Menyaring Noise, Memberi Insight.

Dapatkan watchlist, analisis, dan insight harian terstruktur di PintarSaham.

HomeInsightLirik Bisnis Daging Olahan, TEGUK (TGUK) Siapkan Diversifikasi Usaha

Lirik Bisnis Daging Olahan, TEGUK (TGUK) Siapkan Diversifikasi Usaha

PT Platinum Wahab Nusantara Tbk (TGUK), perusahaan induk yang dikenal melalui merek minuman “Teguk”, mengumumkan rencana besar untuk melakukan diversifikasi usaha. Perseroan berencana untuk berekspansi ke industri frozen meat (daging beku) dan food processing (makanan olahan).

Langkah strategis ini diambil untuk meningkatkan potensi pertumbuhan bisnis, memperluas penetrasi pasar nasional, dan memperkuat kinerja keuangan melalui diversifikasi pendapatan.

Rencana Ekspansi Bisnis TGUK

Saat ini, kegiatan usaha utama TGUK adalah kedai makanan dan minuman. Perseroan berencana menambahkan beberapa kegiatan usaha baru untuk merambah sektor daging dan makanan olahan.

Rencana penambahan kegiatan usaha tersebut adalah:

Kegiatan Usaha Utama (Baru):

  • Perdagangan Besar Daging Sapi dan Daging Sapi Olahan (KBLI 46321)
  • Perdagangan Besar Daging Ayam dan Daging Ayam Olahan (KBLI 46322)

Kegiatan Usaha Pendukung (Baru):

  • Industri Pengolahan dan Pengawetan Produk Daging dan Daging Unggas (KBLI 10130)
  • Industri Makanan dan Masakan Olahan (KBLI 10750)
  • Perdagangan Besar Makanan Dan Minuman Lainnya (KBLI 46339)

Prospek dan Alasan Ekspansi

Manajemen TGUK melihat prospek cerah di industri baru ini. Pertumbuhan bisnis didorong oleh urbanisasi, peningkatan permintaan produk siap saji, dan tingginya permintaan sumber protein hewani.

Beberapa data pendukung rencana ini antara lain:

  • Pasar Makanan Beku: Nilai pasar makanan beku di Indonesia disebut telah menembus Rp200 triliun pada tahun 2024. Analisis IMARC Group memproyeksikan pasar ini tumbuh dari USD 3,4 miliar (2024) menjadi USD 5,9 miliar pada 2033.
  • Defisit Daging Nasional: Kebutuhan daging nasional pada tahun 2024 mengalami defisit sekitar 34,7% (263,4 ribu ton), yang sebagian besar dipenuhi oleh impor. Ini menunjukkan potensi pasar yang sangat besar.
  • Target Pasar: Konsumsi non-rumah tangga (restoran, hotel, industri olahan) jauh lebih besar (82,61%) dibandingkan konsumsi rumah tangga (17,39%), yang menjadi peluang ekspansi signifikan.

Pendanaan dan Alokasi Investasi

Untuk mendanai ekspansi ini, Perseroan akan melakukan perubahan penggunaan dana. TGUK berencana menggunakan dana sebesar Rp42,926 miliar (Rp 42,926 juta) yang merupakan hasil pengembalian dana yang semula dialokasikan untuk rencana pengembangan gerai milik Perseroan.

Perubahan alokasi ini dinilai berdampak positif terhadap likuiditas Perseroan.

Rencana investasi dan implementasinya adalah sebagai berikut:

  1. Tahap Awal (Nov 2025): Kegiatan usaha baru akan dimulai pada November 2025. Untuk food processing, tahap awal akan menggunakan jasa kontrak produksi (maklon). Untuk frozen meat, Perseroan akan menyewa fasilitas cold storage pihak ketiga, sehingga tidak memerlukan investasi aset tetap di awal.
  2. Kebutuhan Investasi: Total kebutuhan investasi untuk pabrik food processing (konstruksi dan mesin) diperkirakan mencapai Rp37,5 miliar. Investasi ini dijadwalkan akan dimulai pada Januari 2026 hingga Agustus 2026.
  3. Modal Kerja: Perseroan juga membutuhkan modal kerja sebesar Rp23,641 miliar (Rp 23,641 Juta) untuk kurun waktu 2025-2029 , yang akan digunakan untuk pembelian persediaan dan pemenuhan kewajiban jangka pendek.

Proyeksi Keuangan dan Kelayakan

Ekspansi ini adalah investasi jangka panjang. Perseroan memproyeksikan akan membukukan rugi operasional pada fase investasi awal (2025-2027).

Namun, strategi ini diharapkan mulai memberikan hasil positif pada tahun 2028. Berikut adalah ringkasan proyeksi laba (rugi) tahun berjalan (dalam jutaan Rupiah):

  • 2025F (Agu-Des): (6)
  • 2026F: (17.296)
  • 2027F: (13.489)
  • 2028F: 3.307 (Mulai Laba)
  • 2029F: 33.806
  • 2030F: 29.640

Pendapatan diproyeksikan tumbuh signifikan dari Rp1,20 miliar (proyeksi 5 bulan di 2025) menjadi Rp803,86 miliar pada tahun 2030.

Laporan Studi Kelayakan yang disusun oleh KJPP Ferdinand, Danar, Ichsan, dan Rekan menyimpulkan bahwa rencana penambahan kegiatan usaha ini “Layak untuk dijalankan”.

Analisis kelayakan investasi menunjukkan hasil positif:

  • Net Present Value (NPV): Positif (Rp 59.005 Juta)
  • Internal Rate of Return (IRR): 20,42% (di atas Discount Rate 10,06%)
  • Payback Period: 4 Tahun 4 Bulan

Memerlukan Persetujuan RUPSLB

Rencana besar ini wajib mendapatkan persetujuan dari para pemegang saham. Perseroan akan menyelenggarakan Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) pada:

  • Hari/Tanggal: Selasa, 2 Desember 2025
  • Waktu: 10:00 WIB – selesai
  • Agenda: Meminta persetujuan atas Rencana Penambahan Kegiatan Usaha dan Rencana Perubahan Penggunaan Dana.

Disclaimer : Seluruh konten yang disajikan oleh PintarSaham.id, baik berupa artikel, video, caption media sosial, maupun materi edukasi lainnya, bersifat informatif dan edukatif. Konten ini bukan merupakan ajakan untuk membeli atau menjual efek tertentu, dan tidak dapat dianggap sebagai rekomendasi investasi. PintarSaham.id dan seluruh timnya tidak bertanggung jawab atas segala keputusan investasi yang dibuat berdasarkan informasi dari konten ini. Keputusan investasi sepenuhnya menjadi tanggung jawab masing-masing individu.

Penasaran saham mana yang lagi cakep secara fundamental & teknikal? Klik di sini biar nggak ketinggalan cuan!

https://bit.ly/pintarsahamid

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here