Manajemen menyampaikan rencana hatchery dipindahkan ke Kulon Progo karena basis PS–GPS berada di Pulau Jawa. Tujuan utamanya meningkatkan efisiensi DOC dan breeding agar margin lebih stabil.
Perusahaan menegaskan belum membangun pabrik pakan sendiri, namun memilih memperkuat kontrak jangka panjang dengan pabrik pakan yang kredibel. Strategi ini diarahkan untuk menjaga stabilitas harga, memastikan kualitas, dan membuat kemitraan peternak lebih konsisten.
Fokus 2026 diarahkan pada pengembangan bisnis layer komersial serta peningkatan kapasitas breeding. Capex diproyeksikan sekitar Rp130 miliar yang didanai melalui kombinasi kerja sama strategis dan akumulasi laba secara bertahap.
Manajemen melihat peluang besar dari program MBG 2026–2027 dan menyiapkan kapasitas RPA serta cold chain untuk menangkap peningkatan permintaan protein hewani nasional. Langkah ini diposisikan untuk memperluas kanal penjualan dan memperkuat value chain.
Perusahaan juga membuka peluang ekspansi di luar DIY secara bertahap dalam 3–5 tahun. Eksekusi ekspansi akan bergantung pada kelayakan pasar serta kemampuan menjaga profitabilitas di wilayah inti terlebih dahulu.
Disclaimer : Seluruh konten yang disajikan oleh PintarSaham.id, baik berupa artikel, video, caption media sosial, maupun materi edukasi lainnya, bersifat informatif dan edukatif. Konten ini bukan merupakan ajakan untuk membeli atau menjual efek tertentu, dan tidak dapat dianggap sebagai rekomendasi investasi. PintarSaham.id dan seluruh timnya tidak bertanggung jawab atas segala keputusan investasi yang dibuat berdasarkan informasi dari konten ini. Keputusan investasi sepenuhnya menjadi tanggung jawab masing-masing individu. Penasaran saham mana yang lagi cakep secara fundamental & teknikal? Klik di sini biar nggak ketinggalan cuan!