Menyaring Noise, Memberi Insight.

Dapatkan watchlist, analisis, dan insight harian terstruktur di PintarSaham.

HomeInsightMESOP $PGEO Kapan Selesainya?

MESOP $PGEO Kapan Selesainya?

Ada user Stockbit yang tanya kapan MESOP PGEO selesai soalnya kok kayak ndak habis-habis. Wajar sih kalau investor tanya seperti ini, apalagi kalau investor ritel beli di harga 1.800 sedangkan manajemen beli di harga MESOP, dan harga PGEO sekarang 1.180 rupiah. Tapi menurut saya sih MESOP PGEO dan $TOWR ini masih wajar karena perusahaan cetak laba. Beda dengan $GOTO yang LK rugi tapi MESOP di harga 2 rupiah sebanyak milyaran lembar.

Yang bikin terasa ndak habis-habis itu karena MESOP PGEO memang didesain bertahap lewat beberapa tahap dan beberapa window eksekusi. Jadi bukan model sekali bagi lalu selesai, tapi dibuka periodik, sebagian ditebus, lalu masih ada sisa yang nunggu window berikutnya.

Di PGEO per 30 September 2025, total opsi yang pernah dialokasikan 630,4 juta lembar. MESOP yang sudah ditebus baru 411,9 juta lembar. Sisa MESOP yang belum ditebus sekitar 218,5 juta lembar. Selama angka sisa ini masih besar, investor akan terus melihat potensi saham tambahan yang bisa muncul kapan saja.

Sumber rasa capeknya ada di komposisi sisa itu sendiri. MESOP Tahap I.2 masih sisa 121,5 juta lembar dan per September 2025 belum dieksekusi sama sekali. Jadi walau MESOP Tahap I.1, Tahap II, Tahap III sudah jalan, masih ada satu kantong besar MESOP yang belum disentuh, sehingga kesannya seperti programnya tidak selesai-selesai.

Secara ekonomi, semua penerima MESOP PGEO lagi untung karena harga PGEO sekarang adalah 1.180 rupiah.
MESOP Tahap I di harga 648 memberi selisih 532 per saham atau 82,10% dari harga pelaksanaan.
Tahap III harga 838 memberi selisih 342 per saham atau 40,81%.
Tahap II harga 1.087 memberi selisih 93 per saham atau 8,56%.
Selama harga pasar tetap di atas harga pelaksanaan, dorongan untuk eksekusi akan tetap ada.

Makanya pertanyaan kapan selesai MESOP ini, jawabannya tergantung manajemen. Selesainya akan sangat bergantung pada kapan window berikutnya dibuka dan seberapa agresif penerima opsi menebus. Kalau perusahaan membuka window berkali-kali, investor akan melihatnya muncul berkali-kali juga.

Yang menenangkan dari sisi fundamental, dampak dilusi EPS PGEO itu kecil. Rata-rata tertimbang saham dasar 41,81 miliar, versi dilusian 42,03 miliar. Selisihnya 218,5 juta lembar, yang setara sekitar 0,52% dari basis saham. Karena pembaginya cuma naik tipis, EPS dasar dan EPS dilusian hampir sama.

Jadi kalau harga PGEO terlihat berat naik, seringnya bukan karena EPS mendadak tergerus, melainkan karena faktor supply dan sentimen. Investor ritel yang beli PGEO 1.800 karena bujukan influencer mungkin akan uring-uringan melihat harga sekarang 1.180, itu artinya mereka nyangkut minus 34,44%, apalagi kalau investor nyangkut melihat ada pihak yang bisa masuk lewat jalur MESOP jauh di bawah pasar. Secara psikologis ini bikin rasa fairness jadi bahan debat.

Bandingkan dengan TOWR, pola debatnya mirip, yaitu fairness, tapi sumber supply-nya jelas dari saham treasuri. TOWR buyback 2025 rata-rata sekitar 832 saat harga pasar contoh 525, lalu MESOP bisa 392 dan 285. Diskonnya jadi terlihat besar di mata investor, walau TOWR sudah laba sehingga perdebatan biasanya fokus ke desain insentif, bukan mempertanyakan hidup-matinya bisnis.

Kalau dibandingkan GOTO, konteksnya beda kelas. Saat perusahaan masih rugi, insentif saham lebih mudah dipakai sebagai kompensasi retensi, tetapi justru di situ investor makin sensitif kalau harga pelaksanaan terlalu rendah dan jumlahnya besar, karena yang terasa adalah overhang supply berkepanjangan tanpa penyangga berupa laba. Itu sebabnya investor cenderung lebih toleran pada MESOP PGEO dan TOWR yang sudah laba, dibanding MESOP di perusahaan rugi.


Disclaimer: Seluruh konten yang disajikan oleh PintarSaham.id, baik berupa artikel, video, caption media sosial, maupun materi edukasi lainnya, bersifat informatif dan edukatif. Konten ini bukan merupakan ajakan untuk membeli atau menjual efek tertentu, dan tidak dapat dianggap sebagai rekomendasi investasi. PintarSaham.id dan seluruh timnya tidak bertanggung jawab atas segala keputusan investasi yang dibuat berdasarkan informasi dari konten ini. Keputusan investasi sepenuhnya menjadi tanggung jawab masing-masing individu.

Penasaran saham mana yang lagi cakep secara fundamental & teknikal? Klik di sini biar nggak ketinggalan cuan!

https://bit.ly/pintarsahamid

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here