Manajemen menyampaikan proyeksi revenue dan EPS 2025 mengikuti tren kinerja hingga September, dengan dividen interim sudah dibagikan sebesar Rp28 per saham. Keputusan dividen final masih menunggu persetujuan RUPS sesuai ketentuan.
Terkait keamanan siber, manajemen mengingatkan BFIN pernah mengalami cyber-attack besar pada 2023 sehingga mitigasi kini diperkuat. Penguatan dilakukan lewat empat set data backup, sistem password security, serta investasi IT sekitar Rp200–300 miliar untuk meningkatkan proteksi dan ketahanan sistem.
Kebijakan dividen disebut memiliki dividend payout ratio sekitar 60%, namun angka final tetap ditentukan pemegang saham melalui RUPS. Manajemen menekankan fleksibilitas kebijakan akan mempertimbangkan kondisi bisnis dan kebutuhan permodalan.
Program buyback saham periode Agustus–Oktober 2025 dinyatakan telah selesai. Kelanjutan buyback akan dievaluasi berdasarkan kondisi pasar dan kebutuhan perusahaan agar keputusan tetap optimal.
Fokus 2026 diarahkan pada penurunan Cost of Credit dan penguatan risk management berbasis data serta teknologi. Perusahaan juga menargetkan pengembangan ekosistem bisnis untuk meningkatkan efektivitas operasional dan kualitas pertumbuhan secara berkelanjutan.
Disclaimer : Seluruh konten yang disajikan oleh PintarSaham.id, baik berupa artikel, video, caption media sosial, maupun materi edukasi lainnya, bersifat informatif dan edukatif. Konten ini bukan merupakan ajakan untuk membeli atau menjual efek tertentu, dan tidak dapat dianggap sebagai rekomendasi investasi. PintarSaham.id dan seluruh timnya tidak bertanggung jawab atas segala keputusan investasi yang dibuat berdasarkan informasi dari konten ini. Keputusan investasi sepenuhnya menjadi tanggung jawab masing-masing individu. Penasaran saham mana yang lagi cakep secara fundamental & teknikal? Klik di sini biar nggak ketinggalan cuan!