Friday, April 17, 2026
No menu items!
Google search engine
HomeInsightParade IPO Juni 2025

Parade IPO Juni 2025

Pasar modal Indonesia lagi-lagi dibikin ramai menjelang semester dua 2025. Kali ini bukan karena euforia bank digital atau saham gorengan, tapi karena antrean perusahaan yang mau IPO sampai numpuk. Dalam kurun waktu kurang dari satu bulan, dari akhir Juni sampai awal Juli 2025, ada delapan perusahaan yang masuk ke pipeline IPO dan semuanya menargetkan pencatatan di BEI antara tanggal 8 sampai 10 Juli 2025.

Ini bukan kebetulan, tapi hasil dari strategi yang cukup rapi, dengan motivasi utama seperti ekspansi cepat, branding instan, dan penggalangan dana besar di tengah momentum makro yang lagi pas. Tapi bukan cuma dari sisi emiten, keseruan juga datang dari siapa saja di balik layar yaitu para underwriter dan strategi penawaran yang mereka jalankan.


Dimulai dari yang paling jumbo, PT Chandra Daya Investasi Tbk atau CDIA  adalah anak usaha langsung dari TPIA dan bagian dari Grup Barito. IPO ini tergolong mega deal dengan target nyaris Rp2,4 triliun.

Dana ini akan dipakai Rp871 miliar buat beli tujuh kapal logistik lewat anak usaha PT Chandra Shipping International dan sisanya Rp1,5 triliun buat bangun pelabuhan dan tangki penyimpanan ethylene di anak usaha lainnya yaitu PT Chandra Samudera Port. CDIA bukan pemain baru dan strategi IPO mereka juga bukan sekadar cari modal tapi mempercepat proyek hilirisasi energi yang digadang gadang pemerintah.

Menariknya CDIA ini bukan cuma didukung satu atau dua sekuritas tapi sampai enam sekaligus yaitu BCA Sekuritas, Trimegah Sekuritas, OCBC Sekuritas, Henan Putihrai, DBS Vickers, dan BNI Sekuritas. Konfigurasi seperti ini biasanya hanya muncul kalau target dana besar dan emiten punya reputasi kuat karena distribusi risiko dijaga benar benar rapi.


Di bawahnya ada PSAT  atau Pancaran Samudera Transport, pemain lama di bisnis pelayaran tug dan barge yang sekarang mau naik kelas ke bulk carrier. PSAT menawarkan maksimal 222 juta saham di harga 850 sampai 900 dan menargetkan dana sekitar Rp200 miliar.

Sebesar 87 persen dari dana itu sudah diplot buat beli dua kapal baru dari afiliasinya. Underwriternya Trimegah Sekuritas yang dalam setahun terakhir rajin muncul di IPO transportasi dan logistik. Trimegah juga pernah membawa IPO seperti BIRD atau Blue Bird dan belakangan sukses menangani IPO logistik lainnya. Jadi bukan pilihan acak dalam hal sekuritas.

Sektor kesehatan juga tidak mau ketinggalan. PT Diastika Biotekindo Tbk atau CHEK masuk ke pipeline IPO dengan positioning sebagai penyedia alat kesehatan terutama yang berhubungan dengan proyek Kemenkes seperti SIHREN dan SOPHI. Dana yang dikumpulkan sekitar Rp114 miliar dan semuanya atau 100 persen dipakai buat modal kerja proyek Kemenkes.

Jadi bukan untuk bayar utang dan bukan juga buat akuisisi yang tidak jelas. CHEK ini menunjuk Lotus Andalan Sekuritas sebagai underwriter sama dengan yang dipakai MERI atau Merry Riana Edukasi. Lotus memang punya rekam jejak kuat di IPO saham syariah dan sektor kesehatan dan biasanya cocok buat emiten yang tidak terlalu besar tapi butuh jangkauan investor ritel loyal. 

