ININEn +62831-1918-1386 Mon - Fri 10:00-18:00s +62831-1918-1386
Info@pintarsaham.id
Sertifikat International
CFP@ | Certificate Financial Planner
Team Berpengalaman
Lebih dari 5 tahun
Kontak Kami

Dalam pembahasan kali ini, Pintarsaham akan menjelaskan cara nabung saham untuk pemula dengan mudah.

"Cara

Bagi pemula mungkin masih banyak bingung bagaimana strategi yang bagus dan mudah dilakukan dalam investasi saham. Ada banyak strategi yang dapat dipilih dalam berinvestasi saham namun satu yang menurut Pintarsaham cukup mudah dilakukan yaitu strategi yuk nabung saham.

Program Yuk Nabung Saham ini secara resmi diluncurkan pada tanggal 12 November 2015. Konsep kampanye membeli kemudian menyimpan saham ini dibuat dengan tujuan meningkatkan kesadaran masyarakat tentang pasar modal Indonesia khususnya instrumen saham. Masyarakat umum diajak menjadi investor saham dengan cara rutin membeli saham.

Adapun langkah-langkah utama untuk memulai nabung saham ini adalah yaitu:
1. Membuat rekening efek calon nasabah. Calon investor hanya perlu memilih salah satu sekuritas yang terdaftar menjadi anggota bursa. Pembuatannya juga mudah dan sekarang serba online.
2. Setelah menghubungi pihak sekuritas maka calon investor selanjutnya harus melengkapi dokumen-dokumen seperti fotocopy KTP, fotocopy NPWP, fotocopy halaman depan buku tabungan, dan 2 lembar materai Rp 6 ribu.
3. Setelah itu, maka calon investor harus menyaipakn sejumlah dana untuk disisihkan. Uang yang disisihkan ini akan digunakan untuk membeli saham yang ada di bursa secara rutin. Dengan uang 100 ribu pun investor dapat membeli saham-saham yang ada.
4. Ketika akun saham sudah jadi maka investor selanjutnya tinggal rutin menyetorkan dana setiap bulan untuk membeli saham-saham yang ditargetkan dalam jangka panjang. Bila investor tidak memiliki waktu untuk menyetor, maka investor sebaiknya menggunakan fitur auto transfer dari rekening pribadi ke rekening tabungan saham.

Keunggulan Strategi Investasi Saham Ini
Program yuk nabung saham ini mengajarkan investor untuk rutin menyisihkan uang yang dimiliki dan ditabung dalam bentuk saham tiap bulan. Uang yang rutin ditabung dalam bentuk saham itu dalam jangka panjang akan terus berkembang.

Jika dibandingkan menabung biasa di bank dengan investasi saham maka return dalam menabung saham tentu lebih besar karena ada potensi capital gain (selisih harga beli dan jual). Ditambah lagi dividen atau keuntungan yang dibagikan oleh perusahaan yang sahamnya investor beli.

Risiko Strategi Investasi Saham Ini
Tentu selain ada keuntungan, dalam nabung saham investor akan menghadapi risiko capital loss dan risiko seperti likuidasi. Untuk menghindari risiko ini sebaiknya investor pemula mulai berinvestasi pada saham-saham yang kinerja perusahaannya bagus atau biasa disebut sebagai saham unggulan / blue chips.

Lantas Bagaimana Tips Nabung Saham untuk Pemula?
Hal penting yang perlu dipahami investor pemula dalam program nabung saham ini adalah membeli saham merupakan kegiatan yang dilakukan secara terus menerus dengan jangka waktu yang panjang. Membeli saham perusahaan berarti investor ikut menjadi pemilik perusahaan tersebut. Tentu untuk dapat melihat adanya perubahan signifikan dari perusahaan maka durasi kepemilikan saham investor harus juga panjang.

Dalam jangka pendek, merupakan hal yang lumrah ketika terjadi penurunan harga dari saham yang kita beli. Menyikapi hal seperti ini investor tidak perlu panik. Justru merupakan sebuah kesempatan untuk menambah kepemilikan saham, apalagi setelah mengetahui kita memegang saham perusahaan bagus dan ternyata harga sahamnya dijual lebih murah. Dengan rutin nabung saham tiap bulan, investor tidak perlu takut dengan naik turun harga dalam jangka waktu pendek.

Jika dilihat dari sejarahnya indeks ahrga saham gabungan (IHSG) selama ini selalu mengalami kenaikan dan hanya beberapa waktu terjadi koreksi/penurunan. Dengan bermodalkan data ini, maka investor semestinya optimis dalam jangka waktu panjang ke depan IHSG akan terus mengalami kenaikan seiring dengan bertambahnya jumlah investor saham, meningkatnya PDB Indonesia, bertambahnya penduduk, dan aneka faktor makro dan mikro lainnya.

 

Referensi

Leave a Reply