Menyaring Noise, Memberi Insight.

Dapatkan watchlist, analisis, dan insight harian terstruktur di PintarSaham.

HomeInsightKinerja Keuangan PT Widodo Makmur Unggas Tbk (WMUU) Kuartal III 2025

Kinerja Keuangan PT Widodo Makmur Unggas Tbk (WMUU) Kuartal III 2025

Pada kuartal ketiga tahun 2025, PT Widodo Makmur Unggas Tbk mencatatkan kinerja yang memberikan gambaran menyeluruh tentang posisi fundamental dan arah strategi operasional perusahaan sepanjang sembilan bulan pertama tahun ini. Analisis berikut mengulas perkembangan neraca, profitabilitas, rasio keuangan, hingga valuasi pasar saham perusahaan.

Laporan Posisi Keuangan (Neraca)

Aset

  • Total Aset: Per 30 September 2025, total aset tercatat sebesar Rp 2.344.459.756.184, mengalami penurunan 1,98% dibandingkan dengan posisi pada 31 Desember 2024 sebesar Rp 2.392.824.255.285.
  • Aset Lancar: Aset lancar menurun 0,20% menjadi Rp 148.122.770.683, terutama dipengaruhi oleh perubahan pada penurunan piutang usaha pihak ketiga.
  • Aset Tidak Lancar: Aset tidak lancar tercatat sebesar Rp 2.196.336.985.501, turun 2,14%, didorong oleh penurunan nilai buku bersih aset tetap.

Liabilitas

  • Total Liabilitas: Hingga akhir September 2025, liabilitas mencapai Rp 1.556.281.359.769, naik 1,38% dibandingkan akhir tahun lalu.
  • Liabilitas Jangka Pendek: Tercatat sebesar Rp 121.449.037.058, menurun 71,45%, terutama disebabkan oleh restrukturisasi utang (PKPU) yang disahkan pada April 2025.
  • Liabilitas Jangka Panjang: Berada di posisi Rp 1.434.832.322.711, dengan kenaikan 29,29%, mencerminkan perubahan struktur pendanaan jangka panjang sebagai hasil dari restrukturisasi utang.

Ekuitas

  • Total Ekuitas: Ekuitas perusahaan tercatat sebesar Rp 788.178.396.415, turun 8,11% dibandingkan 31 Desember 2024, didorong oleh akumulasi rugi bersih tahun berjalan.

Laporan Laba Rugi

Pendapatan Selama sembilan bulan pertama 2025, pendapatan perusahaan mencapai Rp 505.702.564.637, naik 111,87% YoY dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya sebesar Rp 238.684.364.853. Pertumbuhan ini terutama ditopang oleh lonjakan penjualan karkas.

Laba Bersih Rugi bersih yang diatribusikan kepada pemilik entitas induk mencapai Rp (69.352.043.425), membaik 31,63% YoY dari rugi bersih periode yang sama tahun lalu sebesar Rp (101.478.271.445). Perubahan ini disebabkan oleh perbaikan pada margin kotor dan penurunan beban keuangan.

Earnings per Share (EPS) EPS tercatat sebesar Rp (5,36), mencerminkan kenaikan (perbaikan) 31,63% YoY dari Rp (7,84), sejalan dengan perbaikan laba bersih.

Rasio Keuangan

Likuiditas

  • Current Ratio: 1,22x, menunjukkan kemampuan perusahaan memenuhi kewajiban jangka pendek menggunakan aset lancar.
  • Quick Ratio: 1,20x, mengindikasikan likuiditas yang lebih ketat dengan mengecualikan persediaan dari aset lancar.

Profitabilitas

  • Margin Laba Kotor: -4,62%, menunjukkan perusahaan masih mengalami kerugian pada penjualan sebelum memperhitungkan beban operasional.
  • Margin Laba Bersih: -13,71%, mencerminkan tingkat profitabilitas setelah dikurangi seluruh beban operasional dan pajak.

Efisiensi & Pengembalian

  • Return on Assets (ROA): -3,94% (disetahunkan), menilai efektivitas pemanfaatan aset dalam menghasilkan laba bersih.
  • Return on Equity (ROE): -11,78% (disetahunkan), menggambarkan imbal hasil atas modal pemegang saham.

Solvabilitas

  • Debt to Equity Ratio (DER): 1,97x, menunjukkan struktur pendanaan perusahaan dan tingkat ketergantungan pada utang.

Valuasi Pasar

  • Price to Earnings Ratio (PER): Berdasarkan harga penutupan saham Rp 30 per 29 Oktober 2025, PER tercatat N/A (EPS Negatif), mengindikasikan valuasi belum dapat diukur menggunakan laba bersih.
  • Price to Book Value (PBV): Dengan nilai buku per saham sebesar Rp 60,64, PBV perusahaan berada di level 0,49x, mencerminkan valuasi saham di bawah nilai ekuitasnya.

Kesimpulan

Kinerja keuangan PT Widodo Makmur Unggas Tbk selama kuartal III 2025 menunjukkan perbaikan kinerja operasional yang signifikan, ditandai dengan lonjakan pendapatan lebih dari 100% YoY dan menyusutnya rugi bersih.

Perbaikan neraca jangka pendek terlihat jelas dari penurunan drastis liabilitas jangka pendek, yang merupakan hasil dari homologasi PKPU. Namun, investor perlu memperhatikan profitabilitas yang masih negatif (NPM -13,71%) dan status restrukturisasi utang yang akan menjadi kunci keberlanjutan operasional perusahaan di kuartal selanjutnya.

Disclaimer : Seluruh konten yang disajikan oleh PintarSaham.id, baik berupa artikel, video, caption media sosial, maupun materi edukasi lainnya, bersifat informatif dan edukatif. Konten ini bukan merupakan ajakan untuk membeli atau menjual efek tertentu, dan tidak dapat dianggap sebagai rekomendasi investasi. PintarSaham.id dan seluruh timnya tidak bertanggung jawab atas segala keputusan investasi yang dibuat berdasarkan informasi dari konten ini. Keputusan investasi sepenuhnya menjadi tanggung jawab masing-masing individu.

Penasaran saham mana yang lagi cakep secara fundamental & teknikal? Klik di sini biar nggak ketinggalan cuan!

https://bit.ly/pintarsahamid

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here