- Samudera Indonesia menetapkan anggaran capex 2025 sebesar USD 236–250 juta dengan pembiayaan berasal dari kas internal, penerbitan obligasi, dan pinjaman (borrowing). Fokus strategi tahun depan yaitu meningkatkan efisiensi melalui penambahan kapal, digitalisasi, dan kerja sama logistik.
- Perusahaan memanfaatkan peluang pertumbuhan dari kekurangan pelabuhan domestik, digitalisasi, regulasi ESG, dan potensi kerja sama dengan MSC, termasuk akuisisi Patimban. Fokus saat ini adalah menumbuhkan bisnis dari sisi regulasi dan teknologi.
- Galangan kapal Samudera (GSM) ditargetkan mulai beroperasi pada Juli 2025. Pembangunan berlangsung selama 12–18 bulan dan akan mengurangi ketergantungan terhadap galangan asing.
- Dividen tetap dibagikan jika prioritas capex terpenuhi. Untuk buyback, manajemen belum mengambil keputusan karena masih memprioritaskan strategi ekspansi dan peningkatan nilai jangka panjang.
- Perusahaan juga fokus pada proyek port-to-logistics seperti pelabuhan Patimban. Teknologi digunakan untuk mempercepat layanan, dan software prediksi demand akan menjadi tulang punggung logistik ke depan.
Mau belajar cara pilih saham yang sehat & potensial secara teknikal dan fundamental? Mulai dari sini!