Pada kuartal ketiga tahun 2025, PT Zyrexindo Mandiri Buana Tbk (ZYRX) mencatatkan kinerja yang menunjukkan ekspansi skala bisnis melalui pertumbuhan penjualan yang solid, meskipun profitabilitas masih tertekan akibat peningkatan biaya dan fluktuasi kurs.
Laporan Posisi Keuangan (Neraca)
Aset
- Total Aset: Per 30 September 2025, total aset mencapai Rp 517,41 miliar, naik 31,8% dibandingkan posisi 31 Desember 2024 sebesar Rp 392,44 miliar.
- Aset Lancar: Meningkat tajam didorong oleh kenaikan piutang usaha dan persediaan seiring meningkatnya volume penjualan produk laptop dan perangkat digital.
- Aset Tidak Lancar: Rp 111,18 miliar, naik signifikan dari Rp 92,66 miliar pada akhir 2024, ditopang oleh penambahan aset tetap berupa bangunan baru dan peralatan produksi.
Liabilitas
- Total Liabilitas: Rp 218,63 miliar, naik 136,6% dibandingkan Rp 92,39 miliar pada akhir 2024, mencerminkan peningkatan kewajiban jangka pendek akibat kenaikan utang usaha dan pembiayaan konsumen.
- Liabilitas Jangka Pendek: Rp 209,57 miliar, melonjak dari Rp 84,04 miliar tahun sebelumnya, disebabkan kenaikan utang usaha pihak ketiga dan beban akrual.
- Liabilitas Jangka Panjang: Rp 9,07 miliar, naik dari Rp 8,36 miliar, terutama karena peningkatan liabilitas imbalan kerja.
Ekuitas
- Total Ekuitas: Rp 298,77 miliar, turun tipis 0,4% dibandingkan Rp 300,05 miliar pada 31 Desember 2024. Penurunan ini dipicu oleh pembayaran dividen tunai serta kenaikan beban operasional.
Laporan Laba Rugi
Pendapatan:
Pendapatan bersih (net sales) mencapai Rp 232,87 miliar, tumbuh 11,9% YoY dari Rp 208,19 miliar pada periode yang sama tahun lalu. Pertumbuhan ini didorong oleh penjualan perangkat laptop dan komputer merek Zyrex ke sektor pendidikan dan korporasi.
Laba Kotor:
Laba kotor tercatat sebesar Rp 36,47 miliar, meningkat 6,5% YoY, dengan margin kotor sekitar 15,7%, sedikit lebih rendah dari tahun sebelumnya akibat kenaikan biaya bahan baku dan depresiasi rupiah.
Laba Bersih:
Laba bersih tahun berjalan mencapai Rp 692,1 juta, naik signifikan dari Rp 137,8 juta pada periode yang sama 2024, berkat efisiensi beban administrasi dan kenaikan pendapatan operasional lain.
Earnings per Share (EPS):
EPS sebesar Rp 0,52 per saham, meningkat lebih dari 400% YoY, sejalan dengan perolehan laba bersih yang lebih tinggi.
Rasio Keuangan
Likuiditas
- Current Ratio: 2,1x, mencerminkan posisi kas dan aset lancar yang cukup untuk menutup kewajiban jangka pendek.
- Quick Ratio: 1,4x, menunjukkan likuiditas yang baik meskipun persediaan meningkat.
Profitabilitas
- Margin Laba Kotor: 15,7%, masih efisien meski tertekan oleh fluktuasi harga komponen impor.
- Margin Laba Bersih: 0,3%, menandakan profitabilitas tipis akibat kenaikan biaya distribusi dan beban operasional.
Efisiensi & Pengembalian
- ROA: 0,13%, naik dari 0,04% pada 2024.
- ROE: 0,23%, meningkat dari 0,05%, menunjukkan adanya perbaikan efisiensi modal.
Solvabilitas
- Debt to Equity Ratio (DER): 0,73x, naik dari 0,31x, menunjukkan peningkatan pembiayaan utang namun masih dalam batas wajar.
Valuasi Pasar
Dengan harga penutupan Rp 147 per 30 Oktober 2025:
- PER: sekitar 425x, mencerminkan valuasi tinggi akibat laba bersih yang relatif kecil.
- PBV: sekitar 0,49x, menunjukkan saham diperdagangkan di bawah nilai bukunya (undervalued dari sisi aset bersih).
Kesimpulan
Kinerja keuangan ZYRX pada kuartal III 2025 menunjukkan pertumbuhan penjualan yang sehat namun disertai tekanan margin akibat biaya bahan baku dan pelemahan nilai tukar. Struktur permodalan masih kuat dengan DER di bawah 1x, menandakan kapasitas pembiayaan yang aman.
Ke depan, fokus perusahaan pada efisiensi produksi dan penguatan segmen B2B (pemerintah & korporasi) berpotensi meningkatkan margin. Namun, investor perlu mencermati risiko fluktuasi kurs dan ketergantungan impor komponen yang dapat menekan profitabilitas di kuartal selanjutnya.
Disclaimer : Seluruh konten yang disajikan oleh PintarSaham.id, baik berupa artikel, video, caption media sosial, maupun materi edukasi lainnya, bersifat informatif dan edukatif. Konten ini bukan merupakan ajakan untuk membeli atau menjual efek tertentu, dan tidak dapat dianggap sebagai rekomendasi investasi. PintarSaham.id dan seluruh timnya tidak bertanggung jawab atas segala keputusan investasi yang dibuat berdasarkan informasi dari konten ini. Keputusan investasi sepenuhnya menjadi tanggung jawab masing-masing individu.
Penasaran saham mana yang lagi cakep secara fundamental & teknikal? Klik di sini biar nggak ketinggalan cuan!