JAKARTA – PT Cemindo Gemilang Tbk (CMNT) baru saja mengumumkan langkah korporasi strategis untuk memperkuat cengkeramannya di salah satu anak usahanya, PT Terminal Mitra Gemilang (TMG). Melalui aksi penurunan modal disetor (paid-up capital) di TMG, kepemilikan CMNT kini melonjak drastis menjadi 99,08%.
Langkah ini telah resmi mendapatkan persetujuan dari Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia pada tanggal 9 November 2025.
Perubahan Struktur Kepemilikan
Untuk memahami dampaknya, berikut adalah rincian perubahan kepemilikan saham di TMG sebelum dan sesudah aksi korporasi ini:
Sebelum Penurunan Modal:
- Total modal disetor TMG: Rp 18.000.000.000 (setara 18 juta lembar saham).
- PT Cemindo Gemilang Tbk (CMNT): 60% (10,8 juta lembar saham).
- PT Mulia Tirta Jaya: 40% (7,2 juta lembar saham).
Setelah Penurunan Modal:
- Total modal disetor TMG: Rp 10.900.000.000 (setara 10,9 juta lembar saham).
- PT Cemindo Gemilang Tbk (CMNT): 99,08% (10,8 juta lembar saham).
- PT Mulia Tirta Jaya: 0,92% (100.000 lembar saham).
Dari data tersebut, terlihat bahwa jumlah saham yang dimiliki CMNT tetap, namun persentase kepemilikannya meningkat signifikan karena modal dari PT Mulia Tirta Jaya berkurang drastis.
Alasan dan Dampak bagi CMNT
Manajemen CMNT menjelaskan bahwa TMG adalah anak usaha yang akan menjalankan kegiatan di bidang pengangkutan atau logistik. Saat ini, TMG sedang dalam proses untuk memulai kegiatan operasionalnya.
Dengan menjadi pemegang saham pengendali mayoritas (99,08%), CMNT bertujuan untuk:
- Mendukung kegiatan operasional Perseroan secara penuh.
- Meningkatkan efisiensi dan efektivitas dalam pengelolaan logistik internal CMNT.
Manajemen berharap, dengan dimulainya kegiatan usaha TMG di bawah kendali penuh perusahaan, hal ini akan memberikan dampak positif kepada CMNT di masa mendatang.
Meskipun demikian, Perseroan menyatakan bahwa aksi korporasi ini tidak memiliki dampak material terhadap kegiatan operasional, hukum, kondisi keuangan, atau kelangsungan usaha CMNT saat ini.
Disclaimer : Seluruh konten yang disajikan oleh PintarSaham.id, baik berupa artikel, video, caption media sosial, maupun materi edukasi lainnya, bersifat informatif dan edukatif. Konten ini bukan merupakan ajakan untuk membeli atau menjual efek tertentu, dan tidak dapat dianggap sebagai rekomendasi investasi. PintarSaham.id dan seluruh timnya tidak bertanggung jawab atas segala keputusan investasi yang dibuat berdasarkan informasi dari konten ini. Keputusan investasi sepenuhnya menjadi tanggung jawab masing-masing individu.
Penasaran saham mana yang lagi cakep secara fundamental & teknikal? Klik di sini biar nggak ketinggalan cuan!