Menyaring Noise, Memberi Insight.

Dapatkan watchlist, analisis, dan insight harian terstruktur di PintarSaham.

HomeAnalisis SahamLaporan Keuangan PT Super Energy Tbk (SURE) Semester 1 2025

Laporan Keuangan PT Super Energy Tbk (SURE) Semester 1 2025

PT Super Energy Tbk (kode saham: SURE), perusahaan yang bergerak di sektor perdagangan dan distribusi gas, telah merilis laporan keuangan konsolidasi untuk periode enam bulan yang berakhir pada 30 Juni 2025. Laporan tersebut menunjukkan adanya perbaikan pada tingkat operasional dengan keberhasilan mencatatkan laba kotor, sebuah turnaround dari periode yang sama tahun sebelumnya.

Meskipun demikian, perusahaan masih menghadapi tantangan signifikan yang tecermin dari posisi neraca keuangan, arus kas operasional yang negatif, dan kerugian bersih yang berlanjut. Dengan harga saham di level Rp 2.520, investor perlu mencermati secara mendalam profil risiko dan potensi perusahaan.

Ringkasan Kinerja Keuangan

PT Super Energy Tbk menunjukkan kinerja pendapatan yang bertumbuh pada paruh pertama tahun 2025. Pendapatan usaha tercatat naik 19,44% menjadi Rp 180,68 miliar dari Rp 151,26 miliar pada periode yang sama tahun sebelumnya.

Sorotan utama dari sisi profitabilitas adalah keberhasilan perusahaan membalikkan rugi kotor sebesar Rp 17,27 miliar di semester I 2024 menjadi laba kotor sebesar Rp 22,19 miliar di semester I 2025. Meskipun demikian, perusahaan masih mencatatkan rugi bersih periode berjalan yang diatribusikan kepada pemilik entitas induk sebesar Rp 54,32 miliar. Angka ini menunjukkan perbaikan, menyempit 12,35% dibandingkan rugi bersih pada periode sebelumnya sebesar Rp 61,97 miliar.

Dari sisi neraca, kondisi finansial perusahaan menunjukkan peningkatan tingkat utang. Total liabilitas (utang) naik 9,34% menjadi Rp 995,70 miliar per 30 Juni 2025. Di sisi lain, total ekuitas justru menurun 24,61% menjadi Rp 220,11 miliar. Perlu dicatat bahwa ekuitas yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk berada dalam posisi defisit (negatif) sebesar Rp 324,08 miliar.

Analisis Rasio Keuangan Utama

Untuk memahami lebih dalam kondisi finansial dan valuasi SURE, berikut adalah analisis rasio-rasio keuangan penting berdasarkan kinerja H1 2025:

Rasio Profitabilitas:

  • Gross Profit Margin (GPM): 12,28%. Angka ini menandakan adanya perbaikan efisiensi pada operasional inti perusahaan yang berhasil mencatatkan laba kotor, dibandingkan periode sebelumnya yang masih merugi.
  • Net Profit Margin (NPM): -30,06%. Meskipun masih negatif, rasio ini membaik dari -40,97% pada H1 2024, menunjukkan kerugian yang lebih terkendali dibandingkan total pendapatan.
  • Return on Equity (ROE) (Tahunan): Tidak Bermakna (N/M). Dengan posisi ekuitas yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk yang negatif (defisit), perhitungan ROE menjadi tidak bermakna dan ini merupakan sinyal adanya tekanan finansial yang serius.

Rasio Solvabilitas:

  • Debt to Equity Ratio (DER): 4,52x. Rasio utang terhadap modal yang sangat tinggi ini mengindikasikan struktur permodalan yang agresif dengan tingkat risiko keuangan yang tinggi. Perusahaan sangat bergantung pada pendanaan eksternal.

