PT Mandiri Herindo Adiperkasa Tbk (MAHA) mengumumkan rencana aksi korporasi besar di tengah kondisi pasar yang berfluktuasi. Perusahaan jasa pertambangan ini berencana melakukan pembelian kembali saham (share buyback) yang telah beredar di publik.
Untuk memuluskan aksi ini, MAHA telah menyiapkan dana maksimal sebesar Rp 153.681.785.824 (sekitar Rp 153,68 miliar).
Jadwal dan Mekanisme Aksi
Berdasarkan keterbukaan informasi yang dirilis pada 23 Oktober 2025, periode pembelian kembali saham ini akan dimulai pada 23 Oktober 2025.
Pelaksanaan buyback ini merujuk pada Surat Edaran OJK (No. S-102/D.04/2025) dan akan dilaksanakan dalam jangka waktu 6 (enam) bulan setelah surat tersebut terbit pada 17 September 2025. Proses pembelian kembali saham akan dieksekusi melalui transaksi di Bursa Efek Indonesia (BEI).
Dampak Terhadap Keuangan (Penting untuk Investor)
Manajemen MAHA memberikan beberapa poin penting terkait dampak aksi korporasi ini bagi keuangan perusahaan:
- Sumber Dana: Aksi buyback ini tidak akan mengganggu kas operasional. Dana yang digunakan murni berasal dari dana internal perusahaan, yang bersumber dari laba ditahan.
- Tidak Ganggu Pendapatan: Pelaksanaan buyback dipastikan tidak akan mengakibatkan penurunan pendapatan perusahaan.
- Aman untuk Biaya: Aksi ini juga tidak memberikan dampak atas biaya pembiayaan perseroan.
- Laba per Saham (EPS): Perusahaan meyakini buyback ini tidak akan berdampak material terhadap proforma laba per saham (EPS), karena tidak berhubungan langsung dengan kegiatan operasional.
Tujuan Aksi Korporasi
Langkah strategis ini diambil MAHA dengan dua tujuan utama:
- Meningkatkan Kepercayaan: Buyback ini diharapkan dapat meningkatkan keyakinan investor terhadap nilai fundamental perusahaan.
- Fleksibilitas Modal: Memberikan fleksibilitas bagi perusahaan dalam pengelolaan modal jangka panjang. Saham hasil buyback (saham treasuri) ini dapat dijual kembali di masa depan jika perusahaan memerlukan tambahan modal.
Disclaimer : Seluruh konten yang disajikan oleh PintarSaham.id, baik berupa artikel, video, caption media sosial, maupun materi edukasi lainnya, bersifat informatif dan edukatif. Konten ini bukan merupakan ajakan untuk membeli atau menjual efek tertentu, dan tidak dapat dianggap sebagai rekomendasi investasi. PintarSaham.id dan seluruh timnya tidak bertanggung jawab atas segala keputusan investasi yang dibuat berdasarkan informasi dari konten ini. Keputusan investasi sepenuhnya menjadi tanggung jawab masing-masing individu.
Penasaran saham mana yang lagi cakep secara fundamental & teknikal? Klik di sini biar nggak ketinggalan cuan!