Menyaring Noise, Memberi Insight.

Dapatkan watchlist, analisis, dan insight harian terstruktur di PintarSaham.

HomeInsightKinerja Keuangan PT VKTR Teknologi Mobilitas Tbk (VKTR) Kuartal III 2025

Kinerja Keuangan PT VKTR Teknologi Mobilitas Tbk (VKTR) Kuartal III 2025

Pada kuartal ketiga tahun 2025, PT VKTR Teknologi Mobilitas Tbk mencatatkan kinerja yang memberikan gambaran menyeluruh tentang posisi fundamental dan arah strategi operasional perusahaan sepanjang sembilan bulan pertama tahun ini. Analisis berikut mengulas perkembangan neraca, profitabilitas, rasio keuangan, hingga valuasi pasar saham perusahaan.

Laporan Posisi Keuangan (Neraca)

Aset

  • Total Aset: Per 30 September 2025, total aset tercatat sebesar Rp 1.851.406 juta, mengalami kenaikan 15,09% dibandingkan dengan posisi pada 31 Desember 2024 sebesar Rp 1.608.602 juta.
  • Aset Lancar: Aset lancar tumbuh 7,76% menjadi Rp 786.657 juta, terutama dipengaruhi oleh perubahan pada kenaikan signifikan persediaan.
  • Aset Tidak Lancar: Aset tidak lancar tercatat sebesar Rp 1.064.749 juta, naik 21,18%, didorong oleh kenaikan nilai aset tetap.

Liabilitas

  • Total Liabilitas: Hingga akhir September 2025, liabilitas mencapai Rp 686.219 juta, naik 51,59% dibandingkan akhir tahun lalu.
  • Liabilitas Jangka Pendek: Tercatat sebesar Rp 497.913 juta, meningkat 70,28%, terutama disebabkan oleh kenaikan utang lain-lain dan pinjaman jangka pendek.
  • Liabilitas Jangka Panjang: Berada di posisi Rp 188.306 juta, dengan kenaikan 17,49%, mencerminkan perubahan struktur pendanaan jangka panjang.

Ekuitas

  • Total Ekuitas: Ekuitas perusahaan tercatat sebesar Rp 1.165.187 juta, naik 0,80% dibandingkan 31 Desember 2024, didorong oleh laba bersih periode berjalan.

Laporan Laba Rugi

Pendapatan Selama sembilan bulan pertama 2025, pendapatan perusahaan mencapai Rp 716.909 juta, naik 11,01% YoY dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya sebesar Rp 645.806 juta. Pertumbuhan ini terutama ditopang oleh peningkatan penjualan kendaraan bermotor listrik berbasis baterai.

Laba Bersih Laba bersih yang diatribusikan kepada pemilik entitas induk mencapai Rp 1.173 juta, turun 88,89% YoY dari periode yang sama tahun lalu sebesar Rp 10.553 juta. Perubahan ini disebabkan oleh peningkatan beban usaha, kenaikan beban keuangan, dan penurunan pendapatan bunga.

Earnings per Share (EPS) EPS tercatat sebesar Rp 0,03, mencerminkan penurunan 40,00% YoY, sejalan dengan perubahan laba bersih.

Rasio Keuangan

Likuiditas

  • Current Ratio: 1,58x, menunjukkan kemampuan perusahaan memenuhi kewajiban jangka pendek menggunakan aset lancar.
  • Quick Ratio: 1,11x, mengindikasikan likuiditas yang lebih ketat dengan mengecualikan persediaan dari aset lancar.

Profitabilitas

  • Margin Laba Kotor: 18,43%, menunjukkan efisiensi perusahaan dalam menghasilkan laba dari penjualan.
  • Margin Laba Bersih: 0,16%, mencerminkan tingkat profitabilitas setelah dikurangi seluruh beban operasional dan pajak.

Efisiensi & Pengembalian

  • Return on Assets (ROA): 0,08% (disetahunkan), menilai efektivitas pemanfaatan aset dalam menghasilkan laba bersih.
  • Return on Equity (ROE): 0,15% (disetahunkan), menggambarkan imbal hasil atas modal pemegang saham.

Solvabilitas

  • Debt to Equity Ratio (DER): 0,59x, menunjukkan struktur pendanaan perusahaan dan tingkat ketergantungan pada utang.

Valuasi Pasar

  • Price to Earnings Ratio (PER): Berdasarkan harga penutupan saham Rp 430 per 11 November 2025, PER tercatat 10.750x (disetahunkan), mengindikasikan valuasi premium terhadap sektor sejenis.
  • Price to Book Value (PBV): Dengan nilai buku per saham sebesar Rp 24,10, PBV perusahaan berada di level 17,84x, mencerminkan tingkat kepercayaan pasar terhadap prospek pertumbuhan.

Kesimpulan

Kinerja keuangan VKTR selama kuartal III 2025 menunjukkan momentum pertumbuhan pendapatan yang berkelanjutan, meskipun terdapat tantangan pada profitabilitas dengan penurunan laba bersih yang signifikan.

Pertumbuhan pendapatan didorong kuat oleh segmen kendaraan listrik. Namun, investor perlu memperhatikan tekanan pada profitabilitas yang disebabkan kenaikan beban usaha dan beban keuangan, serta peningkatan liabilitas jangka pendek yang dapat mempengaruhi kinerja kuartal selanjutnya.

Disclaimer : Seluruh konten yang disajikan oleh PintarSaham.id, baik berupa artikel, video, caption media sosial, maupun materi edukasi lainnya, bersifat informatif dan edukatif. Konten ini bukan merupakan ajakan untuk membeli atau menjual efek tertentu, dan tidak dapat dianggap sebagai rekomendasi investasi. PintarSaham.id dan seluruh timnya tidak bertanggung jawab atas segala keputusan investasi yang dibuat berdasarkan informasi dari konten ini. Keputusan investasi sepenuhnya menjadi tanggung jawab masing-masing individu.

Penasaran saham mana yang lagi cakep secara fundamental & teknikal? Klik di sini biar nggak ketinggalan cuan!

https://bit.ly/pintarsahamid

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here