Friday, April 17, 2026
No menu items!
Google search engine
HomeInsightNELY Direktur Jual Pucuk

NELY Direktur Jual Pucuk

Frediyanto Parlindungan adalah sosok eksekutif senior yang perjalanan kariernya cukup panjang dan konsisten. Lahir di Sibolga tahun 1962, ia menempuh pendidikan akuntansi di Universitas Tarumanagara dan lulus pada 1986. Dari awal, jalur kariernya sudah erat dengan dunia angka. Ia memulai di Johan Malonda Mustika & Rekan sebagai auditor senior, kemudian melangkah ke PT Timur Djaja Group sebagai finance manager, pindah ke Rolimex Corp (bagian dari Sinar Mas Group) sebagai accounting & finance manager, lalu terakhir di Panca Usaha Palopo Plywood sebelum akhirnya berlabuh ke NELY tahun 1997.

Sejak itu ia konsisten duduk di jajaran direksi, dari 1997 sampai 2014 sebagai direktur, lalu setelah RUPS 2014 diangkat menjadi direktur independen, posisi yang masih ia pegang hingga hari ini. Ia juga sempat menjabat komisaris di anak usaha NELY, PT Permata Barito Shipyard & Engineering pada 2014–2015, menunjukkan bahwa perannya tidak hanya administratif tetapi juga terlibat dalam bisnis operasional galangan kapal.

Sebagai direktur independen, ia bekerja bersama jajaran lain seperti Cynthia Sunarko yang pernah menjabat direktur utama, Tjauw Yani, dan Eugene Sunarko. Meskipun kepemilikan sahamnya kecil, sekitar 0,3%, keberadaannya penting karena selain menjaga tata kelola perusahaan, ia juga ikut menanggung risiko pasar layaknya investor biasa. Bedanya, Frediyanto tidak hanya duduk di kursi manajemen tetapi juga aktif melakukan jual beli saham perusahaannya sendiri, sesuatu yang menunjukkan ia punya keyakinan terhadap NELY sekaligus naluri investor yang cukup tajam.

Catatan publik memperlihatkan bahwa ia melakukan pembelian besar pada Maret 2023 sebanyak 2,28 juta lembar di harga Rp264–302, atau rata-rata Rp283 per saham. Dengan aksi itu, kepemilikannya naik menjadi 7,84 juta lembar. Beberapa bulan kemudian, Agustus 2023, ia melepas sebagian yaitu 950 ribu lembar di harga Rp570–660, dengan rata-rata Rp615. Dari transaksi ini saja, modal sekitar Rp269 juta berubah menjadi Rp584 juta sehingga ia mencetak profit realisasi Rp315 juta. Setelah penjualan, kepemilikannya berkurang menjadi 7,11 juta lembar dan bertahan sampai akhir Oktober 2024.

Dengan harga NELY per 9 September 2025 di Rp350, valuasi kepemilikannya sekarang sekitar Rp2,49 miliar untuk 7,11 juta lembar saham. Bila ditarik dari asumsi modal rata-rata, hasilnya cukup menarik. Dari pembelian tambahan Maret 2023, ia masih menyimpan 1,33 juta lembar dengan modal Rp378 juta.

Nilainya sekarang Rp467 juta, memberi gain Rp89 juta. Ditambah profit realisasi Rp315 juta dari penjualan 2023, total cuan dari aksi beli-jual tambahan ini Rp404 juta. Lalu kepemilikan awalnya 5,55 juta lembar, yang kalau diasumsikan diperoleh di harga rata-rata Rp200 per saham, modalnya Rp1,11 miliar. Dengan harga pasar sekarang Rp1,94 miliar, ada potensi gain Rp830 juta. Maka seluruh keuntungan (realisasi plus potensi) bisa mencapai sekitar Rp1,234 miliar.

Tentu angka itu bergantung pada asumsi harga perolehan awal. Jika ia mendapat saham lebih murah, misalnya Rp100 atau Rp150, potensi keuntungan jauh lebih besar. Namun meski pakai asumsi konservatif Rp200, total cuan tetap di atas Rp1 miliar. Jadi dari sisi kronologis, perjalanan Frediyanto bisa dibaca utuh yaitu dari akuntan menjadi direktur, konsisten lebih dari dua dekade di NELY, dan sebagai investor yang tidak hanya menyimpan tetapi juga tahu momentum jual beli.

Di usia 62 tahun, langkah ini terlihat wajar sebagai strategi mengamankan hasil kerja panjangnya sekaligus menyiapkan masa pensiun. Profit ratusan juta yang sudah direalisasi ditambah potensi keuntungan miliaran yang masih ada di atas kertas menjadi bukti bahwa ia menikmati hasil ganda, baik dari posisi manajemen maupun dari investasinya langsung di saham NELY.

Disclaimer : Seluruh konten yang disajikan oleh PintarSaham.id, baik berupa artikel, video, caption media sosial, maupun materi edukasi lainnya, bersifat informatif dan edukatif. Konten ini bukan merupakan ajakan untuk membeli atau menjual efek tertentu, dan tidak dapat dianggap sebagai rekomendasi investasi. PintarSaham.id dan seluruh timnya tidak bertanggung jawab atas segala keputusan investasi yang dibuat berdasarkan informasi dari konten ini. Keputusan investasi sepenuhnya menjadi tanggung jawab masing-masing individu.

Penasaran saham mana yang lagi cakep secara fundamental & teknikal? Klik di sini biar nggak ketinggalan cuan!

https://bit.ly/pintarsahamid

RELATED ARTICLES

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisment -
Google search engine

Latest Post

Most Popular

- Advertisment -
Google search engine

Most Popular

Recent Comments