Menyaring Noise, Memberi Insight.

Dapatkan watchlist, analisis, dan insight harian terstruktur di PintarSaham.

HomeInsightKisah Nego CDIA Harga 800 Rupiah

Kisah Nego CDIA Harga 800 Rupiah

IPO CDIA di bulan Juli 2025 ini bukan sekadar cerita saham biasa. Ini udah masuk kategori legenda urban di dunia pasar modal Indonesia. Semua dimulai dari nama besar yang ada di baliknya, yaitu Prajogo Pangestu. Begitu nama itu nempel di satu perusahaan, langsung muncul ekspektasi cuan kilat, harga ARA berhari-hari, dan janji surgawi yang bikin ratusan ribu investor retail siap pasang dana. Dan benar saja, IPO CDIA diburu lebih dari 500 ribu investor. Harga penawarannya cuma Rp190, dan jumlah saham yang dilepas sekitar 2,2 miliar lembar. Oversubscribe? Jangan ditanya. Ini udah lebih dari sekadar rebutan, ini semacam peristiwa nasional.

Hari pertama listing, CDIA langsung nempel ARA. Hari kedua masih ARA lagi. Semoga hari ketiga ini ARA lagi. Amiin.

Siapa yang dapet alokasi auto senyum-senyum. Market reguler kering kerontang, gak bisa beli, cuma bisa nonton harga naik. Tapi di tengah-tengah euforia itu, muncul satu cerita dari komunitas External Community Pintar Nyangkut di Telegram yang langsung jadi pembicaraan semua orang. Salah satu member, kita samarkan saja namanya jadi A, ngaku dia dapet alokasi 25 lot IPO. Dengan modal Rp475.000, dia iseng pasang harga jual Rp800 di pasar negosiasi. Sebuah harga yang absurd banget, karena saat itu harga pasar reguler CDIA udah turun ke Rp320. Dan yang bikin semua orang melongo, ada yang beli. Transaksinya settle. Cuan beneran.

Gak ada strategi canggih. Gak ada indikator teknikal. Cuma iseng masang harga tinggi, dan tiba-tiba ada orang entah siapa, rela ngeluarin uang Rp2 juta buat beli saham yang di pasar reguler bisa dibeli cuma sepertiganya. Buat si A, itu adalah cuan plus 321 persen dalam waktu dua hari. Bagger empat kali. Gak pakai analisis ribet. Gak pakai ribet jebol resistance. Cuma hoki dan momentum.

Dan yang paling manusiawi dari cerita ini, dia gak jual semua. Si A masih nyisain satu lot buat kenang-kenangan. Satu lot, 100 lembar, yang waktu harga ARA nilainya Rp80.000. Sekarang di harga Rp320, lot kenang-kenangan itu tinggal Rp32.000 nilainya. Tapi bukan soal angka, ini soal simbol. Simbol bahwa pernah ada masa dia cuan besar dalam dua hari karena satu keputusan iseng yang kebetulan pas.

Lalu muncul pertanyaan besar. Kok bisa ada yang beli di harga Rp800 lewat pasar negosiasi padahal harga reguler Rp320? Beberapa skenario muncul. Mungkin pembelinya adalah investor newbie yang gak ngerti beda pasar. Mungkin dia kehabisan saham di pasar reguler dan terlalu FOMO buat masuk. Mungkin juga karena narasi yang beredar di sosial media terlalu kuat, seperti CDIA anak Prajogo bakal kayak BREN bisa ke 1000 dalam seminggu. Bisa juga karena kesalahan input harga. Atau kalau kita buka sisi gelap bursa, mungkin itu wash trade, transaksi antar akun sendiri untuk bikin ilusi harga tinggi supaya retail lain ikut panik beli.

Dan lucunya, euforia ini melahirkan cerita-cerita ajaib lain. Di Threads ada yang ngaku punya 40 lot CDIA dan bilang udah siap beli rumah di PIK 2. Padahal 40 lot itu cuma 4.000 lembar. Kalaupun dijual di harga tertinggi Rp800, total duitnya cuma Rp3,2 juta. Realistisnya, itu baru cukup buat beli pot tanaman hias di depan rumah PIK 2, bukan rumahnya. Tapi begitulah efek IPO euforia. Begitu dapet cuan, imajinasi langsung loncat ke langit. Dari modal ratusan ribu, udah mimpi beli properti miliaran.

IPO CDIA jadi pelajaran mahal. Tapi bukan buat yang dapet alokasi. Justru buat mereka yang beli di harga tinggi, terutama di pasar negosiasi. Pasar itu keras. Dan dalam momen euforia kayak gini, kecepatan masuk dan sadar diri untuk keluar jauh lebih penting dari apapun. Cuan besar bisa nyata, tapi boncos juga bisa brutal. Dan si A yang cuma iseng pasang harga jual Rp800, sekarang jadi semacam simbol dari momen langka di pasar Indonesia. Saat di mana logika berhenti, dan yang jalan cuma dorongan takut ketinggalan.

Kalau nanti suatu hari dia buka portofolionya dan lihat masih ada satu lot CDIA nyangkut di sana, dia mungkin bakal senyum sendiri. Karena itu bukan sisa. Itu bukti sejarah. Bukti bahwa pernah ada hari di tahun 2025, saat dia jual saham IPO di harga empat kali lipat, cuma karena iseng, dan ada orang yang benar-benar mau beli.

Penasaran saham mana yang lagi cakep secara fundamental & teknikal? Klik di sini biar nggak ketinggalan cuan!

https://bit.ly/pintarsahamid

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here