Menyaring Noise, Memberi Insight.

Dapatkan watchlist, analisis, dan insight harian terstruktur di PintarSaham.

HomeAnalisis SahamLaporan Keuangan PT Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI) Semester I 2025

Laporan Keuangan PT Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI) Semester I 2025

Laporan Posisi Keuangan (Neraca)

Posisi keuangan BBNI menunjukkan pertumbuhan aset yang didukung oleh peningkatan simpanan nasabah dan penyaluran kredit. Total Aset, Liabilitas, dan Ekuitas disajikan dalam jutaan Rupiah.

  • Aset:
    • Total Aset tumbuh menjadi Rp 1.201,65 triliun per 30 Juni 2025, naik dari Rp 1.129,81 triliun pada akhir tahun 2024.
    • Aset terbesar adalah Pinjaman yang Diberikan yang mencapai Rp 742,13 triliun (setelah cadangan kerugian), meningkat dari Rp 737,19 triliun.
    • Obligasi Pemerintah juga menjadi komponen aset yang signifikan, yaitu sebesar Rp 135,12 triliun.
    • Posisi Kas dan Setara Kas pada akhir periode tercatat sebesar Rp 152,25 triliun.
  • Liabilitas:
    • Total Liabilitas meningkat menjadi Rp 1.036,47 triliun dari Rp 962,62 triliun.
    • Sumber utama pendanaan berasal dari Simpanan Nasabah yang tumbuh menjadi Rp 899,86 triliun, naik dari Rp 805,51 triliun pada akhir 2024.
    • Pinjaman yang Diterima tercatat sebesar Rp 39,44 triliun.
  • Ekuitas:
    • Total Ekuitas sedikit menurun menjadi Rp 165,19 triliun dari Rp 167,19 triliun. Penurunan ini antara lain disebabkan oleh pembagian dividen.
  • Ekuitas yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk adalah sebesar Rp 160,37 triliun.

Laporan Laba Rugi

Kinerja profitabilitas BBNI pada semester I 2025 menunjukkan sedikit penurunan laba bersih dibandingkan dengan periode yang sama tahun sebelumnya, meskipun pendapatan bunga bersih tetap bertumbuh.

  • Pendapatan dan Beban Bunga:
    • Pendapatan Bunga tercatat sebesar Rp 33,61 triliun.
    • Beban Bunga sebesar Rp 14,10 triliun.
    • Pendapatan Bunga Bersih tumbuh tipis menjadi Rp 19,52 triliun dari Rp 19,07 triliun pada semester I 2024.
  • Laba Bersih:
    • Laba Operasional tercatat sebesar Rp 12,37 triliun, sedikit menurun dari Rp 12,93 triliun pada periode yang sama tahun lalu.
    • Laba Bersih Tahun Berjalan adalah Rp 10,17 triliun, lebih rendah dibandingkan periode semester I 2024 sebesar Rp 10,76 triliun.
    • Laba yang diatribusikan kepada pemilik entitas induk mencapai Rp 10,09 triliun.
    • Laba per Saham (EPS):
    • Laba per saham dasar untuk periode enam bulan yang berakhir 30 Juni 2025 adalah Rp 271, turun dari Rp 287 pada periode yang sama tahun 2024

Laporan Arus Kas

  • Arus kas BNI menunjukkan perbaikan yang sangat signifikan pada aktivitas operasi, sementara aktivitas pendanaan mencatatkan arus keluar yang besar terutama untuk pembayaran dividen.
  • Arus Kas dari Aktivitas Operasi: Tercatat surplus kas yang sangat kuat sebesar Rp 76,65 triliun, berbalik dari defisit sebesar Rp 51,46 triliun pada periode yang sama tahun 2024.
  • Arus Kas dari Aktivitas Investasi: Kas bersih digunakan sebesar Rp 1,03 triliun, terutama untuk pembelian Obligasi Pemerintah dan aset tetap.
  • Arus Kas dari Aktivitas Pendanaan: Tercatat arus kas keluar bersih sebesar Rp 27,58 triliun. Arus kas keluar ini utamanya disebabkan oleh pembayaran dividen sebesar Rp 13,95 triliun serta pembayaran bersih atas pinjaman yang diterima dan efek-efek yang dijual.
  • Posisi Kas Akhir: Terjadi kenaikan bersih kas dan setara kas sebesar Rp 48,04 triliun, sehingga posisi kas akhir periode menjadi Rp 152,25 triliun.
Rasio Keuangan Penting
Rasio KeuanganHasil H1 2025Hasil Akhir 2024Keterangan
NPL Gross1,95%1,97%Kualitas kredit membaik dengan rasio kredit bermasalah yang rendah dan terus menurun.
CAR (Rasio Kecukupan Modal)21,07%21,40%Permodalan Bank sangat kuat dan berada jauh di atas ketentuan minimum regulator (9,95%)
Loan to Deposit Ratio (LDR)82,5%91,5%Rasio likuiditas sangat sehat, menunjukkan ruang yang cukup untuk ekspansi kredit.
Return on Equity (ROE) – Tahunan12,19%Kemampuan menghasilkan laba dari modal sendiri berada pada level yang baik.

Perhitungan PER dan PBV (Harga Saham Rp 4.220)

Perhitungan valuasi ini didasarkan pada data keuangan per 30 Juni 2025. Laba per saham disetahunkan untuk mencerminkan potensi kinerja setahun penuh.

  • Price to Earnings Ratio (PER)
    • Laba per Saham (EPS) Semester I 2025: Rp 271
    • EPS Disetahunkan: Rp 271 x 2 = Rp 542
    • PER: Harga Saham / EPS Disetahunkan = Rp 4.220 / Rp 542 = 7,79x

  • Price to Book Value Ratio (PBV)
    • Total Ekuitas Induk: Rp 160.368.733 juta
    • Jumlah Saham Beredar (Seri B + Seri C): 37.297.312.916 lembar
    • Nilai Buku per Saham (BVPS): Total Ekuitas / Jumlah Saham = Rp 160.368.733.000.000 / 37.297.312.916 = Rp 4.300

PBV: Harga Saham / BVPS = Rp 4.220 / Rp 4.300 = 0,98x

Kesimpulan

PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk menunjukkan pertumbuhan aset yang solid pada semester pertama 2025, didanai oleh pertumbuhan dana pihak ketiga yang kuat. Meskipun laba bersih sedikit terkoreksi dibandingkan periode yang sama tahun lalu, fundamental bank tetap sehat. Hal ini tercermin dari kualitas aset yang membaik (NPL Gross turun ke 1,95%), permodalan yang sangat kuat (CAR 21,07%), dan likuiditas yang terjaga dengan baik (LDR 82,5%).

Arus kas dari aktivitas operasi yang sangat positif menunjukkan kemampuan inti bisnis bank dalam menghasilkan kas. Dengan harga saham di Rp 4.220, valuasi BBNI tergolong menarik dengan PER 7,79x (setahunan) dan PBV di bawah 1x, yaitu sebesar 0,98x, yang mengindikasikan bahwa harga saham diperdagangkan sedikit di bawah nilai buku per sahamnya.

Mau belajar cara pilih saham yang sehat & potensial secara teknikal dan fundamental? Mulai dari sini!

https://bit.ly/pintarsahamid

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here