Menyaring Noise, Memberi Insight.

Dapatkan watchlist, analisis, dan insight harian terstruktur di PintarSaham.

HomeInsightKisruh Manajemen, Indosterling Technomedia (TECH) Gelar Rights Issue 502 Juta Saham

Kisruh Manajemen, Indosterling Technomedia (TECH) Gelar Rights Issue 502 Juta Saham

JAKARTA. PT Indosterling Technomedia Tbk (TECH) mengumumkan rencana penambahan modal melalui Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (HMETD) atau rights issue. Perseroan berencana menerbitkan maksimal 502.520.000 saham baru.

Rencana ini diumumkan di tengah kondisi perseroan yang sedang bermasalah. Aksi korporasi ini dilakukan sehubungan dengan pengunduran diri serentak Direktur Utama, Direktur, dan Komisaris, serta putusan pidana penjara 10 tahun terhadap Komisaris Utama perseroan.

Manajemen TECH menyatakan bahwa peristiwa ini berdampak langsung terhadap kinerja operasional dan keuangan. Oleh karena itu, rights issue ini diharapkan dapat memperkuat struktur permodalan secara signifikan.

Rencana ini akan meminta persetujuan pemegang saham dalam Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) yang akan diselenggarakan pada Kamis, 18 Desember 2025.

Fokus Pemulihan Kinerja

Seluruh dana bersih yang diperoleh dari pelaksanaan rights issue ini akan difokuskan untuk memulihkan kondisi perusahaan. Berikut adalah rincian rencana penggunaan dana:

  • Memulihkan kinerja keuangan dan operasional perseroan.
  • Memenuhi kewajiban (utang) kepada pihak-pihak ketiga.
  • Mempersiapkan pengembangan kegiatan usaha baru.
  • Melakukan rekrutmen karyawan.
  • Mempersiapkan sarana dan prasarana baru, khususnya tempat kegiatan usaha yang lebih layak.

Jika masih ada sisa dana, akan digunakan untuk kebutuhan lain yang mendukung pertumbuhan usaha di masa depan.

Waspada Dilusi

Bagi pemegang saham lama, penting untuk memperhatikan risiko dilusi. Perseroan akan menerbitkan 502,52 juta saham baru dengan harga Rp50,00 per saham.

  • Risiko Dilusi: Pemegang saham yang tidak melaksanakan haknya akan mengalami penurunan (dilusi) persentase kepemilikan saham.
  • Standby Buyer: Jika ada saham yang tidak diambil oleh pemegang saham lama, sisa saham baru tersebut akan dibeli oleh pembeli siaga (standby buyer).
  • Perubahan Pengendali: Ketidakikutsertaan pemegang saham lama dalam rights issue ini dapat mengubah pengendalian atas perseroan.

Pelaksanaan rights issue ini akan dilakukan dalam jangka waktu 12 bulan setelah mendapat persetujuan RUPSLB dan pernyataan pendaftaran dari OJK dinyatakan efektif.

Pihak perseroan menegaskan bahwa transaksi ini bukan merupakan transaksi material ataupun transaksi afiliasi.

Disclaimer : Seluruh konten yang disajikan oleh PintarSaham.id, baik berupa artikel, video, caption media sosial, maupun materi edukasi lainnya, bersifat informatif dan edukatif. Konten ini bukan merupakan ajakan untuk membeli atau menjual efek tertentu, dan tidak dapat dianggap sebagai rekomendasi investasi. PintarSaham.id dan seluruh timnya tidak bertanggung jawab atas segala keputusan investasi yang dibuat berdasarkan informasi dari konten ini. Keputusan investasi sepenuhnya menjadi tanggung jawab masing-masing individu.

Penasaran saham mana yang lagi cakep secara fundamental & teknikal? Klik di sini biar nggak ketinggalan cuan!

https://bit.ly/pintarsahamid

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here