Menyaring Noise, Memberi Insight.

Dapatkan watchlist, analisis, dan insight harian terstruktur di PintarSaham.

HomeInsightKinerja Keuangan PT Waskita Karya (Persero) Tbk (WSKT) Kuartal III 2025

Kinerja Keuangan PT Waskita Karya (Persero) Tbk (WSKT) Kuartal III 2025

Pada kuartal ketiga tahun 2025, PT Waskita Karya (Persero) Tbk mencatatkan kinerja yang memberikan gambaran menyeluruh tentang posisi fundamental dan arah strategi operasional perusahaan sepanjang sembilan bulan pertama tahun ini. Analisis berikut mengulas perkembangan neraca, profitabilitas, rasio keuangan, hingga valuasi pasar saham perusahaan.

Laporan Posisi Keuangan (Neraca)

Aset

  • Total Aset: Per 30 September 2025, total aset tercatat sebesar Rp 71,93 triliun , mengalami penurunan 6,78% dibandingkan dengan posisi pada 31 Desember 2024 sebesar Rp 77,16 triliun.
  • Aset Lancar: Aset lancar menurun 11,01% menjadi Rp 18,19 triliun , terutama dipengaruhi oleh penurunan kas yang dibatasi penggunaannya dan piutang usaha.
  • Aset Tidak Lancar: Aset tidak lancar tercatat sebesar Rp 53,74 triliun , turun 5,25%, didorong oleh penurunan aset takberwujud dan aset lain-lain.

Liabilitas

  • Total Liabilitas: Hingga akhir September 2025, liabilitas mencapai Rp 67,55 triliun , turun 2,49% dibandingkan akhir tahun lalu.
  • Liabilitas Jangka Pendek: Tercatat sebesar Rp 19,58 triliun , menurun 12,95%, terutama disebabkan oleh penurunan utang usaha dan utang bruto subkontraktor jangka pendek.
  • Liabilitas Jangka Panjang: Berada di posisi Rp 47,97 triliun , dengan kenaikan 2,55%, mencerminkan perubahan pada struktur utang obligasi dan surat utang jangka menengah.

Ekuitas

  • Total Ekuitas: Ekuitas perusahaan tercatat sebesar Rp 4,38 triliun , turun 44,49% dibandingkan 31 Desember 2024 , didorong oleh akumulasi rugi periode berjalan.

Laporan Laba Rugi

Pendapatan Selama sembilan bulan pertama 2025, pendapatan perusahaan mencapai Rp 5,29 triliun , turun 22,08% YoY dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya sebesar Rp 6,78 triliun.

Laba Bersih Perusahaan mencatatkan rugi bersih yang diatribusikan kepada pemilik entitas induk sebesar Rp 3,17 triliun , membengkak 5,74% YoY dari rugi pada periode yang sama tahun lalu sebesar Rp 3,00 triliun. Peningkatan kerugian ini terutama disebabkan oleh beban keuangan yang masih tinggi.

Earnings per Share (EPS) EPS tercatat sebesar Rp (110,21) , menurun 5,75% YoY dari Rp (104,22), sejalan dengan peningkatan rugi bersih.

Rasio Keuangan

Likuiditas

  • Current Ratio: 0,93x, menunjukkan kemampuan perusahaan untuk memenuhi kewajiban jangka pendeknya masih di bawah level ideal.
  • Quick Ratio: 0,22x, mengindikasikan likuiditas yang lebih ketat dengan mengecualikan persediaan dari aset lancar.

Profitabilitas

  • Margin Laba Kotor: 18,54%, menunjukkan efisiensi perusahaan dalam menghasilkan laba dari penjualan.
  • Margin Laba Bersih: -60,07%, mencerminkan tingkat profitabilitas negatif setelah dikurangi seluruh beban operasional dan pajak.

Efisiensi & Pengembalian

  • Return on Assets (ROA): -5,87% (disetahunkan), menilai efektivitas pemanfaatan aset yang masih negatif dalam menghasilkan laba bersih.
  • Return on Equity (ROE): -96,46% (disetahunkan), menggambarkan imbal hasil atas modal pemegang saham yang sangat negatif.

Solvabilitas

  • Debt to Equity Ratio (DER): 15,43x, menunjukkan struktur pendanaan perusahaan sangat bergantung pada utang, yang mengindikasikan tingkat risiko yang sangat tinggi.

Valuasi Pasar

  • Price to Earnings Ratio (PER): Karena perusahaan mencatatkan rugi bersih (EPS negatif), rasio PER tidak dapat dihitung dan tidak bermakna untuk valuasi saat ini.
  • Price to Book Value (PBV): Dengan nilai buku per saham sebesar Rp 151,94, PBV perusahaan berada di level 1,33x, yang mencerminkan bahwa harga sahamnya diperdagangkan di atas nilai ekuitas per sahamnya.

Kesimpulan

Kinerja keuangan PT Waskita Karya (Persero) Tbk selama kuartal III 2025 menunjukkan tantangan yang signifikan. Meskipun terdapat penurunan pada total liabilitas, terutama liabilitas jangka pendek, perusahaan masih menghadapi tekanan berat pada profitabilitas dengan membengkaknya rugi bersih dan penurunan pendapatan.

Penurunan ekuitas yang tajam dan rasio utang terhadap ekuitas (DER) yang sangat tinggi menjadi sinyal risiko solvabilitas yang perlu diwaspadai. Rasio likuiditas yang berada di bawah 1x juga menunjukkan tantangan dalam memenuhi kewajiban jangka pendek.

Dari sisi valuasi, saham WSKT diperdagangkan di atas nilai bukunya (PBV 1,33x) meskipun kinerja fundamentalnya masih negatif. Investor perlu memperhatikan secara saksama upaya restrukturisasi utang , strategi perbaikan kinerja operasional, dan risiko makroekonomi yang dapat mempengaruhi kinerja kuartal selanjutnya sebelum membuat keputusan investasi. Potensi keberhasilan program restrukturisasi akan menjadi kunci utama bagi prospek perusahaan ke depan.

Disclaimer : Seluruh konten yang disajikan oleh PintarSaham.id, baik berupa artikel, video, caption media sosial, maupun materi edukasi lainnya, bersifat informatif dan edukatif. Konten ini bukan merupakan ajakan untuk membeli atau menjual efek tertentu, dan tidak dapat dianggap sebagai rekomendasi investasi. PintarSaham.id dan seluruh timnya tidak bertanggung jawab atas segala keputusan investasi yang dibuat berdasarkan informasi dari konten ini. Keputusan investasi sepenuhnya menjadi tanggung jawab masing-masing individu.

Penasaran saham mana yang lagi cakep secara fundamental & teknikal? Klik di sini biar nggak ketinggalan cuan!

https://bit.ly/pintarsahamid

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here