Menyaring Noise, Memberi Insight.

Dapatkan watchlist, analisis, dan insight harian terstruktur di PintarSaham.

HomeAnalisis SahamKinerja PT Telekomunikasi Indonesia Tbk (TLKM) Semester I 2025

Kinerja PT Telekomunikasi Indonesia Tbk (TLKM) Semester I 2025

Laporan Posisi Keuangan (Neraca)

Aset

  • Total Aset: Aset perusahaan pada 30 Juni 2025 tercatat sebesar Rp 293.797 miliar, mengalami perubahan sebesar -1,96% dibandingkan dengan posisi pada 31 Desember 2024 yang sebesar Rp 299.675 miliar.
  • Aset Lancar: Aset lancar mengalami turun sebesar -4,28% menjadi Rp 60.378 miliar.
  • Aset Tidak Lancar: Aset tidak lancar turun -1,34% menjadi Rp 233.419 miliar.

Liabilitas

  • Total Liabilitas: Total liabilitas perusahaan tercatat sebesar Rp 145.435 miliar, meningkat sebesar 6,01% dari tahun sebelumnya.
  • Liabilitas Jangka Pendek: Liabilitas jangka pendek mengalami perubahan sebesar 10,73%, menjadi Rp 85.001 miliar.
  • Liabilitas Jangka Panjang: Liabilitas jangka panjang tercatat sebesar Rp 60.434 miliar, mengalami peningkatan sebesar 0,03%.

Ekuitas

  • Total Ekuitas: Ekuitas perusahaan mencapai Rp 148.362 miliar, yang mencatatkan penurunan sebesar -8,70% dibandingkan akhir tahun 2024.

Laporan Laba Rugi

Pendapatan

  • Total Pendapatan: Pada semester 1 2025, pendapatan perusahaan tercatat sebesar Rp 73.004 miliar, yang mengalami penurunan sebesar -3,04% dibandingkan dengan periode yang sama tahun sebelumnya sebesar Rp 75.292 miliar.

Laba Bersih

  • Laba Bersih: Laba bersih yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk tercatat sebesar Rp 10.975 miliar, yang mengalami penurunan sebesar -6,68% dari tahun sebelumnya sebesar Rp 11.761 miliar.

Laba Per Saham (EPS)

  • EPS: Laba per saham perusahaan tercatat sebesar Rp 110,79, menunjukkan penurunan sebesar -6,68% dibandingkan dengan semester 1 2024 yang sebesar Rp 118,72.

Rasio Keuangan

Rasio Likuiditas

  • Current Ratio: 0,71 kali. Rasio ini menunjukkan kemampuan perusahaan untuk memenuhi kewajiban jangka pendek dengan aset lancarnya.
  • Quick Ratio: 0,70 kali. Rasio ini mengukur kemampuan perusahaan untuk membayar kewajiban jangka pendek tanpa mengandalkan persediaan.

Rasio Profitabilitas

  • Margin Laba Bersih: 15,03%. Ini menggambarkan laba bersih perusahaan setelah dikurangi semua biaya dan pajak.

Rasio Efisiensi (Dianualisasi)

  • Return on Assets (ROA): 7,40%. Ini menunjukkan seberapa efisien perusahaan menggunakan asetnya untuk menghasilkan laba.
  • Return on Equity (ROE): 14,12%. Rasio ini mengukur laba yang dihasilkan dari ekuitas yang diinvestasikan oleh pemegang saham.

Rasio Solvabilitas

  • Debt to Equity Ratio (DER): 0,98. Rasio ini mengukur proporsi antara utang perusahaan dengan ekuitas yang dimiliki, menggambarkan tingkat risiko finansial perusahaan.

Valuasi Perusahaan

Price to Earnings Ratio (PER)

  • PER: Dengan harga saham pada penutupan 31 Juli 2025, yaitu Rp 2.880, PER perusahaan tercatat sebesar 13,00, yang menunjukkan seberapa banyak investor bersedia membayar untuk setiap rupiah laba yang dihasilkan perusahaan.

Price to Book Value (PBV)

  • PBV: PBV perusahaan pada 30 Juni 2025 adalah 2,16, yang dihitung berdasarkan harga penutupan saham Rp 2.880 dan nilai buku per saham sebesar Rp 1.333,94. Rasio ini mengindikasikan seberapa besar harga pasar dibandingkan dengan nilai buku perusahaan.

Kesimpulan

Analisis ini memberikan gambaran umum tentang kinerja keuangan perusahaan pada semester pertama tahun 2025. Terjadi penurunan pada pos pendapatan dan laba bersih dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Aset dan ekuitas juga mengalami penurunan, sementara total liabilitas meningkat. Meskipun demikian, rasio profitabilitas seperti Margin Laba Bersih dan ROE (dianualisasi) menunjukkan tingkat yang sehat. Selalu penting untuk mempertimbangkan berbagai faktor, termasuk kondisi makroekonomi dan industri, dalam mengambil keputusan investasi.

Disclaimer : Seluruh konten yang disajikan oleh PintarSaham.id, baik berupa artikel, video, caption media sosial, maupun materi edukasi lainnya, bersifat informatif dan edukatif. Konten ini bukan merupakan ajakan untuk membeli atau menjual efek tertentu, dan tidak dapat dianggap sebagai rekomendasi investasi.

PintarSaham.id dan seluruh timnya tidak bertanggung jawab atas segala keputusan investasi yang dibuat berdasarkan informasi dari konten ini. Keputusan investasi sepenuhnya menjadi tanggung jawab masing-masing individu.

Stop beli saham karena FOMO. Mulai cuan dengan strategi yang masuk akal. Klik sekarang!

https://bit.ly/pintarsahamid

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here