Manajemen menyampaikan RAFI mulai masuk ke bisnis buah lokal dan peternakan sebagai bagian dari visi menjadi perusahaan agrifood–seafood terintegrasi. Skema eksekusi masih dikaji dan perusahaan terbuka menjalankan akuisisi maupun kemitraan.
Penguatan teknologi supply chain diprioritaskan untuk mengoptimalkan distribusi bahan baku dan produk F&B ke seluruh Indonesia. Manajemen juga membuka kerja sama dengan koperasi daerah agar pasokan lebih stabil dan rantai pasok lebih efisien.
Pengembangan waralaba dan brand akan diperluas melalui beras premium Rafina, ekspansi Kebab88, serta penguatan EsKabeh Seafood. Tema 2026 “More Impactful & More Valuable” diposisikan sebagai payung strategi untuk menaikkan skala dan kualitas eksekusi.
Prospek industri makanan 2026 dinilai sangat positif seiring fokus pemerintah pada ketahanan pangan. RAFI menargetkan nilai tambah yang lebih besar melalui integrasi hulu–hilir agar margin dan kontrol pasokan lebih kuat.
Strategi 2026 diarahkan pada inovasi produk, perluasan jaringan pasar, dan penguatan kontribusi perusahaan bagi petani, peternak, serta UMKM. Manajemen menegaskan agenda ini juga ditujukan untuk memperkuat nilai bagi pemegang saham melalui pertumbuhan yang lebih berkelanjutan.
Disclaimer : Seluruh konten yang disajikan oleh PintarSaham.id, baik berupa artikel, video, caption media sosial, maupun materi edukasi lainnya, bersifat informatif dan edukatif. Konten ini bukan merupakan ajakan untuk membeli atau menjual efek tertentu, dan tidak dapat dianggap sebagai rekomendasi investasi. PintarSaham.id dan seluruh timnya tidak bertanggung jawab atas segala keputusan investasi yang dibuat berdasarkan informasi dari konten ini. Keputusan investasi sepenuhnya menjadi tanggung jawab masing-masing individu. Penasaran saham mana yang lagi cakep secara fundamental & teknikal? Klik di sini biar nggak ketinggalan cuan!