Menyaring Noise, Memberi Insight.

Dapatkan watchlist, analisis, dan insight harian terstruktur di PintarSaham.

HomeInsightKinerja Keuangan PT Wijaya Karya Beton Tbk (WTON) Kuartal III 2025

Kinerja Keuangan PT Wijaya Karya Beton Tbk (WTON) Kuartal III 2025

Pada kuartal ketiga tahun 2025, PT Wijaya Karya Beton Tbk mencatatkan kinerja yang memberikan gambaran menyeluruh tentang posisi fundamental dan arah strategi operasional perusahaan sepanjang sembilan bulan pertama tahun ini. Analisis berikut mengulas perkembangan neraca, profitabilitas, rasio keuangan, hingga valuasi pasar saham perusahaan.

Laporan Posisi Keuangan (Neraca)

Aset

  • Total Aset: Per 30 September 2025, total aset tercatat sebesar Rp 6,48 triliun, mengalami penurunan 9,97% dibandingkan dengan posisi pada 31 Desember 2024 sebesar Rp 7,19 triliun.
  • Aset Lancar: Aset lancar menurun 15,45% menjadi Rp 3,32 triliun, terutama dipengaruhi oleh penurunan signifikan pada kas dan setara kas.
  • Aset Tidak Lancar: Aset tidak lancar tercatat sebesar Rp 3,15 triliun, turun 3,37%, didorong oleh penurunan nilai aset tetap bersih.

Liabilitas

  • Total Liabilitas: Hingga akhir September 2025, liabilitas mencapai Rp 2,79 triliun, turun 20,43% dibandingkan akhir tahun lalu.
  • Liabilitas Jangka Pendek: Tercatat sebesar Rp 2,61 triliun, menurun 14,32%, terutama disebabkan oleh penurunan utang usaha.
  • Liabilitas Jangka Panjang: Berada di posisi Rp 185,13 miliar, dengan penurunan tajam 60,25%, mencerminkan pelunasan pinjaman bank jangka panjang.

Ekuitas

  • Total Ekuitas: Ekuitas perusahaan tercatat sebesar Rp 3,69 triliun, relatif stabil (turun 0,01%) dibandingkan 31 Desember 2024, didorong oleh peningkatan tipis pada saldo laba yang belum ditentukan penggunaannya.

Laporan Laba Rugi

Pendapatan

Selama sembilan bulan pertama 2025, pendapatan perusahaan mencapai Rp 2,52 triliun, turun 25,59% YoY dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya sebesar Rp 3,39 triliun. Penurunan ini mencerminkan adanya tantangan pada permintaan di sektor konstruksi.

Laba Bersih

Laba bersih yang diatribusikan kepada pemilik entitas induk mencapai Rp 8,35 miliar, turun 75,05% YoY dari periode yang sama tahun lalu. Perubahan ini disebabkan oleh penurunan pendapatan usaha yang signifikan serta penurunan laba bruto.

Earnings per Share (EPS)

EPS tercatat sebesar Rp 0.96, mencerminkan penurunan 75,0% YoY, sejalan dengan perubahan laba bersih.

Rasio Keuangan

Likuiditas

  • Current Ratio: 1,28x, menunjukkan kemampuan perusahaan memenuhi kewajiban jangka pendek menggunakan aset lancar.
  • Quick Ratio: 1,00x, mengindikasikan likuiditas yang lebih ketat dengan mengecualikan persediaan dari aset lancar.

Profitabilitas

  • Margin Laba Kotor: 5,54%, menunjukkan efisiensi perusahaan dalam menghasilkan laba dari penjualan.
  • Margin Laba Bersih: 0,33%, mencerminkan tingkat profitabilitas setelah dikurangi seluruh beban operasional dan pajak.

Efisiensi & Pengembalian

  • Return on Assets (ROA): 0,17% (disetahunkan), menilai efektivitas pemanfaatan aset dalam menghasilkan laba bersih.
  • Return on Equity (ROE): 0,30% (disetahunkan), menggambarkan imbal hasil atas modal pemegang saham.

Solvabilitas

  • Debt to Equity Ratio (DER): 0,76x, menunjukkan struktur pendanaan perusahaan dan tingkat ketergantungan pada utang yang membaik (menurun).

Valuasi Pasar

Price to Earnings Ratio (PER)

Berdasarkan harga penutupan saham Rp 103 per 29 Oktober 2025, PER tercatat 80,47x (disetahunkan), mengindikasikan valuasi premium akibat laba yang sangat tipis.

Price to Book Value (PBV)

Dengan nilai buku per saham sebesar Rp 422,97, PBV perusahaan berada di level 0,24x, mencerminkan valuasi saham yang berada jauh di bawah nilai ekuitasnya.

Kesimpulan

Kinerja keuangan WTON selama kuartal III 2025 menunjukkan adanya tekanan signifikan pada pendapatan dan profitabilitas, yang tercermin dari penurunan tajam laba bersih. Meskipun demikian, perusahaan menunjukkan perbaikan dalam struktur modal dengan berhasil mengurangi total liabilitas secara signifikan, terutama utang jangka panjang.

Penurunan pendapatan yang tajam menjadi sinyal negatif terhadap tantangan operasional. Namun, investor perlu memperhatikan valuasi PBV yang sangat rendah (0,24x), yang mengindikasikan bahwa harga pasar saham diperdagangkan jauh di bawah nilai buku perusahaan.

Disclaimer : Seluruh konten yang disajikan oleh PintarSaham.id, baik berupa artikel, video, caption media sosial, maupun materi edukasi lainnya, bersifat informatif dan edukatif. Konten ini bukan merupakan ajakan untuk membeli atau menjual efek tertentu, dan tidak dapat dianggap sebagai rekomendasi investasi. PintarSaham.id dan seluruh timnya tidak bertanggung jawab atas segala keputusan investasi yang dibuat berdasarkan informasi dari konten ini. Keputusan investasi sepenuhnya menjadi tanggung jawab masing-masing individu.

Penasaran saham mana yang lagi cakep secara fundamental & teknikal? Klik di sini biar nggak ketinggalan cuan!

https://bit.ly/pintarsahamid

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here