PT Bank Jago Tbk baru saja merilis data fundamental tahunan yang menunjukkan tren pertumbuhan positif di berbagai lini bisnis utama. Analisis terhadap Laporan Keuangan Bank Jago 2025 mengungkapkan keberhasilan perusahaan dalam mengakselerasi penyaluran kredit sekaligus menjaga efisiensi operasional di tengah kompetisi bank digital yang semakin ketat.
Kinerja Keuangan Bank Jago 2025: Ekspansi Aset dan Kredit
Kondisi neraca perusahaan mencerminkan pertumbuhan yang kuat dengan total aset yang meningkat signifikan sebesar 28,1 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Pertumbuhan aset ini ditopang oleh agresivitas penyaluran kredit yang mencatatkan kenaikan tahunan sebesar 37,6 persen.
A. Laporan Posisi Keuangan (Neraca)
| Dalam Jutaan IDR | 2025 | 2024 | Perubahan YoY (%) |
| Total Aset | 36.507.347 | 28.542.712 | 28,1% |
| Kredit yang Diberikan | 24.346.604 | 17.701.486 | 37,6% |
| Penempatan pada Bank Lain | 3.582.599 | 2.936.590 | 22,0% |
| Total Liabilitas | 27.380.259 | 19.816.367 | 38,1% |
| Dana Pihak Ketiga (DPK) | 25.597.333 | 18.598.409 | 37,6% |
| Dana Murah (CASA) | 12.847.461 | 9.957.867 | 29,0% |
| Total Ekuitas | 8.825.930 | 8.518.924 | 3,6% |
Peningkatan total aset dipicu oleh penyaluran kredit dan pembiayaan syariah yang melesat dari Rp17,7 triliun menjadi Rp24,3 triliun. Fokus pada penyaluran dana ke pihak ketiga menjadi mesin utama pertumbuhan aset produktif perusahaan sepanjang periode tersebut.
Pada sisi liabilitas, Dana Pihak Ketiga (DPK) menunjukkan kepercayaan nasabah yang tinggi dengan pertumbuhan sebesar 37,6 persen. Komposisi dana murah (CASA) yang terdiri dari giro dan tabungan menyumbang sekitar 50,2 persen dari total simpanan nasabah di akhir tahun 2025.
Total ekuitas perusahaan tetap stabil dengan pertumbuhan moderat di level 3,6 persen. Struktur permodalan ini dinilai masih sangat memadai untuk mendukung rencana ekspansi bisnis digital di tahun-tahun mendatang.
B. Laporan Laba Rugi
| Dalam Jutaan IDR | 2025 | 2024 | Perubahan YoY (%) |
| Pendapatan Bunga Bersih (NII) | 2.465.988 | 1.553.425 | 58,7% |
| Pendapatan Operasional Lainnya | 455.392 | 290.951 | 56,5% |
| Beban Operasional | 2.570.025 | 1.663.766 | 54,5% |
| Laba Bersih | 276.234 | 128.518 | 114,9% |
| EPS (Rupiah Penuh) | 19,93 | 9,27 | 115,0% |
Laba bersih tahun berjalan melonjak tajam hingga 114,9 persen menjadi Rp276,2 miliar. Lonjakan ini terutama didorong oleh pendapatan bunga bersih (Net Interest Income) yang tumbuh pesat seiring bertambahnya volume kredit.
Meskipun beban operasional meningkat 54,5 persen akibat kenaikan cadangan kerugian penurunan nilai, perusahaan tetap mampu membukukan margin laba yang lebih baik. Laba per saham (Earnings Per Share) pun meningkat dari Rp9,27 menjadi Rp19,93 per lembar saham.
C. Analisis Rasio Keuangan
| Rasio | Nilai (2025) | Interpretasi Singkat |
| Net Interest Margin (NIM) | 7,71% | Profitabilitas aset produktif yang sangat baik. |
| Non-Performing Loan (NPL) Gross | 0,61% | Kualitas kredit sangat terjaga (di bawah 5%). |
| Loan to Deposit Ratio (LDR) | 95,11% | Fungsi intermediasi berjalan optimal dan agresif. |
| Capital Adequacy Ratio (CAR) | 31,63% | Permodalan sangat kuat untuk bank digital. |
| Cost to Income Ratio (CIR) | 88,00% | Efisiensi operasional yang terus ditingkatkan. |
| ROA | 0,76% | Kemampuan menghasilkan laba dari aset meningkat. |
| ROE | 3,13% | Tingkat pengembalian ekuitas masih dalam tahap pertumbuhan. |
Manajemen berhasil mempertahankan rasio NPL Gross di level yang sangat rendah, yakni 0,61 persen. Hal ini mengindikasikan bahwa ekspansi kredit yang agresif tetap dibarengi dengan prinsip kehati-hatian yang ketat.
Rasio kecukupan modal (CAR) sebesar 31,63 persen menunjukkan bantalan permodalan yang sangat luas terhadap risiko operasional maupun kredit. Meskipun menurun dibanding tahun sebelumnya, angka ini masih jauh di atas ambang batas regulasi.
D. Valuasi Saham
Berdasarkan harga penutupan saham per 13 April 2026 sebesar Rp1.425, berikut adalah indikator valuasinya:
| Indikator | Nilai | Interpretasi |
| PER | 71,5x | Valuasi premium, mencerminkan ekspektasi pertumbuhan tinggi. |
| PBV | 2,24x | Valuasi relatif premium dibandingkan rata-rata sektor perbankan konvensional. |
Valuasi saham ARTO saat ini berada pada kategori premium di mana investor bersedia membayar lebih tinggi untuk potensi pertumbuhan perbankan digital. Angka Price to Book Value (PBV) sebesar 2,24 kali menunjukkan pasar memberikan apresiasi lebih terhadap aset tidak berwujud dan ekosistem digital yang dimiliki perusahaan.
Kesimpulan
Secara fundamental, kondisi keuangan PT Bank Jago Tbk menunjukkan performa yang solid dengan pertumbuhan laba di atas 100 persen. Ekspansi kredit yang masif diimbangi dengan kualitas aset yang sehat, tercermin dari rasio kredit bermasalah yang rendah.
Meskipun valuasi saham berada di level premium, pertumbuhan berkelanjutan pada pendapatan bunga dan basis nasabah menjadi poin krusial dalam mempertahankan kinerja pasar saham di masa depan.
Profil Singkat Perusahaan
PT Bank Jago Tbk (dahulu PT Bank Artos Indonesia Tbk) didirikan pada tahun 1992 dan berkedudukan di Jakarta Selatan. Perusahaan bertransformasi menjadi bank berbasis teknologi digital yang melayani nasabah ritel dan usaha mikro, kecil, serta menengah melalui integrasi ekosistem yang luas.
Disclaimer: Seluruh konten yang disajikan oleh PintarSaham.id, baik berupa artikel, video, caption media sosial, maupun materi edukasi lainnya, bersifat informatif dan edukatif. Konten ini bukan merupakan ajakan untuk membeli atau menjual efek tertentu, dan tidak dapat dianggap sebagai rekomendasi investasi. PintarSaham.id dan seluruh timnya tidak bertanggung jawab atas segala keputusan investasi yang dibuat berdasarkan informasi dari konten ini. Keputusan investasi sepenuhnya menjadi tanggung jawab masing-masing individu.
Penasaran saham mana yang lagi cakep secara fundamental & teknikal? Klik di sini biar nggak ketinggalan cuan!