1. Konflik geopolitik seperti ketegangan Israel-Iran dan tarif Amerika memicu gangguan aktivitas ekonomi global, termasuk penundaan kontrak kapal di Q1 2025.
2. Tidak ada belanja modal (capex) untuk pembelian kapal baru, hanya untuk docking atau perbaikan kapal eksisting.
3. Perusahaan berencana menjual kapal-kapal lama yang kontribusinya rendah terhadap revenue/EBITDA untuk mengurangi utang dan beban sewa.
4. Strategi ini diharapkan menurunkan utang kepada kreditur dan berdampak positif pada pendapatan sewa bersih perusahaan.
Mau belajar cara pilih saham yang sehat & potensial secara teknikal dan fundamental? Mulai dari sini!
📈 https://bit.ly/pintarsahamid