- Perseroan menargetkan laba sebesar 10% dari setiap kontrak baru yang diperoleh pada tahun 2025.
- Strategi menghadapi potensi denda keterlambatan dilakukan dengan efisiensi proyek dan pemantauan progres harian.
- Fungsi kontrol diperkuat menggunakan pendekatan berbasis data untuk mengurangi risiko keterlambatan proyek.
- Jika terjadi denda, perseroan membuka peluang banding kepada pemberi kerja sesuai kondisi lapangan.
Lagi cari saham yang prospeknya oke dan gak cuma “katanya”? Coba cek ini deh.