Menyaring Noise, Memberi Insight.

Dapatkan watchlist, analisis, dan insight harian terstruktur di PintarSaham.

HomeAnalisis SahamKinerja Keuangan PT XLSMART Telecom Sejahtera Tbk (EXCL) Tahun 2025

Kinerja Keuangan PT XLSMART Telecom Sejahtera Tbk (EXCL) Tahun 2025

Pada tahun penuh 2025, PT XLSMART Telecom Sejahtera Tbk mencatatkan kinerja yang memberikan gambaran menyeluruh tentang posisi fundamental dan arah strategi operasional perusahaan pasca-penggabungan usaha (merger). Analisis berikut mengulas perkembangan neraca, profitabilitas, rasio keuangan, hingga valuasi pasar saham perusahaan.


Laporan Posisi Keuangan (Neraca)

Aset

  • Total Aset: Per 31 Desember 2025, total aset tercatat sebesar Rp115.318.438 juta, mengalami kenaikan 33,81% dibandingkan dengan posisi pada 31 Desember 2024 sebesar Rp86.178.565 juta.
  • Aset Lancar: Aset lancar tumbuh 78,05% menjadi Rp15.020.150 juta, terutama dipengaruhi oleh perubahan pada kas dan setara kas serta piutang usaha.
  • Aset Tidak Lancar: Aset tidak lancar tercatat sebesar Rp100.298.288 juta, naik 29,01%, didorong oleh peningkatan aset tetap, aset takberwujud (spektrum), dan goodwill dari aktivitas penggabungan usaha.

Liabilitas

  • Total Liabilitas: Hingga akhir Desember 2025, liabilitas mencapai Rp85.309.730 juta, naik 42,29% dibandingkan akhir tahun lalu.
  • Liabilitas Jangka Pendek: Tercatat sebesar Rp31.839.607 juta, meningkat 51,50%, terutama disebabkan oleh kenaikan utang usaha, liabilitas sewa jangka pendek, dan beban yang masih harus dibayar.
  • Liabilitas Jangka Panjang: Berada di posisi Rp53.470.123 juta, dengan kenaikan 37,32%, mencerminkan perubahan struktur pendanaan jangka panjang, khususnya pada pinjaman jangka panjang dan liabilitas sewa.

Ekuitas

  • Total Ekuitas: Ekuitas perusahaan tercatat sebesar Rp30.008.708 juta, naik 14,44% dibandingkan 31 Desember 2024, didorong oleh peningkatan tambahan modal disetor dari aksi korporasi (merger), meskipun tertekan oleh kerugian tahun berjalan.

Laporan Laba Rugi

Pendapatan 

Selama tahun 2025, pendapatan perusahaan mencapai Rp42.445.960 juta, naik 23,42% YoY dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya sebesar Rp34.391.597 juta. Pertumbuhan ini terutama ditopang oleh kontribusi pendapatan pasca-penggabungan usaha serta pertumbuhan layanan data dan digital.

Laba Bersih 

Perusahaan mencatatkan rugi bersih yang diatribusikan kepada pemilik entitas induk sebesar Rp4.426.618 juta, berbalik dari laba bersih Rp1.819.019 juta pada tahun lalu. Perubahan ini disebabkan oleh lonjakan beban penyusutan, beban infrastruktur, biaya keuangan, dan beban lain-lain yang signifikan pasca-merger.

Earnings per Share (EPS)

EPS tercatat sebesar minus Rp276, mencerminkan penurunan signifikan dibandingkan tahun sebelumnya yang mencatat laba per saham sebesar Rp139, sejalan dengan kerugian bersih yang dialami perusahaan.


Rasio Keuangan

Likuiditas

  • Current Ratio: 0,47x, menunjukkan kemampuan perusahaan memenuhi kewajiban jangka pendek menggunakan aset lancar masih berada di bawah angka 1, yang umum dalam industri telekomunikasi yang padat modal.
  • Quick Ratio: 0,47x, mengindikasikan likuiditas yang ketat dengan mengecualikan persediaan dari aset lancar.

Profitabilitas

  • Margin Laba Kotor: 59,3%, menunjukkan efisiensi perusahaan dalam menghasilkan laba dari pendapatan setelah dikurangi beban langsung (infrastruktur dan interkoneksi, tidak termasuk penyusutan).
  • Margin Laba Bersih: -10,4%, mencerminkan tingkat profitabilitas yang negatif setelah dikurangi seluruh beban operasional, penyusutan, bunga, dan pajak.

Efisiensi & Pengembalian

  • Return on Assets (ROA): -3,8%, menilai efektivitas pemanfaatan aset dalam menghasilkan laba bersih yang saat ini negatif.
  • Return on Equity (ROE): -14,7%, menggambarkan imbal hasil negatif atas modal pemegang saham akibat kerugian tahun berjalan.

Solvabilitas

  • Debt to Equity Ratio (DER): 2,84x, menunjukkan struktur pendanaan perusahaan dan tingkat ketergantungan pada utang yang meningkat pasca-konsolidasi.

Valuasi Pasar

Price to Earnings Ratio (PER): Berdasarkan harga penutupan saham Rp3.010 per 12 Februari 2026, PER tercatat negatif (n/a) dikarenakan perusahaan membukukan kerugian per saham (minus Rp276).

Price to Book Value (PBV): Dengan nilai buku per saham sebesar Rp1.648, PBV perusahaan berada di level 1,83x, mencerminkan valuasi pasar yang masih memberikan premium terhadap nilai buku ekuitas perusahaan meskipun sedang merugi.


Kesimpulan

Kinerja keuangan PT XLSMART Telecom Sejahtera Tbk selama tahun penuh 2025 menunjukkan momentum pertumbuhan pendapatan yang signifikan sebesar 23% yang didorong oleh aksi korporasi penggabungan usaha (merger). Aset perusahaan tumbuh pesat, memperkuat posisi pasar dan basis aset infrastruktur.

Namun, profitabilitas perusahaan mengalami tekanan berat dengan mencatatkan rugi bersih sebesar Rp4,4 triliun. Hal ini terutama disebabkan oleh lonjakan beban penyusutan dan biaya operasional integrasi pasca-merger. Investor perlu memperhatikan kemampuan manajemen dalam melakukan efisiensi biaya pasca-merger dan pengelolaan beban utang yang meningkat untuk memulihkan profitabilitas di kuartal-kuartal selanjutnya.


Disclaimer: Seluruh konten yang disajikan oleh PintarSaham.id, baik berupa artikel, video, caption media sosial, maupun materi edukasi lainnya, bersifat informatif dan edukatif. Konten ini bukan merupakan ajakan untuk membeli atau menjual efek tertentu, dan tidak dapat dianggap sebagai rekomendasi investasi. PintarSaham.id dan seluruh timnya tidak bertanggung jawab atas segala keputusan investasi yang dibuat berdasarkan informasi dari konten ini. Keputusan investasi sepenuhnya menjadi tanggung jawab masing-masing individu.

Penasaran saham mana yang lagi cakep secara fundamental & teknikal? Klik di sini biar nggak ketinggalan cuan!

https://bit.ly/pintarsahamid

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here