operasional tetap terjaga.
- CAPEX untuk pabrik 2 sebesar Rp452 miliar, dengan alokasi terbesar pada bangunan dan mesin, ditargetkan selesai akhir 2025.
- SUNI dominan di pasar tubing (60–70% market share), dan membuka peluang diversifikasi produk termasuk ekspor dan industri geothermal di masa depan.
Lagi cari saham yang prospeknya oke dan gak cuma “katanya”? Coba cek ini deh.