PT Jasa Marga (Persero) Tbk (JSMR) telah merilis laporan keuangan interim untuk periode yang berakhir pada 31 Maret 2026. Artikel ini menyajikan evaluasi mendalam mengenai kinerja keuangan JSMR serta posisi valuasinya di pasar modal saat ini.
Analisis Komprehensif Kinerja Keuangan JSMR
Kinerja keuangan JSMR pada kuartal pertama tahun 2026 menunjukkan dinamika yang menarik antara pertumbuhan pendapatan inti dan penurunan laba bersih yang dapat diatribusikan. Berikut adalah rincian posisi keuangan dan hasil usaha perusahaan.
A. Laporan Posisi Keuangan (Neraca)
| Dalam Jutaan IDR | 31 Maret 2026 (Q1) | 31 Desember 2025 (FY) | Perubahan (%) |
| Total Aset | 160.538.245 | 159.995.286 | 0,34% |
| Aset Lancar | 8.681.120 | 9.268.670 | -6,34% |
| Aset Tidak Lancar | 151.857.125 | 150.726.616 | 0,75% |
| Total Liabilitas | 97.078.434 | 97.633.569 | -0,57% |
| Liabilitas Jangka Pendek | 14.960.733 | 15.995.857 | -6,47% |
| Liabilitas Jangka Panjang | 82.117.701 | 81.637.712 | 0,59% |
| Total Ekuitas | 63.458.811 | 62.361.717 | 1,76% |
Total aset perusahaan mengalami kenaikan tipis sebesar 0,34% yang didorong oleh peningkatan hak pengusahaan jalan tol. Struktur aset tetap didominasi oleh aset tidak lancar, khususnya hak konsesi jalan tol yang mencapai Rp141,55 triliun.
Liabilitas jangka pendek mengalami penurunan signifikan sebesar 6,47%, terutama karena berkurangnya beban akrual. Penurunan utang jangka pendek ini membantu memperbaiki profil likuiditas perusahaan secara bertahap di awal tahun 2026.
Total ekuitas tumbuh 1,76% menjadi Rp63,46 triliun. Pertumbuhan ekuitas ini utamanya berasal dari akumulasi saldo laba yang belum ditentukan penggunaannya selama periode berjalan.
B. Laporan Laba Rugi
| Dalam Jutaan IDR | Q1 2026 | Q1 2025 | Perubahan YoY (%) |
| Pendapatan | 6.448.145 | 7.019.428 | -8,14% |
| Laba Bruto | 2.933.475 | 2.679.050 | 9,50% |
| Laba Usaha | 2.442.857 | 2.257.820 | 8,19% |
| Laba Bersih* | 774.660 | 927.651 | -16,49% |
| EPS (Rupiah Penuh) | 107 | 128 | -16,41% |
*Laba tahun berjalan yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk.
Pendapatan total mengalami penurunan sebesar 8,14% dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Penurunan ini disebabkan oleh merosotnya pendapatan konstruksi dari Rp2,39 triliun menjadi Rp1,34 triliun.
Meskipun pendapatan total turun, laba bruto justru meningkat 9,50% karena pendapatan tol tumbuh positif. Pendapatan tol naik dari Rp4,30 triliun menjadi Rp4,71 triliun, yang mencerminkan peningkatan volume lalu lintas.
Laba bersih yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk terkoreksi sebesar 16,49%. Hal ini dipengaruhi oleh kenaikan biaya keuangan serta beban pajak penghasilan yang lebih tinggi dibandingkan kuartal I 2025.
