Menyaring Noise, Memberi Insight.

Dapatkan watchlist, analisis, dan insight harian terstruktur di PintarSaham.

HomeAnalisis SahamKinerja Saham BUKK Semester I 2026: Pendapatan Melonjak hingga Rp 2,26 Triliun

Kinerja Saham BUKK Semester I 2026: Pendapatan Melonjak hingga Rp 2,26 Triliun

Saham BUKK mencatatkan lonjakan kinerja keuangan signifikan pada Semester 1 2026 dengan lonjakan laba kotor yang tinggi. Kinerja ini memperkuat posisi keuangan perseroan di industri manufaktur dan konstruksi nasional.

Kinerja Saham BUKK Semester I 2026

Berikut adalah ringkasan Laporan Posisi Keuangan perseroan per 30 Juni 2026 dibandingkan 31 Desember 2025:

A. Laporan Posisi Keuangan (Neraca)

Dalam Ribuan IDRSemester 1 2026FY 2025Perubahan YoY
Total Aset26.046.792.80025.306.221.848+2,93%
Aset Lancar5.258.151.9744.541.812.468+15,77%
Aset Tidak Lancar20.788.640.82620.764.409.380+0,12%
Total Liabilitas17.113.539.28716.610.516.352+3,03%
Liabilitas Jangka Pendek3.368.935.6272.716.323.519+24,03%
Liabilitas Jangka Panjang13.744.603.66013.894.192.833-1,08%
Total Ekuitas8.933.253.5138.695.705.496+2,73%

Aset lancar perseroan mengalami kenaikan sebesar 15,77% yang ditopang oleh peningkatan piutang usaha dan persediaan. Hal ini diikuti peningkatan liabilitas jangka pendek sebesar 24,03% akibat naiknya pinjaman bank jangka pendek.

Secara keseluruhan, struktur modal perseroan tetap stabil dengan pertumbuhan total ekuitas sebesar 2,73%. Posisi modal kerja lancar yang kuat memberikan fleksibilitas operasional bagi perseroan.

B. Laporan Laba Rugi

Dalam Ribuan IDRSemester 1 2026Semester 1 2025Perubahan YoY
Pendapatan2.264.486.3531.156.821.247+95,75%
Laba Kotor1.594.329.241300.560.090+430,45%
Laba Usaha1.327.689.28482.473.496+1.509,85%
Laba Bersih (Entitas Induk)221.247.289359.887.968-38,52%
EPS (Rupiah Penuh)84136-38,24%

Pendapatan perseroan tumbuh melesat sebesar 95,75% yang dibarengi dengan efisiensi beban pokok. Hal tersebut mendorong laba kotor melonjak hingga 430,45% secara tahunan.

Namun, laba bersih diatribusikan ke pemilik entitas induk tertekan kerugian selisih kurs sebesar Rp704,14 miliar. Faktor kerugian nilai tukar tersebut menekan perolehan laba bersih hingga turun 38,52%.

C. Analisis Rasio Keuangan

RasioNilaiInterpretasi Singkat
Current Ratio1,56xLikuiditas jangka pendek berada pada tingkat yang cukup aman.
Quick Ratio1,38xKemampuan membayar kewajiban lancar tanpa persediaan tergolong baik.
Margin Laba Kotor70,41%Efisiensi biaya produksi dan pendapatan proyek tergolong sangat tinggi.
Margin Laba Bersih9,77%Profitabilitas akhir berada di level moderat akibat beban non-operasional.
ROA0,85%Efisiensi penggunaan total aset untuk menghasilkan laba bersih tergolong rendah.
ROE2,48%Pengembalian terhadap modal pemegang saham entitas induk berada di tingkat moderat.
DER1,92xTingkat pengungkit keuangan relatif tinggi karena dominasi beban utang.

Kemampuan likuiditas perseroan terpantau solid untuk mendanai operasional jangka pendek. Profitabilitas dari sisi margin laba kotor sangat baik, meski laba bersih terdistorsi fluktuasi beban non-operasional.

Tingkat utang perseroan yang tebal tefleksi dari nilai DER di level 1,92x. Kondisi ini membutuhkan perhatian pada manajemen risiko suku bunga dan beban keuangan.

D. Valuasi Saham

Berdasarkan harga penutupan tanggal 27 Juli 2026 sebesar Rp1.070:

IndikatorNilaiInterpretasi
PER (Annualized)6,37xValuasi saham tergolong relatif murah (discount) dibanding rata-rata industri.
PBV0,38xSaham diperdagangkan di bawah nilai buku bersihnya (undervalued).

Valuasi saham BUKK berada pada area diskon jika ditinjau dari rasio PER dan PBV. Harga pasar saat ini berada jauh di bawah nilai ekuitas per lembar sahamnya.

Kesimpulan

Perseroan menunjukkan pertumbuhan pendapatan dan laba kotor yang sangat tinggi pada Semester I 2026. Kerugian selisih kurs menjadi faktor utama yang menahan pertumbuhan laba bersih. Valuasi saham BUKK saat ini tergolong murah berdasarkan indikator PER dan PBV.

Profil Singkat Perusahaan

PT Bukaka Teknik Utama Tbk (BUKK) adalah perusahaan manufaktur dan konstruksi terkemuka di Indonesia yang berdiri sejak tahun 1978. Perusahaan berfokus pada penyediaan fasilitas infrastruktur seperti garbarata, menara telekomunikasi, jembatan, serta Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA).

Disclaimer: Seluruh konten yang disajikan oleh PintarSaham.id, baik berupa artikel, video, caption media sosial, maupun materi edukasi lainnya, bersifat informatif dan edukatif. Konten ini bukan merupakan ajakan untuk membeli atau menjual efek tertentu, serta tidak dapat dianggap sebagai rekomendasi investasi. Keputusan investasi sepenuhnya menjadi tanggung jawab masing-masing individu.

Informasi tentang saham tersedia di banyak tempat, tetapi tanpa kerangka berpikir yang jelas, proses pengambilan keputusan tetap tidak mudah. PintarSaham membantu menyusun cara berpikir investor yang lebih sistematis dan berbasis data.

Gabung Sekarang

Masih Bingung? Tanya Admin

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here