Lanjut ke COIN yang paling unik karena satu satunya perusahaan berbasis kripto yang mau IPO. COIN adalah induk dari Crypto Futures Exchange atau CFX dan PT Kustodian Koin Indonesia atau ICC yang kalau digabung fungsinya seperti bursa derivatif dan kustodian aset digital. Target dananya Rp231 miliar dengan harga saham di kisaran 100 sampai 105.

Karena bisnisnya menyentuh wilayah sensitif yaitu kripto proses due diligence ke OJK dan BEI relatif lebih ketat. Underwriternya adalah Ciptadana Sekuritas Asia yang pernah sukses membawa ADMR terbang lebih dari 1500 persen sejak IPO. Jadi pilihan COIN ke Ciptadana bukan soal biaya murah tapi soal positioning dan rekam jejak di saham saham non tradisional.

Yang tidak kalah menarik adalah BLOG atau Trimitra Trans Persada perusahaan logistik rantai dingin yang masuk lewat underwriter BCA Sekuritas. Dana IPO dipakai buat bangun tiga gudang cold storage di Tangerang, Pontianak, dan Makassar serta beli 75 sampai 100 unit truk berpendingin.

Strateginya cukup cerdas karena BLOG masuk di momentum pas ketika logistik makanan segar dan farmasi lagi naik daun. Kalau dimainkan di waktu yang tepat ini bisa jadi calon sleeper hit dari IPO 2025. 


Sisanya ada PMUI atau Prima Multi Usaha Indonesia, MERI atau Merry Riana Edukasi, dan ASPR atau Asia Pramulia. Ketiganya emiten skala kecil sampai menengah dengan target dana Rp40 sampai Rp60 miliar dan positioning mereka lebih ke segmen khusus seperti edukasi digital, konsultasi, serta kemasan plastik.

PMUI menunjuk Korea Investment Sekuritas, MERI pakai Lotus, dan ASPR digandeng oleh NH Korindo Sekuritas. Dari sisi penggunaan dana mayoritas dialokasikan untuk ekspansi lokasi atau marketing bukan buat belanja besar besaran. Ini biasa ditemui di IPO dengan nilai kecil yang tujuannya lebih ke visibility dan pendanaan operasional.

Yang menarik lagi adalah soal jadwal. Rata rata jeda waktu antara penawaran umum dan pencatatan di BEI sekitar 13 sampai 15 hari. CDIA, PSAT, dan PMUI semuanya listing pada 8 Juli. BLOG, MERI, dan COIN menyusul pada 9 Juli. Lalu CHEK terakhir pada 10 Juli. Jeda ini umumnya dipakai buat proses penjatahan, validasi dokumen, dan distribusi saham elektronik.

Tapi risiko juga muncul di sini karena kalau dalam periode tersebut terjadi sentimen negatif pasar harga IPO bisa langsung tertekan pada hari pencatatan. COIN dan MERI adalah dua yang paling rawan karena sektor mereka yaitu kripto dan edukasi cukup sensitif terhadap gejolak makro.

Kalau ditarik benang merahnya gelombang IPO ini bukan cuma ramai karena jumlahnya tapi juga karena pola. Banyak emiten yang masuk dari sektor logistik, kesehatan, dan teknologi berbasis syariah. Banyak juga yang ambil strategi listing awal Juli secara bersamaan seolah olah rebutan spotlight.

Dari sisi investor ini perlu strategi jeli untuk memilah mana IPO yang pakai dana untuk ekspansi yang jelas dan mana yang cuma cari modal buat biaya operasional. Pilih underwriter yang punya rekam jejak membawa saham IPO naik stabil bukan yang hanya naik ARA di hari pertama lalu anjlok setelahnya.

IPO musim Juni sampai Juli 2025 adalah ajang pertarungan kredibilitas antara emiten, underwriter, dan investor. Siapa yang riset paling dalam dia yang akan selamat dan mungkin cuan paling besar.

Lagi cari saham yang prospeknya oke dan gak cuma “katanya”? Coba cek ini deh.

https://bit.ly/pintarsahamid

RELATED ARTICLES

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisment -
Google search engine

Latest Post

Most Popular

- Advertisment -
Google search engine

Most Popular

Recent Comments