C. Analisis Rasio Keuangan
| Rasio | Nilai (Q1 2026) | Interpretasi Singkat |
| Current Ratio | 0,58x | Likuiditas jangka pendek masih di bawah standar 1,0x. |
| Quick Ratio | 0,57x | Kemampuan memenuhi kewajiban tanpa persediaan cukup ketat. |
| Margin Laba Kotor | 45,49% | Efisiensi biaya operasional tol sangat baik. |
| Margin Laba Bersih | 12,01% | Kemampuan menghasilkan laba bersih dari pendapatan total. |
| ROA (Disetahunkan) | 2,77% | Efektivitas aset dalam menghasilkan laba bersih total. |
| ROE (Disetahunkan) | 8,36% | Tingkat pengembalian investasi bagi pemegang saham induk. |
| DER | 1,53x | Struktur modal didominasi utang, umum bagi industri infrastruktur. |
Rasio likuiditas (Current Ratio) sebesar 0,58x menunjukkan bahwa aset lancar belum cukup untuk menutupi liabilitas jangka pendek secara penuh. Kondisi ini merupakan karakteristik umum pada perusahaan jalan tol yang memiliki aset produktif jangka panjang namun kewajiban jangka pendek yang rutin.
Profitabilitas di level operasional sangat solid dengan Gross Profit Margin mencapai 45,49%. Efisiensi ini didorong oleh peningkatan proporsi pendapatan tol yang memiliki margin lebih tinggi dibandingkan pendapatan konstruksi.
Rasio utang terhadap ekuitas (Debt to Equity Ratio) sebesar 1,53x tergolong moderat dan masih dalam batas wajar untuk sektor infrastruktur. Perusahaan terus melakukan pengelolaan utang bank dan obligasi secara aktif untuk menjaga stabilitas arus kas.
D. Valuasi Saham
Valuasi dihitung berdasarkan harga penutupan 29 April 2026 sebesar Rp3.140.
| Indikator | Nilai | Interpretasi |
| PER (Disetahunkan) | 7,34x | Relatif murah dibandingkan rata-rata historis industri. |
| PBV | 0,61x | Harga saham diperdagangkan di bawah nilai bukunya (discount). |
Berdasarkan data tersebut, saham JSMR diperdagangkan dengan PBV sebesar 0,61x, yang berarti harga pasar lebih rendah daripada nilai ekuitas per sahamnya. Valuasi ini dapat dikategorikan sebagai diskon atau di bawah nilai wajar secara fundamental.
PER sebesar 7,34x menunjukkan bahwa investor membutuhkan waktu sekitar 7 tahun untuk mengembalikan modal melalui laba bersih perusahaan. Angka ini relatif menarik bagi investor jangka panjang yang mencari saham perusahaan infrastruktur pelat merah dengan dominasi pasar yang kuat.
Kesimpulan
Kinerja JSMR pada kuartal I 2026 mencerminkan transisi dari fase konstruksi masif menuju fase pengoperasian tol yang lebih menguntungkan. Meskipun laba bersih secara YoY mengalami penurunan, pertumbuhan pendapatan tol sebesar 9,38% menjadi indikator fundamental yang positif bagi keberlangsungan arus kas operasional.
Investor perlu memperhatikan manajemen utang dan beban bunga yang masih menjadi penekan utama laba bersih perusahaan.
Profil Singkat Perusahaan
PT Jasa Marga (Persero) Tbk merupakan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) pionir dan terbesar di bidang pengelolaan jalan tol di Indonesia. Didirikan pada tahun 1978, perusahaan saat ini mengoperasikan sebagian besar ruas tol utama di Indonesia, termasuk jaringan Tol Trans Jawa dan berbagai tol metropolitan.
Selain bisnis utama jalan tol, perusahaan juga mengembangkan bisnis pendukung melalui entitas anak seperti pengelolaan rest area dan jasa pemeliharaan jalan.
Disclaimer: Seluruh konten yang disajikan oleh PintarSaham.id, baik berupa artikel, video, caption media sosial, maupun materi edukasi lainnya, bersifat informatif dan edukatif. Konten ini bukan merupakan ajakan untuk membeli atau menjual efek tertentu, serta tidak dapat dianggap sebagai rekomendasi investasi. Keputusan investasi sepenuhnya menjadi tanggung jawab masing-masing individu.
Informasi tentang saham tersedia di banyak tempat, tetapi tanpa kerangka berpikir yang jelas, proses pengambilan keputusan tetap tidak mudah. PintarSaham membantu menyusun cara berpikir investor yang lebih sistematis dan berbasis data.
Masih Bingung? Tanya Admin