ININEn +62831-1918-1386 Mon - Fri 10:00-18:00s +62831-1918-1386
Info@pintarsaham.id
Sertifikasi Internasional
CFP@ | Certificate Financial Planner
Team Berpengalaman
Lebih dari 7 tahun
Kontak Kami

Mahluk Sosial Yang Bernama Manusia: Tidak Semua Orang Terlahir Menjadi Value Investor

Mahluk Sosial Yang Bernama Manusia: Tidak Semua Orang Terlahir Menjadi Value Investor

Manusia adalah sosial. Sudah menjadi semacam program dalam otak manusia untuk terus mencari afirmasi dari manusia lainnya. Itulah kenapa social order terbentuk. Kita tidak ingin menjadi bahan gunjingan tetangga, kita tidak ingin dikucilkan masyarakat sekampung, kita tidak ingin menjadi headline berita nasional dalam keburukan.

Di masa lalu, kalau seseorang menjadi aib, maka dia akan dikucilkan masyarakat dan bahkan bisa mati dalam kesendirian. Di kota dan desa kecil di Indonesia, hal tersebut masih sering ditemukan. Namun di kota besar di mana social order tidak lagi tertata baik, semua orang sibuk dengan urusan pribadi, banyak manusia yang berevolusi dari makhluk sosial menjadi makhluk EGP.

Tapi otak manusia adalah peninggalan zaman purba. Tidak banyak hal yang berubah di otak manusia. Masih fear and greed yang sama sejak zaman Adam.

Dalam 2 tahun terakhir, banyak yang mulai meragukan value investing. Karena saham dengan fundamental bagus tidak bergerak kemana-mana, sedangkan saham yang fundamental jelek justru meroket. Saya pernah menjelaskan paradox ini di tulisan sebelumnya. Akibat dari adanya paradox tersebut, timbul keraguan dalam value investing.

Yang sering dilupakan oleh Value investor pemula adalah pasar saham penghuninya bukan hanya value investor. Ada trader, swinger, scalper, YPC YOLO YOLO, dan totally noob. 80% dari mereka tidak peduli dengan fundamental dan valuasi. Dan most of time, mereka lah yang menggerakkan harga saham. Value investor selalu ingin dapat barang di harga murah, jadi jangan harap saham yang banyak value investor di dalamnya akan naik harganya dengan cepat.

Karena itu jika ingin menjadi value investor, maka harus siap nyangkut lama di saham. Harus siap mental melihat saham yang dibeli tidak bergerak kemana-mana. Hanya karena harga saham suatu perusahaan tidak bergerak kemana-mana bukan berarti perusahaan tersebut jelek.

Value investor tetap harus fokus pada laba dan arus kas karena tujuan utama sebuah perusahaan diciptakan adalah untuk menghasilkan laba dan arus kas buat investor nya. Jika gagal menghasilkan laba dan arus kas untuk investor maka itu bukan perusahaan tapi lembaga amal.

Kalau market menyukai saham dengan fundamental jelek, maka value investor tidak perlu ikut – ikutan.

Jadi kontrarian saja. Masalahnya tidak semua orang bisa menjadi kontrarian. Melihat saham di portfolio stuck lalu saham lain di luar portfolio meroket, itu menyakitkan. Tidak semua orang punya kekuatan untuk menahan rasa sakit seperti itu. Mengorbankan gain jangka pendek demi gain jangka panjang. Delayed gratification. Hanya beberapa investor yang bisa melakukannya.

 

Jika anda menyukai artikel ini jangan lupa untuk berlangganan di Youtube Channel Pintar Saham dan nantikan video edukasi tentang saham di channel tersebut. Jangan lupa melihat Facebook Fan Page Pintar Saham Indonesia dan Instagram Pintar Saham @pintarsaham.id

Jika ingin diskusi saham via Telegram bisa dengan menjadi Nasabah Sucor Referal TIRA2 dengan PM saya @skydrugz27 di Telegram.

Untuk Insights Saham bisa ke sini.

Jika ingin pesan analisis Laporan Keuangan Kuartalan Komprehensif dari Pintarsaham.id bisa pesan di sini

Disclaimer :

Penyebutan nama saham (jika ada) tidak bermaksud untuk memberikan penilaian bagus buruk, atau pun rekomendasi jual beli atau tahan untuk saham tertentu. Tujuan pemberian contoh adalah untuk menunjukkan fakta yang menguatkan opini penulis. Kinerja Masa Lalu tidak menjadi jaminan akan kembali terulang pada masa yang akan datang. Semua data dan hasil pengolahan data diambil dari sumber yang dianggap terpercaya dan diolah dengan usaha terbaik. Meski demikian, penulis tidak menjamin kebenaran sumber data. Data dan hasil pengolahan data dapat berubah sewaktu-waktu tanpa adanya pemberitahuan. Seluruh tulisan, komentar dan tanggapan atas komentar merupakan opini pribadi.

 

 

Leave a Reply