Menyaring Noise, Memberi Insight.

Dapatkan watchlist, analisis, dan insight harian terstruktur di PintarSaham.

HomeInsightMencari Saham Dividend Konsisten

Mencari Saham Dividend Konsisten

Banyak user Stockbit yang bingung mau mulai investasi dari mana. Mau trading atau mau investasi aja.

Kalau beneran masih baru, bisa coba aja dividend investing.

Beli saham hanya yang bagi dividen dan cetak laba. Jadi ndak pusing mikirin indikator, teknikal dll. Selama perusahaannya cetak laba dan bagi dividen, ya cicil beli terus perusahaannya. Yang susah itu kalau laba anjlok dan tidak bisa mengatasi rasa iri akibat melihat porto tetangga lebih ijo.

Untuk Skrining Saham Dividend bisa pakai screener Stockbit

Rumus Skrining
1. Stock universe IHSG.
2. Dividend yield ≥ 3%.
3. Dividend payment streak tahunan ≥ 2 tahun.
4. Net income YTD > 0.
5. Current PE ratio annualised < 25.

Tujuan
1. Menyaring saham IHSG yang dividen-nya relatif menarik, target minimal 3% agar berpeluang mengalahkan bunga deposito $BBCA.
2. Memastikan dividen bukan kejadian satu-kali, dengan syarat konsisten minimal 2 tahun berturut-turut.
3. Mengurangi risiko dividen semu, karena laba bersih YTD harus positif.
4. Menghindari valuasi terlalu mahal, dengan pembatas PE annualised di bawah 25 supaya yield tidak cuma bagus di atas kertas.

Dividen besar itu sering jadi umpan yang bikin investor lupa lihat mesin uangnya. Yield 16,04% memang menggoda, tapi pasar jarang kasih hadiah tanpa alasan.

Makanya screener ini tidak cuma cari yield tinggi, tapi juga memaksa konsistensi bayar dividen, laba yang masih hidup, dan valuasi yang tidak kemahalan. Begitu syaratnya digabung, angka jadi lebih fair untuk dibandingkan. Dari hasil yang terlihat ada contoh 9 emiten yang lolos paket syarat itu.

Di 9 emiten ini, dividend yield berada di 11,13% sampai 16,04%, rata-rata 13,15% dengan titik tengah 13,22%. Current PE ratio annualised berada di 5,27 sampai 15,25, rata-rata 8,91 dengan median 8,83, jadi mayoritas masih di area single digit.

Net income YTD bergerak dari 227 B sampai 4,95 T, median 601 B, jadi yang lolos bukan cuma pemain besar. Dividend payment streak rentangnya 4 sampai 17 tahun, median 8 tahun. Harga sahamnya juga lebar, dari 466 sampai 22.325, jadi kelas harga campur.

Kalau dilihat dari kombinasi yield, streak, laba, dan PE, terlihat dua tipe yang paling kontras. Ada yang yield sangat tinggi dan PE sangat rendah, contohnya LPPF, yield 16,04% dengan PE 5,27, tapi streak 5 tahun, artinya belum sepanjang yang paling senior.

Ada juga trio streak 17 tahun, ADRO, PTBA, ITMG, yang secara kebiasaan bayar dividen jauh lebih mapan, tapi valuasi dan profil angka labanya beda jauh, ADRO labanya 4,95 T, ITMG 2,14 T, PTBA 1,39 T. Yang menarik, PTBA justru PE paling tinggi 15,25 di antara 9 nama ini, jadi investor sedang membayar lebih mahal per laba dibanding yang lain walau yield tetap tinggi 13,51%.

Satu lapisan lagi yang sering dilupakan adalah hubungan kasar antara yield dan kemampuan laba tahunan, karena PE annualised mengisyaratkan earnings yield. Pada beberapa nama, dividend yield jauh lebih tinggi daripada earnings yield, seperti $PTBA dan $ADRO, ini biasanya berarti pembagian dividen sangat agresif atau ada faktor non-rutin, jadi investor perlu ekstra disiplin cek keberlanjutannya.

Sebaliknya, beberapa nama punya dividend yield yang lebih rendah dari earnings yield, seperti LPPF, TPMA, BSSR, MPMX, ini cenderung terasa lebih tertutup oleh laba, walau tetap bukan jaminan aman. Intinya, screener ini sudah memilih kandidat yang tampak menarik, tetapi karakter risikonya tetap berbeda walau sama-sama lolos.

