Menyaring Noise, Memberi Insight.

Dapatkan watchlist, analisis, dan insight harian terstruktur di PintarSaham.

HomeInsightKinerja Keuangan PT Visi Media Asia Tbk (VIVA) Kuartal III 2025

Kinerja Keuangan PT Visi Media Asia Tbk (VIVA) Kuartal III 2025

Pada kuartal ketiga tahun 2025, PT Visi Media Asia Tbk mencatatkan kinerja yang memberikan gambaran menyeluruh tentang posisi fundamental dan arah strategi operasional perusahaan sepanjang sembilan bulan pertama tahun ini. Analisis berikut mengulas perkembangan neraca, profitabilitas, rasio keuangan, hingga valuasi pasar saham perusahaan.

Laporan Posisi Keuangan (Neraca)

Aset

  • Total Aset: Per 30 September 2025, total aset tercatat sebesar Rp 6,50 triliun, mengalami penurunan 0,13% dibandingkan dengan posisi pada 31 Desember 2024 sebesar Rp 6,51 triliun.
  • Aset Lancar: Aset lancar tumbuh 1,43% menjadi Rp 2,55 triliun, terutama dipengaruhi oleh kenaikan piutang usaha pihak ketiga.
  • Aset Tidak Lancar: Aset tidak lancar tercatat sebesar Rp 3,95 triliun, turun 1,11%, didorong oleh penurunan aset tetap.

Liabilitas

  • Total Liabilitas: Hingga akhir September 2025, liabilitas mencapai Rp 6,12 triliun, turun 15,97% dibandingkan akhir tahun lalu.
  • Liabilitas Jangka Pendek: Tercatat sebesar Rp 2,41 triliun, menurun 57,15%, terutama disebabkan oleh reklasifikasi pinjaman yang diselesaikan melalui PKPU (Penundaan Kewajiban Pembayaran Utang).
  • Liabilitas Jangka Panjang: Berada di posisi Rp 3,71 triliun, dengan kenaikan 123,41%, mencerminkan perubahan struktur pendanaan jangka panjang pasca-PKPU.

Ekuitas

  • Total Ekuitas: Ekuitas perusahaan tercatat sebesar Rp 381,71 miliar, membaik signifikan dibandingkan 31 Desember 2024 yang negatif sebesar Rp 772,90 miliar. Perbaikan drastis ini didorong oleh laba bersih yang dihasilkan dari implementasi PKPU.

Laporan Laba Rugi

Pendapatan

Selama sembilan bulan pertama 2025, pendapatan usaha perusahaan mencapai Rp 713,86 miliar, turun 17,02% YoY dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya sebesar Rp 860,29 miliar.

Laba Bersih

Laba bersih yang diatribusikan kepada pemilik entitas induk mencapai Rp 1,156 triliun, berbalik untung (turnaround) signifikan dari rugi bersih Rp 21,53 miliar pada periode yang sama tahun lalu. Perubahan ini utamanya disebabkan oleh pencatatan Laba dari Implementasi PKPU sebesar Rp 1,27 triliun, yang merupakan pos non-operasional.

Secara operasional, perusahaan masih mencatatkan Rugi Usaha sebesar Rp 8,14 miliar.

Earnings per Share (EPS)

EPS tercatat sebesar Rp 70,205 (angka penuh), mencerminkan kenaikan signifikan dari rugi per saham sebesar Rp (1.308) pada periode yang sama tahun lalu.

Rasio Keuangan

Likuiditas

  • Current Ratio: 1,06x, menunjukkan kemampuan perusahaan memenuhi kewajiban jangka pendek menggunakan aset lancar.
  • Quick Ratio: 0,97x, mengindikasikan likuiditas yang lebih ketat dengan mengecualikan persediaan dari aset lancar.

Profitabilitas

  • Margin Laba Kotor: 64,88%, menunjukkan efisiensi perusahaan dalam menghasilkan laba dari penjualan.
  • Margin Laba Bersih: 161,92%, mencerminkan tingkat profitabilitas yang sangat tinggi setelah dikurangi seluruh beban, namun angka ini terdistorsi oleh keuntungan satu kali (one-off) dari PKPU.

Efisiensi & Pengembalian

  • Return on Assets (ROA): 23,71% (disetahunkan), menilai efektivitas pemanfaatan aset dalam menghasilkan laba bersih.
  • Return on Equity (ROE): 403,73% (disetahunkan), menggambarkan imbal hasil atas modal pemegang saham yang berbalik positif.

Solvabilitas

  • Debt to Equity Ratio (DER): 16,03x, menunjukkan struktur pendanaan perusahaan yang masih sangat bergantung pada utang meskipun ekuitas telah pulih menjadi positif.

Valuasi Pasar

  • Price to Earnings Ratio (PER): Berdasarkan harga penutupan saham Rp 29 per 4 November 2025, PER tercatat N/M (Tidak Signifikan). Ini karena laba bersih didominasi oleh keuntungan satu kali (one-off) dari PKPU, sementara kinerja operasional masih mencatatkan kerugian.
  • Price to Book Value (PBV): Dengan nilai buku per saham sebesar Rp 23,18, PBV perusahaan berada di level 1,25x, mencerminkan harga pasar yang sedikit di atas nilai ekuitasnya.

Kesimpulan

Kinerja keuangan PT Visi Media Asia Tbk selama kuartal III 2025 menunjukkan perbaikan neraca yang drastis pasca-restrukturisasi utang (PKPU). Ekuitas perusahaan berhasil pulih dari negatif menjadi positif, didorong oleh laba bersih masif yang berasal dari keuntungan implementasi PKPU.

Meskipun demikian, investor perlu memperhatikan bahwa secara operasional, kinerja inti perusahaan masih menghadapi tantangan. Pendapatan usaha tercatat turun 17,02% YoY, dan perusahaan masih mencatatkan rugi usaha. Tingkat utang (DER) juga masih sangat tinggi di level 16,03x, yang menunjukkan risiko solvabilitas yang perlu terus dipantau.

Disclaimer : Seluruh konten yang disajikan oleh PintarSaham.id, baik berupa artikel, video, caption media sosial, maupun materi edukasi lainnya, bersifat informatif dan edukatif. Konten ini bukan merupakan ajakan untuk membeli atau menjual efek tertentu, dan tidak dapat dianggap sebagai rekomendasi investasi. PintarSaham.id dan seluruh timnya tidak bertanggung jawab atas segala keputusan investasi yang dibuat berdasarkan informasi dari konten ini. Keputusan investasi sepenuhnya menjadi tanggung jawab masing-masing individu.

Penasaran saham mana yang lagi cakep secara fundamental & teknikal? Klik di sini biar nggak ketinggalan cuan!

https://bit.ly/pintarsahamid

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here