PT Merdeka Battery Materials Tbk (MBMA) kembali masuk ke pasar pendanaan melalui penerbitan Obligasi Berkelanjutan I Tahap III Tahun 2025 dan Sukuk Mudharabah Berkelanjutan I Tahap III Tahun 2025 dengan total nilai lebih dari Rp3,1 triliun.
Untuk surat utang konvensional, MBMA menawarkan total Rp2,10 triliun. Seri A memiliki tenor tiga tahun dengan bunga tetap 7,50% per tahun, sementara seri B menawarkan tenor lima tahun dengan kupon 8,25% per tahun. Pembayaran bunga dilakukan setiap tiga bulan.
Di sisi instrumen syariah, perusahaan menerbitkan Sukuk Mudharabah senilai Rp1 triliun. Seri A memiliki tenor tiga tahun dengan indikasi imbal hasil ekuivalen 7,50% per tahun, sedangkan seri B menawarkan tenor lima tahun dengan indikasi imbal hasil ekuivalen 8,25% per tahun. Sama seperti obligasi, distribusi bagi hasil dilakukan secara triwulanan. Aset dasar instrumen ini berasal dari aktivitas pertambangan dan pengolahan nikel yang dijalankan perseroan.
Bagi calon investor, jadwal penawaran dimulai pada 3 hingga 4 Desember 2025. Penjatahan dilakukan pada 5 Desember 2025, dengan distribusi secara elektronik pada 9 Desember 2025. Instrumen ini akan mulai tercatat di Bursa Efek Indonesia pada 10 Desember 2025.
Pefindo memberikan peringkat idA untuk obligasi dan idA(sy) untuk sukuk mudharabah, mencerminkan profil risiko yang masih berada di level layak investasi meski tidak premium.
Dana hasil penerbitan akan difokuskan untuk memperbaiki struktur modal dan pelunasan kewajiban finansial. Untuk obligasi, sekitar US$121 juta akan digunakan untuk membayar pokok Fasilitas B melalui agen CIMB Niaga, sementara sisanya dialokasikan sebagai modal kerja. Untuk sukuk, sekitar US$50 juta akan digunakan untuk pendanaan anak usaha PT Merdeka Tsingshan Indonesia, khususnya terkait pengembangan fasilitas tembaga, dengan sisanya diarahkan ke kebutuhan korporasi.
Pemesanan dilakukan melalui penjamin pelaksana emisi yang ditunjuk dengan minimum pembelian Rp1 juta. Beberapa nama yang terlibat termasuk Indo Premier Sekuritas, Trimegah Sekuritas, Sucor Sekuritas, Bahana Sekuritas, dan CIMB Niaga Sekuritas.
Secara kinerja, per 30 Juni 2025 MBMA mencatat total aset sebesar US$3,48 miliar dengan pendapatan US$627,7 juta. Meski laba bersih tercatat turun dibanding tahun sebelumnya, perusahaan masih membukukan laba US$28,5 juta di tengah ekspansi dan kebutuhan pendanaan proyek.
Disclaimer : Seluruh konten yang disajikan oleh PintarSaham.id, baik berupa artikel, video, caption media sosial, maupun materi edukasi lainnya, bersifat informatif dan edukatif. Konten ini bukan merupakan ajakan untuk membeli atau menjual efek tertentu, dan tidak dapat dianggap sebagai rekomendasi investasi. PintarSaham.id dan seluruh timnya tidak bertanggung jawab atas segala keputusan investasi yang dibuat berdasarkan informasi dari konten ini. Keputusan investasi sepenuhnya menjadi tanggung jawab masing-masing individu.
Penasaran saham mana yang lagi cakep secara fundamental & teknikal? Klik di sini biar nggak ketinggalan cuan!