PT Petrosea Tbk (PTRO) mencatatkan kenaikan laba bersih signifikan sepanjang sembilan bulan pertama tahun 2025. Berdasarkan laporan keuangan per 30 September 2025, laba bersih perseroan mencapai US$ 8,19 juta, naik lebih dari dua kali lipat dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya sebesar US$ 3,15 juta.
Meski demikian, peningkatan laba ini lebih banyak ditopang oleh keuntungan non-operasional, terutama dari selisih kurs valuta asing, bukan dari perbaikan kinerja operasional utama perusahaan.
Pendapatan Tumbuh, Tapi Margin Tergerus
Sepanjang Januari–September 2025, PTRO membukukan pendapatan sebesar US$ 603,84 juta, meningkat 18,4% secara tahunan (year on year) dari US$ 509,91 juta pada periode yang sama tahun 2024. Namun, beban pokok pendapatan justru naik lebih tinggi, yakni 21% menjadi US$ 530,09 juta. Kondisi ini membuat margin laba kotor turun dari 14,1% menjadi 12,2%.
Penurunan margin menandakan bahwa pertumbuhan pendapatan PTRO belum sepenuhnya diikuti dengan peningkatan efisiensi biaya. Kenaikan volume proyek pertambangan dan konstruksi memang berkontribusi pada pendapatan, tetapi juga menambah beban operasional seperti biaya bahan bakar, perawatan alat berat, dan tenaga kerja.
Laba Bersih Naik Berkat Selisih Kurs
Kenaikan laba bersih PTRO lebih banyak dipengaruhi oleh keuntungan kurs dan pendapatan lain-lain. Dalam laporan laba rugi, terdapat “keuntungan lain-lain” sebesar US$ 8,04 juta, berbanding terbalik dengan periode sebelumnya yang mencatat rugi US$ 2,20 juta.
Manajemen menjelaskan bahwa keuntungan ini sebagian besar berasal dari pergerakan nilai tukar dolar AS terhadap rupiah, yang menyebabkan penyesuaian positif pada aset dan liabilitas berbasis dolar.
Jika komponen non-operasional ini dikecualikan, maka laba bersih operasional PTRO relatif stagnan, karena margin laba usaha tidak mengalami peningkatan berarti dibanding tahun lalu.
Arus Kas Operasi Menyempit
Dari sisi likuiditas, arus kas bersih dari aktivitas operasi hanya tercatat US$ 141 ribu, turun tajam dibandingkan US$ 11,2 juta pada periode yang sama tahun sebelumnya.
Penurunan ini disebabkan oleh meningkatnya pembayaran bunga dan biaya proyek yang belum sepenuhnya dikonversi menjadi penerimaan kas. Artinya, meskipun secara akuntansi perusahaan mencatat laba, kemampuan menghasilkan uang tunai dari kegiatan operasional masih terbatas.
Ekspansi Masih Berlanjut
Dari laporan posisi keuangan, total aset PTRO meningkat tajam menjadi US$ 1,39 miliar dari US$ 867 juta di akhir 2024. Lonjakan ini didorong oleh pembelian alat berat dan proyek baru di sektor pertambangan dan energi.
Di sisi lain, total liabilitas juga naik menjadi US$ 1,13 miliar, dengan peningkatan pinjaman jangka panjang hingga US$ 485,6 juta. Hal ini membuat rasio utang terhadap ekuitas mendekati tiga kali, menandakan tingkat leverage yang cukup tinggi.
Kesimpulan
Secara keseluruhan, laporan keuangan PT Petrosea menunjukkan pertumbuhan pendapatan dan laba bersih secara nominal, tetapi kualitas laba perlu dicermati lebih lanjut. Kenaikan beban pokok yang lebih tinggi dari pertumbuhan pendapatan menekan margin kotor, sementara kenaikan laba bersih lebih banyak berasal dari faktor non-operasional seperti keuntungan selisih kurs.
Kondisi ini mengindikasikan bahwa perbaikan profitabilitas PTRO pada 2025 belum sepenuhnya mencerminkan peningkatan efisiensi operasional, melainkan dipengaruhi oleh faktor eksternal yang bersifat sementara.
Disclaimer : Seluruh konten yang disajikan oleh PintarSaham.id, baik berupa artikel, video, caption media sosial, maupun materi edukasi lainnya, bersifat informatif dan edukatif. Konten ini bukan merupakan ajakan untuk membeli atau menjual efek tertentu, dan tidak dapat dianggap sebagai rekomendasi investasi. PintarSaham.id dan seluruh timnya tidak bertanggung jawab atas segala keputusan investasi yang dibuat berdasarkan informasi dari konten ini. Keputusan investasi sepenuhnya menjadi tanggung jawab masing-masing individu.
Penasaran saham mana yang lagi cakep secara fundamental & teknikal? Klik di sini biar nggak ketinggalan cuan!