Manajemen PT Janu Putra Sejahtera Tbk (AYAM) memberikan penjelasan resmi kepada Bursa Efek Indonesia (BEI) terkait performa keuangan perseroan per Kuartal III-2025 yang mencatatkan rugi dan penurunan pendapatan.
Dalam keterbukaan informasi tanggal 11 Desember 2025, manajemen AYAM mengungkapkan bahwa penurunan kinerja ini tidak lepas dari tekanan industri perunggasan secara umum, bukan karena perubahan fundamental operasional perusahaan.
Manajemen menyebutkan tiga faktor utama yang menekan top line perseroan:
- Harga Livebird Rendah: Momentum Lebaran 2025 yang biasanya menjadi panen raya, justru tidak menghasilkan kenaikan permintaan seperti pola historis. Hal ini berdampak pada harga jual ayam hidup (livebird) yang cenderung rendah.
- Beban Pakan Tinggi: Harga pakan terus mengalami kenaikan. Mengingat komponen pakan menyumbang 70-80% dari total biaya produksi, hal ini menekan margin keuntungan industri secara signifikan.
- Daya Beli Melemah: Terjadi pelemahan daya serap pasar di beberapa wilayah distribusi perseroan, khususnya pada kuartal ketiga tahun ini.
Menanggapi kondisi tersebut, AYAM telah mengambil langkah taktis untuk menjaga arus kas dan stabilitas operasional, di antaranya:
- Penyesuaian Kapasitas: Perseroan melakukan penyesuaian kapasitas produksi pada lini DOC, broiler, dan Rumah Potong Ayam (RPA).
- Pengaturan Siklus Panen: Manajemen mengatur ulang siklus panen agar lebih sesuai dengan kondisi pasar dan menahan pembelian ayam saat harga livebird berada di bawah tingkat keekonomian.
- Diversifikasi: Perseroan mulai memperluas segmen penjualan dengan menyasar pembeli institusional.
Manajemen berharap langkah-langkah efisiensi dan pengelolaan arus kas yang lebih hati-hati ini dapat memberikan dampak positif secara bertahap pada periode selanjutnya.
Disclaimer : Seluruh konten yang disajikan oleh PintarSaham.id, baik berupa artikel, video, caption media sosial, maupun materi edukasi lainnya, bersifat informatif dan edukatif. Konten ini bukan merupakan ajakan untuk membeli atau menjual efek tertentu, dan tidak dapat dianggap sebagai rekomendasi investasi. PintarSaham.id dan seluruh timnya tidak bertanggung jawab atas segala keputusan investasi yang dibuat berdasarkan informasi dari konten ini. Keputusan investasi sepenuhnya menjadi tanggung jawab masing-masing individu. Penasaran saham mana yang lagi cakep secara fundamental & teknikal? Klik di sini biar nggak ketinggalan cuan!