PT Nippon Indosari Corpindo Tbk (ROTI) secara resmi mengumumkan rencana ekspansi bisnis strategis ke sektor industri ransum pakan hewan. Langkah ini diawali dengan publikasi keterbukaan informasi mengenai rencana Penambahan Kegiatan Usaha ROTI yang diterbitkan pada akhir Februari 2026. Melalui inisiatif ini, produsen roti merek Sari Roti tersebut bertujuan untuk meningkatkan nilai tambah dari sisa proses produksi guna memperkuat kinerja keuangan perseroan.
Rencana pengembangan ini berfokus pada pengolahan produk sisa atau produk yang tidak memenuhi kriteria penjualan menjadi tepung pakan ternak. Dengan memanfaatkan investasi pada pabrik ransum pakan hewan, perseroan berkomitmen mengelola seluruh proses produksi secara mandiri dengan dukungan tenaga kerja ahli yang kompeten.
Analisis Pasar dan Kelayakan Penambahan Kegiatan Usaha ROTI
Berdasarkan studi kelayakan yang dilakukan oleh Kantor Jasa Penilai Publik (KJPP) Rengganis, Hamid & Rekan, rencana ini dinilai sangat prospektif secara pasar. Permintaan pakan ternak di Indonesia diprediksi terus meningkat seiring dengan pertumbuhan populasi ayam petelur yang mencapai angka 7% per tahun. Implementasi program Makan Bergizi Gratis (MBG) juga diproyeksikan menjadi katalis positif yang mendorong permintaan telur dan daging ayam sebesar 2% hingga 3% setiap tahunnya.
Perseroan melihat peluang besar dari kebijakan swasembada pakan pemerintah yang mendorong penggunaan bahan baku lokal melalui berbagai insentif. Produksi pakan nasional sendiri diperkirakan akan menyentuh angka 22,8 juta ton pada tahun 2026, yang memberikan ruang bagi perseroan untuk masuk sebagai penyedia bahan baku protein nabati.
Secara teknis, perseroan telah memiliki kesiapan fasilitas dan sumber daya manusia yang memadai untuk menjalankan lini bisnis baru ini. Keberlanjutan operasional juga terjamin karena pasokan bahan baku utama berasal langsung dari sisa hasil produksi roti internal yang terintegrasi. Pola bisnis ini memungkinkan terciptanya ekosistem produksi minim limbah yang memperpanjang siklus pemanfaatan produk secara berkelanjutan.
Kelayakan Keuangan dan Operasional Penambahan Kegiatan Usaha ROTI
Aspek finansial menunjukkan parameter yang kuat dengan nilai Net Present Value (NPV) mencapai Rp55,50 miliar. Indikator tingkat pengembalian internal atau Internal Rate of Return (IRR) tercatat sebesar 26,44%, jauh di atas ambang batas kelayakan yang ditetapkan. Selain itu, angka Benefit Cost Ratio (BCR) sebesar 2,52 menunjukkan bahwa proyek ini memberikan manfaat ekonomi yang signifikan bagi perseroan.
Estimasi periode pengembalian modal atau payback period diproyeksikan tercapai dalam jangka waktu 5 tahun 7 bulan. Manajemen menilai bahwa pengalaman panjang dalam mengelola pabrikasi dan distribusi skala nasional menjadi modal kuat dalam mengelola bisnis tepung pakan ternak. Struktur organisasi yang telah ada akan diintegrasikan untuk memastikan pengawasan operasional berjalan efektif tanpa tumpang tindih tanggung jawab.
Jadwal Pelaksanaan RUPSLB dan Persetujuan Pemegang Saham
Untuk merealisasikan rencana ekspansi ini, perseroan akan meminta persetujuan dari para pemegang saham melalui Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB). Sesuai dengan ketentuan POJK 17/2020, perubahan kegiatan usaha harus mendapatkan mandat resmi dalam rapat tersebut. Perseroan telah menetapkan jadwal penting bagi investor yang ingin berpartisipasi dalam pengambilan keputusan strategis ini.
Pengumuman RUPSLB telah dilakukan pada 27 Februari 2026, sementara tanggal pencatatan daftar pemegang saham (recording date) dijadwalkan pada 13 Maret 2026. Panggilan resmi untuk rapat tersebut akan disampaikan pada 16 Maret 2026. Pelaksanaan RUPSLB sendiri diagendakan berlangsung pada tanggal 07 April 2026, diikuti dengan pengumuman hasilnya pada 09 April 2026.
Investor disarankan untuk memahami mekanisme tata kelola ini sebagai bagian dari pengelolaan portofolio yang sehat. Strategi ini sejalan dengan upaya menjaga fundamental perusahaan di tengah dinamika pasar. Penjelasan lebih mendalam mengenai pengelolaan aset saham dapat dibaca pada ulasan.
Poin Penting bagi Investor
- Diversifikasi Produk: ROTI merambah industri pakan hewan (KBLI 10801) untuk mengolah sisa produksi menjadi tepung pakan ternak.
- Efisiensi Biaya: Pemanfaatan barang usang dan gagal produksi diharapkan mengurangi kerugian dan meningkatkan margin laba.
- Parameter Finansial Kuat: Proyeksi IRR sebesar 26,44% dan NPV positif senilai Rp55,50 miliar menandakan proyek layak secara ekonomi.
- Katalis Makro: Program Makan Bergizi Gratis dan pertumbuhan industri unggas nasional mendukung penyerapan produk pakan baru ini.
- Persetujuan RUPSLB: Kepastian ekspansi ini bergantung pada hasil pemungutan suara pemegang saham pada 07 April 2026.
Profil Singkat Perusahaan
PT Nippon Indosari Corpindo Tbk merupakan perusahaan yang bergerak di bidang industri produk roti dan kue dengan merek dagang utama Sari Roti. Berkedudukan di Bekasi, Jawa Barat, perseroan mengoperasikan fasilitas produksi modern yang tersebar di berbagai wilayah di Indonesia. Selain roti, perseroan juga menjalankan usaha di bidang perdagangan besar susu serta industri cokelat dan kembang gula.
Link Sumber: Laporan Informasi dan Fakta Material Penambahan Kegiatan Usaha ROTI
Baca juga: ROTI 4Q25 Meraih Laba Rp122 Miliar, Melesat 877% QoQ
Baca juga: Strategi Manajemen Risiko Saham untuk Menjaga Keberlangsungan Modal Investasi
Disclaimer: Seluruh konten yang disajikan oleh PintarSaham.id, baik berupa artikel, video, caption media sosial, maupun materi edukasi lainnya, bersifat informatif dan edukatif. Konten ini bukan merupakan ajakan untuk membeli atau menjual efek tertentu, dan tidak dapat dianggap sebagai rekomendasi investasi. PintarSaham.id dan seluruh timnya tidak bertanggung jawab atas segala keputusan investasi yang dibuat berdasarkan informasi dari konten ini. Keputusan investasi sepenuhnya menjadi tanggung jawab masing-masing individu.
Penasaran saham mana yang lagi cakep secara fundamental & teknikal? Klik di sini biar nggak ketinggalan cuan!


