Menyaring Noise, Memberi Insight.

Dapatkan watchlist, analisis, dan insight harian terstruktur di PintarSaham.

HomeInsightPANI Down 40% YTD

PANI Down 40% YTD

Kalau awal 2025 beli PANI Rp100 juta, sekarang cuma sisa Rp60 juta. Floating loss pedih, dan ternyata saham konglomerat pun tak luput dari pembantaian IHSG. Bluechip? Konglomerat? Semua dihajar market tanpa ampun. Dalam kondisi begini, yang bisa menyelamatkan investor hanyalah kesabaran dan strategi yang tepat.

Saya pribadi lebih memilih saham dengan dividend yield >10%, biar kalau nyangkut, setidaknya tetap ada pemasukan. Saat market bearish, penting memilah saham: yang layak dipertahankan harus cetak laba, cashflow positif, utang minim, dan rajin bagi dividen. Sebaliknya, saham yang rugi terus, cashflow berdarah, utang seabrek, dan valuasi kemahalan? Mending cabut.

PANI masuk kategori mana? Tinggal cek sendiri. Yang jelas, saat market seperti ini, bahkan bandar pun enggan goreng saham. Mereka takut jadi exit liquidity investor ritel. Jadi, strategi terbaik? Cicil saham yang diyakini, cutloss yang tidak. Market pasti rebound, tapi kapan? Tidak ada yang tahu.

Jangan lewatkan kesempatan ini—klik link berikut sekarang dan raih keuntungan lebih maksimal! https://bit.ly/PriorityMemberships

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here