ININEn +62831-1918-1386 Mon - Fri 10:00-18:00s +62831-1918-1386
Info@pintarsaham.id
Sertifikasi Internasional
CFP@ | Certificate Financial Planner
Team Berpengalaman
Lebih dari 7 tahun
Kontak Kami

Kisah Bandara Kualanamu vs Bandara GGRM

Kisah Bandara Kualanamu vs Bandara GGRM

Groundbreaking

Groundbreaking Kualanamu terjadi di 5 September 2006. Bertepatan dengan peringatan satu tahun jatuhnya pesawat Mandala Airlines yang turut merenggut nyawa Gubernur Sumatera Utara (Sumut) HT Rizal Nurdin. Waktu itu mantan Gubernur Inal Siregar juga meninggal di kecelakaan

Pembangunan Bandara Kuala Namu sudah menjadi skala prioritas di zaman SBY. Dananya awalnya sudah dialokasikan pemerintah. Kombinasi pendanaannya diharapkan dari dana multibilateral, yakni perpaduan dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN), Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) juga dari Asian Development Bank (ADB) dan Bank Dunia. Namun, alternatif lainnya juga ada ditawarkan pemerintah untuk pembangunan bandara ini kepada investor yang sudah berniat ikut membangun bandara tersebut.

Untuk air site akan didanai dari APBN dengan cara pemerintah meminjam dari negara asing. Sedangkan untuk pembangunan line site 70% dari investor dan 30% dari PT Angkasa Pura II. Pada Juni 2006, PT Angkasa Pura II melakukan ground breaking atau pematangan lahan jalan akses utama ke Bandara Kuala Namu dengan menganggarkan dana Rp 6 miliar. Sementara pembangunan jalan tol, rel kereta api dan jalan alternatif lainnya bersumber dana dari pemerintah.

Luas Kualanamu

Luas areal Kualanamu mencapai 1.365 hektar, beda sedikit dengan Soekarno-Hatta yang memiliki luas sekitar 1.800 hektar.

Progress

Di 2013, Kementerian Perhubungan menyatakan pembangunan Bandar Udara Internasional Kualanamu, Deli Serdang, Sumatera Utara, telah menghabiskan anggaran Rp 5,8 triliun. Pengerjaannya dilakukan bertahap selama lebih dari enam tahun.

2006 Groundbreaking, 2013 baru selesai.

Pembiayaan pembangunan bandara tersebut merupakan hasil kerjasama Kementerian Perhubungan dan PT Angkasa Pura II. Sebanyak 59 persen pembiayaan berasal dari Kementerian Perhubungan. Sementara itu, 41 persen atau Rp 2,5 triliun ditanggung oleh Angkasa Pura II.

Terhitung pukul 00.01 WIB pada 25 Juli 2013,  Kualanamu resmi beroperasi dengan three code letter KNO. Dengan panjang landasan 3.750 x 60 meter, Bandara Internasional Kualanamu dapat didarati pesawat berbadan lebar seperti Boeing 747-400 dan Airbus A380.

Rencana Capex Masa Depan Kualanamu

PT Angkasa Pura II (Persero) atau AP II menyebut total belanja modal yang dibutuhkan untuk pengembangan Bandara Internasional Kualanamu di Deli Serdang, Sumatra Utara bakal mencapai Rp12 triliun.

Pengembangan akan dilakukan AP II dan mitra strategis terpilih.

Kapasitas Penumpang

Dengan capex tersebut akan ada peningkatan kapasitas penumpang dari saat ini 9 juta penumpang/tahun menjadi 17 juta penumpang/tahun (Tahap I), 30 juta penumpang/tahun (Tahap II), dan 42 juta penumpang/tahun (Tahap III).

Bandara GGRM
Lokasi

Bandara Dhoho di Kediri ini fibangun di Desa Grogol, Kecamatan Grogol dan Desa Bulusari, Kecamatan Tarokan Kabupaten Kediri. Jarak Desa Grogol ke Pusat Kota Kediri sekitar 13 km dengan waktu tempuh sekitar 30 menit.

Sementara jarak dari Juanda Sidoarjo sekitar 120 km dengan waktu tempuh 1,5 hingga 2 jam perjalanan via jalan tol. Sedangkan jarak dari Abdurahman Saleh Malang sekitar 87 km dengan waktu tempuh perjalanan darat 3 hingga 4 jam.

Pembangunan Bandara di Kediri ini sangat potensial karena dapat menjadi alternatif penerbangan setelah Bandara Juanda di Jawa Timur. Dapat menjadi gerbang kedua di wilayah Jawa Timur, terutama dapat membuka area ke wilayah Tulung Agung, Blitar, Ponorogo, Trenggalek, Madiun, Magetan dan lain lain.

Groundbreaking

PT Gudang Garam Tbk (GGRM)  melaksanakan Ground breaking pada Rabu 15 April 2020. Persis di zaman Covid-19.

