Manajemen menyampaikan right issue masih menunggu pernyataan efektif dari OJK, dengan seluruh dokumen telah dijawab dan diklaim tidak ada perubahan jadwal maupun struktur transaksi. Perusahaan menekankan aksi korporasi ini menjadi bagian penting penguatan permodalan untuk fase ekspansi berikutnya.
Growth engine utama 2026–2027 diarahkan pada PT PFI, terutama penyelesaian proyek submarine cable yang ditargetkan rampung pada Q1 2026 dan sudah menarik banyak pre-booking. Ekspansi lanjutan diprioritaskan pada rute Bali–Lombok, lalu dilanjutkan ke GPI sesuai roadmap.
Mitigasi risiko infrastruktur dilakukan melalui multilayer backup yang menggabungkan submarine cable dan THC, serta kolaborasi dengan backbone lokal. Perusahaan juga memperkuat cybersecurity melalui tim ahli internal sebagai lapisan proteksi tambahan.
INET mengonfirmasi rencana akuisisi sekitar ±53% saham PADA untuk memperkuat ekosistem outsourcing. Langkah ini diposisikan untuk mendukung ekspansi masif dan memperbesar kapasitas eksekusi di lapangan.
Pendapatan konstruksi saat ini masih kecil sekitar Rp1,5 miliar karena proyek PT IAB baru berjalan dua bulan. Namun manajemen menargetkan pendapatan konstruksi dapat melonjak hingga sekitar ±Rp100 miliar pada akhir 2025 seiring percepatan proyek.
Disclaimer : Seluruh konten yang disajikan oleh PintarSaham.id, baik berupa artikel, video, caption media sosial, maupun materi edukasi lainnya, bersifat informatif dan edukatif. Konten ini bukan merupakan ajakan untuk membeli atau menjual efek tertentu, dan tidak dapat dianggap sebagai rekomendasi investasi. PintarSaham.id dan seluruh timnya tidak bertanggung jawab atas segala keputusan investasi yang dibuat berdasarkan informasi dari konten ini. Keputusan investasi sepenuhnya menjadi tanggung jawab masing-masing individu. Penasaran saham mana yang lagi cakep secara fundamental & teknikal? Klik di sini biar nggak ketinggalan cuan!


