- Belanja modal tahun 2025 difokuskan untuk pemeliharaan mesin pengolahan kelapa sawit, dengan anggaran sekitar USD 3 juta, lebih kecil dari tahun sebelumnya karena turnaround sudah dilakukan pada 2023.
- Perang Israel-Iran tidak berdampak signifikan terhadap kinerja karena seluruh produk dijual untuk pasar domestik; namun harga tetap mengacu pasar global sehingga tetap terpengaruh fluktuasi harga CPO.
- Proyeksi pasar CPO tahun 2025 masih positif meski produksi menurun karena cuaca, Perusahaan berharap kenaikan harga dan permintaan ekspor bisa menopang kinerja.
- Posisi utang dan hubungan dengan perbankan terjaga baik; rasio keuangan tetap dipantau agar perusahaan bisa melunasi kewajiban sesuai jadwal.
- Perusahaan tidak berencana mengembangkan produk untuk energi terbarukan, karena saat ini fokus pada produksi bahan pangan (food grade) untuk mendukung program ketahanan pangan pemerintah.
Mau belajar cara pilih saham yang sehat & potensial secara teknikal dan fundamental? Mulai dari sini!