Manajemen menyampaikan fokus utama 2025–2026 adalah menekan kerugian melalui program efisiensi biaya, terutama pada beban pokok pendapatan seperti reparasi dan pemeliharaan kapal. Perusahaan juga menekankan optimalisasi kontrak berjalan serta penguatan kontrak baru untuk memperbaiki kinerja.
Perusahaan melanjutkan diversifikasi ke sektor non-batubara, termasuk nikel dan mineral lain, sekaligus memperluas fokus ke proyek laut dalam. Manajemen menegaskan basis pelanggan saat ini justru didominasi sektor non-coal, sehingga diversifikasi dianggap selaras dengan permintaan pasar.
Terkait belanja modal, perusahaan menyampaikan belum ada rencana penambahan armada maupun capex baru dalam waktu dekat. Jika terdapat rencana ke depan, manajemen menyatakan akan disampaikan melalui keterbukaan informasi sesuai ketentuan.
Untuk tahun buku berikutnya, target pendapatan dipatok sekitar USD 3,7 juta. Prioritas eksekusi diarahkan pada peningkatan utilisasi kontrak dan disiplin biaya sebagai penggerak utama menuju profitabilitas.
Manajemen juga menegaskan tidak ada rencana aksi korporasi dalam waktu dekat, termasuk yang berdampak pada pencatatan saham. Fokus perusahaan saat ini adalah perbaikan kinerja operasional dan keuangan secara bertahap dan terukur.
Disclaimer : Seluruh konten yang disajikan oleh PintarSaham.id, baik berupa artikel, video, caption media sosial, maupun materi edukasi lainnya, bersifat informatif dan edukatif. Konten ini bukan merupakan ajakan untuk membeli atau menjual efek tertentu, dan tidak dapat dianggap sebagai rekomendasi investasi. PintarSaham.id dan seluruh timnya tidak bertanggung jawab atas segala keputusan investasi yang dibuat berdasarkan informasi dari konten ini. Keputusan investasi sepenuhnya menjadi tanggung jawab masing-masing individu. Penasaran saham mana yang lagi cakep secara fundamental & teknikal? Klik di sini biar nggak ketinggalan cuan!