Menyaring Noise, Memberi Insight.

Dapatkan watchlist, analisis, dan insight harian terstruktur di PintarSaham.

HomePengumuman EmitenKinerja TRJA Sepanjang 2022

Kinerja TRJA Sepanjang 2022

Berdasarkan laporan keuangan tahun 2022 yang dipublikasikan, PT Transkon Jaya Tbk mencatatkan 483 miliar di sisi pendapatan, harga komoditas yang menarik memberikan kontribusi terhadap peningkatan pendapatan di banding tahun sebelumnya oleh karena tingginya permintaan penyewaan kendaraan.

Dengan bisnis utama menyewakan kendaraan ringan (LV/4×4 & 4×2) khusus area pertambangan, sepanjang tahun 2022, permintaan kendaraan baik dari existing customer atau customer baru masih terus diterima oleh perseroan

Mengingat juga bahwa sejak tahun 2020 sejak perseroan melantai di Bursa Efek Indonesia, sampai di tahun 2022 ini, perseroan masih terus secara konsisten gencar melakukan ekspansi ke wilayah Indonesia Timur yang hasilnya ditunjukan dengan terus meningkatnya jumlah unit kendaraan milik perusahaan yang beroperasi di seluruh titik wilayah operasional perseroan

Dampak dari permintaan unit dari customer yang terus diterima perusahaan.

Hal ini berbanding lurus dengan peningkatan aset, dampak dari pembelian kendaraan baru yang dilakukan untuk memenuhi permintaan customer, di mana perusahaan membukukan aset senilai 873 Miliar atau meningkat 35% di banding tahun sebelumnya

Di sisi lain pembelian kendaraan baru ini tentu memicu peningkatan hutang, dimana perusahaan membukukan total hutang di angka 523 miliar.

Sepanjang tahun 2022, perusahaan banyak melakukan transformasi dan pembaharuan yang memicu peningkatan pada pos biaya.

Sebagai contoh, peningkatan biaya mining preparation (pemasangan aksesoris safety pada kendaraan) yang berbanding lurus dengan peningkatan jumlah kendaraan, penambahan workshop di beberapa titik operasional, penambahan fasilitas gedung supporting office di Balikpapan, hingga renovasi beberapa kantor perwakilan.

Selain itu, penambahan jumlah karyawan sepanjang tahun 2022 juga menambah biaya operasional.

Peningkatan biaya-biaya ini memberikan kontribusi pada penurunan laba bersih di tahun 2022, dimana perusahaan membukukan laba bersih senilai 35 miliar atau menurun 20% dibandingkan tahun sebelumnya.

Meskipun terjadi penurunan terhadap laba di tahun 2022, perseroan telah berupaya untuk meminimalkan dampak tersebut, sehingga meskipun terjadi penuruan terhadap laba bersih, namun perseroan masih tetap mampu memenuhi kewajiban finansialnya

Seperti pembayaran gaji dan tunjangan hari raya yang selalu tepat waktu, sampai dengan kewajiban finansial terhadap kreditur dan pihak terkait lainnya, selain itu, mengacu kepada prospektus, perusahaan juga akan tetap membagikan dividen atas raihan laba yang dihasilkan perusahaan.

Sebelumnya, perseroan telah berhasil melewati krisis pandemi Covid-19 dengan baik, di mana walaupun saat itu banyak dunia usaha dan dunia industri yang terkena dampak pandemi, namun perseroan masih mampu mempertahankan kinerja perusahaan dengan baik, bahkan di beberapa aspek justru terjadi peningkatan, seperti penambahan jumlah unit kendaraan, persebaran titik operasional dan cangkupan area industri, sampai dengan kemampuan perseroan untuk mempertahankan tenaga kerja dengan tidak melakukan pemutusan hubungan kerja.

Di sisi lain, untuk terus meningkatkan kredibilitas perseroan agar mampu bersaing secara global, selama tahun 2022, perseroan telah melalui tiga proses sertifikasi ISO, yaitu diantaranya ISO 14001:2015 mengenai Manajemen Lingkungan, ISO 45001:2018 mengenai Manajemen K3, dan ISO 37001:2016 mengenai Sistem Manajemen Anti Suap, sehingga sampai saat ini, PT Transkon Jaya Tbk sudah memiliki empat sertifikasi ISO, termasuk ISO 9001:2015 mengenai Sistem Manajemen Mutu yang didapatkan oleh perseroan di tahun 2021 lalu.

Di tahun 2023 ini, perseroan masih akan tetap dengan rencana untuk terus menumbuhkan skala bisnis yang lebih besar, diantaranya melakukan ekspansi bisnis dalam hal perluasan cakupan area wilayah operasional dan perluasan cakupan jenis industri serta menambahkan proporsi penyewaan Bus.

Selain itu, perseroan akan memulai untuk berekspansi di Wilayah Indonesia Barat, dan tentunya akan lebih fokus lagi untuk menjangkau industri Nikel

Sumber : Keterbukaan informasi IDX

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here