Menyaring Noise, Memberi Insight.

Dapatkan watchlist, analisis, dan insight harian terstruktur di PintarSaham.

HomeAnalisis SahamKinerja Keuangan PT Wismilak Inti Makmur Tbk (WIIM) Semester 1 2025

Kinerja Keuangan PT Wismilak Inti Makmur Tbk (WIIM) Semester 1 2025

Pada semester pertama tahun 2025, PT Wismilak Inti Makmur Tbk (WIIM) mencatatkan kinerja yang dapat memberikan gambaran tentang posisi keuangan dan operasional perusahaan selama periode ini.

Laporan Posisi Keuangan (Neraca)

Aset

  • Total Aset: Aset perusahaan pada 30 Juni 2025 tercatat sebesar Rp 3,14 triliun, mengalami perubahan sebesar 3,78% dibandingkan dengan posisi pada 31 Desember 2024 yang sebesar Rp 3,03 triliun.
  • Aset Lancar: Aset lancar mengalami kenaikan sebesar 1,87% menjadi Rp 2,52 triliun.
  • Aset Tidak Lancar: Aset tidak lancar tumbuh 12,27% menjadi Rp 623,92 miliar, didorong oleh peningkatan pada pos uang muka pembelian aset tetap dan aset tetap.

Liabilitas

  • Total Liabilitas: Total liabilitas perusahaan tercatat sebesar Rp 1,22 triliun, meningkat sebesar 9,44% dari tahun sebelumnya.
  • Liabilitas Jangka Pendek: Liabilitas jangka pendek mengalami perubahan sebesar 8,83%, menjadi Rp 1,10 triliun.
  • Liabilitas Jangka Panjang: Liabilitas jangka panjang tercatat sebesar Rp 112,94 miliar, mengalami peningkatan sebesar 15,78%.

Ekuitas

  • Total Ekuitas: Ekuitas perusahaan mencapai Rp 1,93 triliun, yang mencatatkan peningkatan sebesar 0,50% dibandingkan akhir tahun 2024.

Laporan Laba Rugi

Pendapatan

  • Total Pendapatan: Pada semester 1 2025, pendapatan perusahaan tercatat sebesar Rp 2,88 triliun, yang mengalami kenaikan sebesar 29,64% dibandingkan dengan periode yang sama tahun sebelumnya, didorong oleh peningkatan penjualan Sigaret Kretek Mesin.

Laba Bersih

  • Laba Bersih: Laba bersih yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk tercatat sebesar Rp 148,28 miliar, yang mengalami kenaikan sebesar 0,70% dari tahun sebelumnya, didorong oleh peningkatan penjualan neto yang signifikan.

Laba Per Saham (EPS)

  • EPS: Laba per saham perusahaan tercatat sebesar Rp 71,43, menunjukkan kenaikan sebesar 0,70% dibandingkan dengan semester 1 2024.

Rasio Keuangan

Rasio Likuiditas

  • Current Ratio: 2,28 kali. Rasio ini menunjukkan kemampuan perusahaan untuk memenuhi kewajiban jangka pendek dengan aset lancarnya.
  • Quick Ratio: 0,59 kali. Rasio ini mengukur kemampuan perusahaan untuk membayar kewajiban jangka pendek tanpa mengandalkan persediaan.

Rasio Profitabilitas

  • Margin Laba Kotor: 21,29%. Rasio ini menunjukkan seberapa efisien perusahaan menghasilkan laba dari pendapatan penjualannya.
  • Margin Laba Bersih: 5,15%. Ini menggambarkan laba bersih perusahaan setelah dikurangi semua biaya dan pajak.

Rasio Efisiensi

  • Return on Assets (ROA): 9,62% (disetahunkan). Ini menunjukkan seberapa efisien perusahaan menggunakan asetnya untuk menghasilkan laba.
  • Return on Equity (ROE): 15,44% (disetahunkan). Rasio ini mengukur laba yang dihasilkan dari ekuitas yang diinvestasikan oleh pemegang saham.

Rasio Solvabilitas

  • Debt to Equity Ratio (DER): 0,63. Rasio ini mengukur proporsi antara utang perusahaan dengan ekuitas yang dimiliki, menggambarkan tingkat risiko finansial perusahaan.

Valuasi Perusahaan

Price to Earnings Ratio (PER)

  • PER: Dengan harga saham pada penutupan 26 Agustus 2025, yaitu Rp 810, PER perusahaan tercatat sebesar 5,67x (disetahunkan), yang menunjukkan seberapa banyak investor bersedia membayar untuk setiap rupiah laba yang dihasilkan perusahaan.

Price to Book Value (PBV)

  • PBV: PBV perusahaan pada 30 Juni 2025 adalah 0,87x, yang dihitung berdasarkan harga penutupan saham Rp 810 dan nilai buku per saham sebesar Rp 926,96. Rasio ini mengindikasikan bahwa harga pasar saat ini lebih rendah dibandingkan dengan nilai buku perusahaan.

Kesimpulan

Analisis ini memberikan gambaran umum tentang kinerja keuangan perusahaan pada semester pertama tahun 2025. WIIM menunjukkan pertumbuhan pendapatan yang kuat, meskipun pertumbuhan laba bersihnya lebih moderat. Rasio profitabilitas dan efisiensi berada pada tingkat yang sehat. Dari sisi valuasi, dengan PER yang relatif rendah dan PBV di bawah 1, saham WIIM tampak undervalued berdasarkan kinerja fundamentalnya. Selalu penting untuk mempertimbangkan berbagai faktor lain dan melakukan riset lebih lanjut dalam mengambil keputusan investasi.

Disclaimer : Seluruh konten yang disajikan oleh PintarSaham.id, baik berupa artikel, video, caption media sosial, maupun materi edukasi lainnya, bersifat informatif dan edukatif. Konten ini bukan merupakan ajakan untuk membeli atau menjual efek tertentu, dan tidak dapat dianggap sebagai rekomendasi investasi. PintarSaham.id dan seluruh timnya tidak bertanggung jawab atas segala keputusan investasi yang dibuat berdasarkan informasi dari konten ini. Keputusan investasi sepenuhnya menjadi tanggung jawab masing-masing individu.

Penasaran saham mana yang lagi cakep secara fundamental & teknikal? Klik di sini biar nggak ketinggalan cuan!

https://bit.ly/pintarsahamid

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here