Rasio Valuasi Pasar (Harga Saham Rp 2.520):

  • Earning Per Share (EPS) (Tahunan): -Rp 72,54. Dihitung dari rugi per saham H1 2025 sebesar (Rp 36,27) yang disetahunkan.
  • Price to Earning Ratio (PER): Tidak Bermakna (N/M). Karena perusahaan membukukan rugi bersih (EPS negatif), rasio PER tidak dapat dihitung.
  • Price to Book Value (PBV): Tidak Bermakna (N/M). Nilai buku per saham (BVPS) perusahaan negatif sebesar -Rp 216,40 karena defisit ekuitas. Akibatnya, rasio PBV tidak dapat digunakan sebagai acuan valuasi.

Kekuatan, Risiko, dan Prospek Bisnis

Kekuatan dan Prospek:

  • Turnaround Laba Kotor: Kemampuan untuk beralih dari rugi kotor menjadi laba kotor adalah pencapaian operasional yang positif.
  • Penyempitan Rugi Bersih: Terkendalinya beban-beban berhasil menekan angka kerugian bersih dibandingkan tahun sebelumnya.
  • Proyek Strategis: Pembangunan pabrik gas milik entitas anak, PT Sumber Aneka Gas (SAG), yang telah mencapai 80% penyelesaian per 30 Juni 2025, berpotensi menjadi sumber pertumbuhan di masa depan.

Risiko dan Tantangan:

  • Arus Kas Operasional Negatif: Perusahaan mencatatkan arus kas bersih yang digunakan untuk aktivitas operasi sebesar Rp 24,31 miliar. Ini berarti kegiatan bisnis inti perusahaan belum mampu menghasilkan kas positif untuk mendanai operasionalnya.
  • Struktur Modal Berisiko Tinggi: Defisit pada ekuitas induk dan rasio utang yang sangat tinggi (DER 4,52x) menempatkan perusahaan dalam posisi keuangan yang rentan.
  • Ketidakpastian Hukum: Adanya gugatan perdata antara perusahaan (beserta anak usahanya, SAG) dengan PT JGC Indonesia (JIND) terkait proyek Mini LNG Plant yang melibatkan nilai klaim dan gugatan balik yang signifikan menciptakan ketidakpastian hukum yang material bagi perusahaan.
  • Risiko Nilai Tukar: Perusahaan memiliki eksposur liabilitas yang signifikan dalam Dolar AS, yang rentan terhadap volatilitas kurs Rupiah.

Kesimpulan

PT Super Energy Tbk (SURE) menunjukkan tanda-tanda awal perbaikan operasional pada semester I 2025 dengan berhasil mencatatkan pertumbuhan pendapatan dan laba kotor. Namun, perbaikan ini dibayangi oleh tantangan fundamental yang serius, termasuk struktur permodalan yang sangat berisiko tinggi dengan defisit ekuitas induk, arus kas operasional yang negatif, dan ketidakpastian dari sengketa hukum material.

Dari sudut pandang valuasi, dengan harga Rp 2.520 per saham, metrik valuasi konvensional seperti PER dan PBV tidak dapat diterapkan karena laba dan nilai buku per saham yang negatif. Hal ini menjadikan saham SURE sebagai aset yang bersifat spekulatif. Investor perlu melakukan pertimbangan yang sangat cermat terhadap profil risiko yang tinggi sebelum mengambil keputusan investasi.

Disclaimer : Seluruh konten yang disajikan oleh PintarSaham.id, baik berupa artikel, video, caption media sosial, maupun materi edukasi lainnya, bersifat informatif dan edukatif. Konten ini bukan merupakan ajakan untuk membeli atau menjual efek tertentu, dan tidak dapat dianggap sebagai rekomendasi investasi.

PintarSaham.id dan seluruh timnya tidak bertanggung jawab atas segala keputusan investasi yang dibuat berdasarkan informasi dari konten ini. Keputusan investasi sepenuhnya menjadi tanggung jawab masing-masing individu.

Penasaran saham mana yang lagi cakep secara fundamental & teknikal? Klik di sini biar nggak ketinggalan cuan!

https://bit.ly/pintarsahamid

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here