1. LPPF. Harga 1.870. Dividend yield 16,04%. Streak 5 tahun. Net income YTD 601 B. PE annualised 5,27.
2. ADRO. Harga 2.170. Dividend yield 14,37%. Streak 17 tahun. Net income YTD 4,95 T. PE annualised 9,67.
3. PTBA. Harga 2.460. Dividend yield 13,51%. Streak 17 tahun. Net income YTD 1,39 T. PE annualised 15,25.
4. ITMG. Harga 22.325. Dividend yield 13,36%. Streak 17 tahun. Net income YTD 2,14 T. PE annualised 8,83.
5. TPMA. Harga 605. Dividend yield 13,22%. Streak 4 tahun. Net income YTD 227 B. PE annualised 7,00.
6. RALS. Harga 466. Dividend yield 12,88%. Streak 4 tahun. Net income YTD 273 B. PE annualised 9,09.
7. BSSR. Harga 3.930. Dividend yield 12,06%. Streak 12 tahun. Net income YTD 1,01 T. PE annualised 7,63.
8. MPMX. Harga 1.015. Dividend yield 11,82%. Streak 7 tahun. Net income YTD 407 B. PE annualised 8,21.
9. PBID. Harga 494. Dividend yield 11,13%. Streak 8 tahun. Net income YTD 300 B. PE annualised 9,25.

Dividend yield paling tinggi sampai paling rendah.
• LPPF 16,04%.
• ADRO 14,37%.
• PTBA 13,51%.
• ITMG 13,36%.
• TPMA 13,22%.
• RALS 12,88%.
• BSSR 12,06%.
• MPMX 11,82%.
• PBID 11,13%.

Dividend payment streak paling panjang sampai paling pendek.
• ADRO 17 tahun.
• PTBA 17 tahun.
• ITMG 17 tahun.
• BSSR 12 tahun.
• PBID 8 tahun.
• MPMX 7 tahun.
• LPPF 5 tahun.
• TPMA 4 tahun.
• RALS 4 tahun.

PE annualised paling rendah sampai paling tinggi.
• LPPF 5,27.
• TPMA 7,00.
• BSSR 7,63.
• MPMX 8,21.
• ITMG 8,83.
• RALS 9,09.
• PBID 9,25.
• ADRO 9,67.
• PTBA 15,25.

Net income YTD paling besar sampai paling kecil.
• ADRO 4,95 T.
• ITMG 2,14 T.
• PTBA 1,39 T.
• BSSR 1,01 T.
• LPPF 601 B.
• MPMX 407 B.
• PBID 300 B.
• RALS 273 B.
• TPMA 227 B.

• LPPF paling agresif di yield dan paling murah di PE, tapi streak belum sepanjang papan atas.
• ADRO streak paling mapan dan laba YTD paling besar, yield tetap sangat tinggi, valuasi masih single digit.
• PTBA yield tinggi tapi PE paling mahal di daftar ini, jadi ekspektasi pasar relatif lebih tinggi.
• ITMG kombinasi streak sangat panjang, laba besar, PE masih di kisaran menengah, harga saham paling tinggi jauh dari yang lain.
• TPMA yield tinggi dan PE rendah, tapi streak pendek dan laba YTD paling kecil, jadi sensitif kalau profit turun.
• RALS streak pendek dengan yield tetap tinggi, profilnya terasa lebih moderat dibanding yang yield tertinggi.
• BSSR streak panjang 12 tahun, laba sudah tembus 1,01 T, PE relatif rendah, yield masih dua digit.
• MPMX yield paling rendah kedua, PE tetap single digit, laba menengah, streak 7 tahun cukup rapi.
• PBID yield paling rendah di daftar, tapi streak 8 tahun dan laba positif memberi kesan stabilitas yang lumayan. 


Disclaimer: Seluruh konten yang disajikan oleh PintarSaham.id, baik berupa artikel, video, caption media sosial, maupun materi edukasi lainnya, bersifat informatif dan edukatif. Konten ini bukan merupakan ajakan untuk membeli atau menjual efek tertentu, dan tidak dapat dianggap sebagai rekomendasi investasi. PintarSaham.id dan seluruh timnya tidak bertanggung jawab atas segala keputusan investasi yang dibuat berdasarkan informasi dari konten ini. Keputusan investasi sepenuhnya menjadi tanggung jawab masing-masing individu.

Penasaran saham mana yang lagi cakep secara fundamental & teknikal? Klik di sini biar nggak ketinggalan cuan!

https://bit.ly/pintarsahamid

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here