PT Link Net Tbk (LINK) menyampaikan perubahan dan/atau tambahan keterbukaan informasi terkait rencana penambahan 15 kegiatan usaha pendukung sesuai KBLI 2025. Aksi ini akan dimintakan persetujuan dalam RUPSLB pada 3 Juni 2026 dan ditujukan untuk memperkuat layanan digital, internet service provider, keamanan siber, cloud, hosting, serta solusi teknologi terintegrasi.
Rencana ini tidak berupa penerbitan saham baru, sehingga tidak menimbulkan dilusi langsung bagi pemegang saham lama. Namun, persetujuan RUPSLB menjadi penting karena agenda tersebut mencakup perubahan Pasal 3 Anggaran Dasar Perseroan terkait kegiatan usaha LINK. Sumber Informasi: Keterbukaan Informasi LINK Tambah Kegiatan Usaha
Rincian Aksi Korporasi: Penambahan KBLI LINK
LINK berencana menambah 15 KBLI sebagai kegiatan usaha penunjang. Penambahan ini ditujukan untuk mendukung kegiatan usaha utama Perseroan di bidang telekomunikasi kabel, jasa akses internet, jasa sistem komunikasi, jasa interkoneksi internet atau NAP, IPTV, dan aktivitas telekomunikasi satelit.
Beberapa KBLI baru yang akan ditambahkan meliputi pemasangan sistem elektronika, perdagangan besar suku cadang elektronik, penerbitan perangkat lunak, konsultasi keamanan siber, pengelolaan identitas digital, sertifikat elektronik, konsultansi dan perancangan Internet of Things atau IoT, pengolahan data, infrastruktur komputasi, hosting, portal pencarian web, aktivitas arsitektural, keamanan, serta perdagangan besar alat fotografi dan barang optik.
Perseroan menjelaskan bahwa penambahan KBLI dilakukan untuk memperkuat kemampuan menyediakan layanan teknologi informasi dan komunikasi secara terintegrasi. Ruang lingkup tersebut mencakup solusi end-to-end, terutama untuk kebutuhan pelanggan korporasi dalam proyek seperti data center, perangkat server, firewall, software, instalasi, desain sistem, pengamanan, dan integrasi sistem.
Baca juga: LINK Tambah 15 Kegiatan Usaha Baru, Siap Gelar RUPSLB Juni 2026
Jadwal Lengkap
| Agenda | Tanggal |
|---|---|
| Pengumuman RUPSLB | 27 April 2026 |
| Keterbukaan informasi rencana penambahan kegiatan usaha | 27 April 2026 |
| Recording date RUPSLB | 11 Mei 2026 |
| Pemanggilan RUPSLB | 12 Mei 2026 |
| Pelaksanaan RUPSLB | 3 Juni 2026 |
| Waktu RUPSLB | 09.30 WIB |
| Lokasi RUPSLB | The Westin Jakarta, Jakarta Selatan |
RUPSLB akan membahas persetujuan perubahan Pasal 3 Anggaran Dasar Perseroan. Perubahan tersebut terkait penambahan kegiatan usaha pendukung dan penyesuaian KBLI 2025 berdasarkan Peraturan Badan Pusat Statistik Nomor 7 Tahun 2025.
Dampak bagi Investor
Rencana penambahan kegiatan usaha LINK tidak secara langsung mengubah jumlah saham beredar melalui penerbitan saham baru. Dengan demikian, tidak terdapat indikasi dilusi langsung terhadap pemegang saham lama dari aksi ini.
Dampak utama bagi investor berada pada sisi operasional dan prospek pendapatan. Perseroan menyatakan bahwa penambahan kegiatan usaha diharapkan dapat meningkatkan pendapatan usaha, memperbaiki ekuitas pada tahun-tahun mendatang, serta memberi nilai tambah bagi pemegang saham.
Namun, manfaat tersebut tetap bergantung pada eksekusi bisnis, realisasi proyek, pemenuhan izin, sertifikasi, dan persetujuan regulator setelah RUPSLB. Risiko utama yang perlu diperhatikan adalah kemampuan LINK mengintegrasikan kegiatan baru ke dalam model bisnis yang sudah berjalan.
Baca juga: Strategi Manajemen Risiko Saham untuk Menjaga Keberlangsungan Modal Investasi
Kondisi Keuangan Terkait
Berdasarkan laporan keuangan konsolidasian yang berakhir pada 31 Desember 2025, LINK membukukan total aset Rp13,24 triliun. Jumlah liabilitas tercatat Rp9,69 triliun, sedangkan ekuitas tercatat Rp3,55 triliun.
