Manajemen menyampaikan target 2026 berfokus pada pemulihan kinerja dengan objective seluruh anak usaha mencatat bottom line positif. Arah ini diposisikan untuk meningkatkan kepuasan pemegang saham melalui perbaikan fundamental yang nyata.
Masuknya saham ke papan pemantauan khusus dijelaskan akibat penurunan fundamental serta harga saham yang sempat berada di bawah Rp50. Strategi keluar ditempuh melalui perbaikan keuangan, peningkatan produksi, dan dorongan penjualan agar kinerja kembali normal.
Manajemen juga menyiapkan satu aksi korporasi yang secara khusus diarahkan untuk memperbaiki kondisi ekuitas yang masih negatif. Tujuan akhirnya adalah menormalkan kembali perdagangan saham melalui pemulihan struktur permodalan.
Terkait dividen, manajemen menegaskan pembagian belum bisa dilakukan selama ekuitas belum pulih dan masih terdapat akumulasi rugi. Dividen baru akan dipertimbangkan setelah perusahaan kembali mencetak laba dan posisi ekuitas membaik.
Sebagai landasan optimisme, outlook 2025 disebut menunjukkan tren pemulihan melalui peningkatan kinerja kuartalan. Manajemen menilai momentum ini menjadi basis untuk mendorong perbaikan yang lebih kuat menuju 2026.
Disclaimer : Seluruh konten yang disajikan oleh PintarSaham.id, baik berupa artikel, video, caption media sosial, maupun materi edukasi lainnya, bersifat informatif dan edukatif. Konten ini bukan merupakan ajakan untuk membeli atau menjual efek tertentu, dan tidak dapat dianggap sebagai rekomendasi investasi. PintarSaham.id dan seluruh timnya tidak bertanggung jawab atas segala keputusan investasi yang dibuat berdasarkan informasi dari konten ini. Keputusan investasi sepenuhnya menjadi tanggung jawab masing-masing individu. Penasaran saham mana yang lagi cakep secara fundamental & teknikal? Klik di sini biar nggak ketinggalan cuan!