Rencana Anggaran

Dari sebelumnya dipatok senilai Rp 1 triliun-Rp 10 triliun, anggaran dipersempit menjadi Rp 6 triliun-Rp 9 triliun, termasuk di dalamnya dana pembebasan lahan. Hingga September 2021, total investasi sudah mencapai 6 Triliun.

Proyeksi Selesai

Pembangunan Bandara Dhoho di Kediri, Jawa Timur ditargetkan selesai pada Desember 2021. Namun rencana operasional awal 2023.

PT Angkasa Pura I (AP I) menggandeng PT Gudang Garam Tbk (GGRM) sebagai mitra pembangunan bandara Dhoho. Pada Maret 2020 lalu, AP I dan Gudang Garam telah melakukan penandatanganan nota kesepakatan (MOU) terkait rencana kerja sama pengelolaan Bandara Kediri tersebut.

Rencananya Bandara Dhoho sebagai bagian dari multi-airport system di wilayah Jawa Timur untuk melayani pertumbuhan lalu lintas penumpang (passenger traffic). Nantinya AP I akan bertindak sebagai mitra operator bandara yang masuk dalam proyek strategis nasional (PSN) itu.

Luas Bandara

Pada tahap awal, Bandara Dhoho Kediri direncanakan akan dibangun seluas 13.558 meter persegi dari luas total lahan bandara 321 hektar

Kapasitas Penumpang

Rencana awal kapasitas bandara Gudang Garam adalah sekitar 1,5 juta – 2,5 juta penumpang per tahun. Dengan dimensi runway 3.300 meter x 45 meter, Bandara Dhoho dapat menampung 8 pergerakan pesawat pada pada jam sibuk dan dapat menjadi alternatif ketika terdapat obstacles di bandara-bandara di Jawa Timur.

Target BEP

Direktur Gudang Garam Istata Taswin Siddharta mengatakan, sampai saat ini Gudang Garam belum menetapkan masa konsesi di Bandara Dhoho. Namun, menurut kajian dan perhitungan Gudang Garam, lama masa konsesi diperlukan lebih dari 50 tahun.

Komentar

Biaya pembangunan Kualanamu mirip dengan biaya biaya pembangunan bandara GGRM. Di kisaran 5-6 Triliun. Bedanya adalah di luas bandara. Kualanamu jauh lebih besar jika dibandingkan dengan bandara Gudang Garam. 1800 hektar vs 321 hektar. Tapi biaya pembangunannya mirip. Mungkin itu terkait dengan biaya pembebasan lahan dan inflasi barang konstruksi. Kualanamu dibangun di 2006 tentu inflasi zaman itu beda dengan inflasi 2020-2021. Dan harga tanah di sekitar Kualanamu waktu pembebasan mungkin lebih rendah jika dibandingkan dengan biaya pembebasan lahan di sekitar Kediri.

Perbedaan berikutnya adalah di masa pembangunan. Kualanamu butuh waktu 7 tahun untuk rampung, Dhoho mungkin bisa lebih cepat dari itu. Pembangunan 2020, di sekitar 2023 bisa beroperasi. Hanya 3 tahun saja. Mungkin itu terkait luas landasan pacu dan kapasitas bandara. Kualanamu lebih luas dan kapasitas penumpang 9 juta orang sedangkan bandara GGRM kapasitas penumpang hanya 1,5-2,5 juta orang.

Jika ingin mendapatkan data analisis Laporan Keuangan Kuartalan bisa pesan di sini atau menghubungi Whatsapp Admin Pintarsaham.id +62 831-1918-1386

Bila ingin mendaftar menjadi member Pintarsaham.id bisa ke link ini atau hubungi Admin Pintarsaham.id via WA +62 831-1918-1386 atau dengan Buka rekening saham di Sucor Sekuritas di sini dengan menggunakan referal TIRA2. Sedangkan jika ingin Trading Kripto bisa daftar di sini

Jika anda menyukai artikel ini jangan lupa untuk berlangganan di Youtube Channel Pintar Saham dan nantikan video edukasi tentang saham di channel tersebut. Jangan lupa melihat Facebook Fan Page Pintar Saham Indonesia dan Instagram Pintar Saham @pintarsaham.id

Disclaimer :

Penyebutan nama saham (jika ada) tidak bermaksud untuk memberikan penilaian bagus buruk, atau pun rekomendasi jual beli atau tahan untuk saham tertentu. Tujuan pemberian contoh adalah untuk menunjukkan fakta yang menguatkan opini penulis. Kinerja Masa Lalu tidak menjadi jaminan akan kembali terulang pada masa yang akan datang. Semua data dan hasil pengolahan data diambil dari sumber yang dianggap terpercaya dan diolah dengan usaha terbaik. Meski demikian, penulis tidak menjamin kebenaran sumber data. Data dan hasil pengolahan data dapat berubah sewaktu-waktu tanpa adanya pemberitahuan. Seluruh tulisan, komentar dan tanggapan atas komentar merupakan opini pribadi.

Leave a Reply