Pendapatan LINK pada 2025 tercatat Rp3,08 triliun, naik dari Rp2,52 triliun pada 2024. Namun, Perseroan masih membukukan rugi tahun berjalan sebesar Rp1,45 triliun pada 2025, lebih besar dibandingkan rugi Rp1,19 triliun pada 2024.
Dari sisi arus kas, LINK mencatat arus kas bersih dari aktivitas operasi sebesar Rp1,35 triliun pada 2025. Kas dan bank pada akhir 2025 tercatat Rp360,96 miliar.
Perseroan juga masih memiliki 109,24 juta saham treasury yang belum dialihkan kembali. Pengalihan kembali belum dilakukan seluruhnya karena harga pasar saham LINK pada periode tertentu masih berada di bawah harga perolehan saham saat buyback.
FAQ
Apa aksi korporasi yang dilakukan LINK?
LINK berencana menambah 15 KBLI sebagai kegiatan usaha pendukung untuk memperluas layanan digital, teknologi informasi, keamanan siber, cloud, hosting, IoT, dan solusi pendukung telekomunikasi.
Apakah penambahan KBLI LINK menyebabkan dilusi saham?
Tidak terdapat indikasi dilusi langsung karena aksi ini bukan penerbitan saham baru. Aksi ini lebih berkaitan dengan perluasan ruang lingkup kegiatan usaha dalam Anggaran Dasar.
Kapan RUPSLB LINK dilaksanakan?
RUPSLB LINK dijadwalkan pada Rabu, 3 Juni 2026 pukul 09.30 WIB di The Westin Jakarta, Jakarta Selatan.
Apa tujuan utama penambahan kegiatan usaha LINK?
Tujuan utamanya adalah memperkuat layanan terintegrasi bagi pelanggan, terutama layanan digital korporasi seperti data center, keamanan jaringan, pengolahan data, hosting, dan solusi IoT.
Poin Penting bagi Investor
- LINK menambah 15 KBLI sebagai kegiatan usaha pendukung.
- RUPSLB dijadwalkan pada 3 Juni 2026.
- Aksi ini tidak berupa penerbitan saham baru, sehingga tidak menimbulkan dilusi langsung.
- Penambahan KBLI ditujukan untuk memperkuat layanan digital dan solusi teknologi terintegrasi.
- KJPP Kusnanto & Rekan menyatakan rencana penambahan kegiatan usaha layak dari aspek pasar, teknis, pola bisnis, manajemen, dan keuangan.
- LINK mencatat pendapatan Rp3,08 triliun dan rugi tahun berjalan Rp1,45 triliun pada 2025.
Profil Singkat Perusahaan
PT Link Net Tbk merupakan perusahaan yang bergerak di bidang telekomunikasi kabel, jasa akses internet, jasa sistem komunikasi, jasa interkoneksi internet, jasa multimedia lainnya seperti IPTV, dan aktivitas telekomunikasi satelit. Kantor pusat Perseroan berada di Centennial Tower Lantai 26 Unit D, Jalan Jenderal Gatot Subroto Kav. 24–25, Jakarta Selatan.
Pemegang saham mayoritas LINK per 31 Maret 2026 adalah Axiata Investments (Indonesia) Sdn. Bhd. dengan kepemilikan langsung 69,38%. PT XLSmart Telecom Sejahtera Tbk memiliki 19,22%, masyarakat di bawah 5% memiliki 7,58%, dan saham treasuri mencapai 3,82%.
Disclaimer: Seluruh konten yang disajikan oleh PintarSaham.id, baik berupa artikel, video, caption media sosial, maupun materi edukasi lainnya, bersifat informatif dan edukatif. Konten ini bukan merupakan ajakan untuk membeli atau menjual efek tertentu, serta tidak dapat dianggap sebagai rekomendasi investasi. Keputusan investasi sepenuhnya menjadi tanggung jawab masing-masing individu.
Informasi tentang saham tersedia di banyak tempat, tetapi tanpa kerangka berpikir yang jelas, proses pengambilan keputusan tetap tidak mudah. PintarSaham membantu menyusun cara berpikir investor yang lebih sistematis dan berbasis data.
Masih Bingung? Tanya Admin