Pada kuartal ketiga tahun 2025, PT Tripar Multivision Plus Tbk (RAAM) mencatatkan kinerja yang memberikan gambaran menyeluruh tentang posisi fundamental dan arah strategi operasional perusahaan sepanjang sembilan bulan pertama tahun ini. Analisis berikut mengulas perkembangan neraca, profitabilitas, rasio keuangan, hingga valuasi pasar saham perusahaan.
Laporan Posisi Keuangan (Neraca)
Aset
- Total Aset: Per 30 September 2025, total aset tercatat sebesar Rp 1,65 triliun, mengalami penurunan 3,62% dibandingkan dengan posisi pada 31 Desember 2024 sebesar Rp 1,72 triliun.
- Aset Lancar: Aset lancar menurun 17,93% menjadi Rp 227,20 miliar, terutama dipengaruhi oleh penurunan pada posisi kas dan setara kas serta piutang usaha.
- Aset Tidak Lancar: Aset tidak lancar tercatat sebesar Rp 1,43 triliun, turun 0,87%, yang didorong oleh penurunan nilai Aset Film.
Liabilitas
- Total Liabilitas: Hingga akhir September 2025, liabilitas mencapai Rp 343,16 miliar, turun 10,88% dibandingkan akhir tahun lalu.
- Liabilitas Jangka Pendek: Tercatat sebesar Rp 271,08 miliar, menurun 11,55%, terutama disebabkan oleh penurunan signifikan pada pos utang lainnya.
- Liabilitas Jangka Panjang: Berada di posisi Rp 72,07 miliar, dengan penurunan 8,28%, mencerminkan berkurangnya utang bank jangka panjang.
Ekuitas
- Total Ekuitas: Ekuitas perusahaan tercatat sebesar Rp 1,31 triliun, turun 1,53% dibandingkan 31 Desember 2024, didorong oleh pencatatan rugi bersih periode berjalan.
Laporan Laba Rugi
Pendapatan Selama sembilan bulan pertama 2025, pendapatan perusahaan mencapai Rp 145,42 miliar, turun 12,83% YoY dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya sebesar Rp 166,82 miliar. Penurunan ini terutama dipengaruhi oleh kontraksi pada segmen penjualan Film dan OTT & Internet, meskipun penjualan Tiket bioskop mengalami peningkatan.
Laba Bersih Laba bersih yang diatribusikan kepada pemilik entitas induk mencapai (Rp 20,29 miliar), membaik secara signifikan (rugi mengecil) 81,97% YoY dari rugi periode yang sama tahun lalu sebesar (Rp 112,58 miliar). Perbaikan kinerja ini utamanya disebabkan oleh pembalikan pos beban lainnya, yang pada tahun 2024 menjadi beban signifikan kini berbalik menjadi penghasilan.
Earnings per Share (EPS) EPS tercatat sebesar (Rp 2,98), mencerminkan perbaikan signifikan dibandingkan (Rp 18,05) pada Q3 2024, sejalan dengan pemulihan laba bersih.
Rasio Keuangan
Likuiditas
- Current Ratio: 0,84x, menunjukkan kemampuan perusahaan memenuhi kewajiban jangka pendek menggunakan aset lancar masih berada di bawah rasio ideal.
- Quick Ratio: 0,83x, mengindikasikan likuiditas yang ketat dengan mengecualikan persediaan dari aset lancar.
Profitabilitas
- Margin Laba Kotor: 13,35%, menunjukkan efisiensi perusahaan dalam menghasilkan laba dari penjualan.
- Margin Laba Bersih: (13,96%), mencerminkan tingkat profitabilitas yang masih negatif setelah dikurangi seluruh beban operasional dan pajak.
Efisiensi & Pengembalian
- Return on Assets (ROA): (1,61%) (disetahunkan), menilai efektivitas pemanfaatan aset dalam menghasilkan laba bersih.
- Return on Equity (ROE): (2,05%) (disetahunkan), menggambarkan imbal hasil atas modal pemegang saham yang masih negatif.
Solvabilitas
- Debt to Equity Ratio (DER): 0,26x, menunjukkan struktur pendanaan perusahaan yang sangat sehat dan tingkat ketergantungan pada utang yang rendah.
Valuasi Pasar
Price to Earnings Ratio (PER) Berdasarkan harga penutupan saham Rp 270 per 29 Oktober 2025, PER tercatat (67,9x) (disetahunkan), mengindikasikan valuasi yang belum dapat dinilai secara konvensional karena perusahaan masih mencatatkan kerugian.
Price to Book Value (PBV) Dengan nilai buku per saham sebesar Rp 192,28, PBV perusahaan berada di level 1,40x, mencerminkan valuasi pasar 1,4 kali lipat dari nilai buku perusahaan.
Kesimpulan
Kinerja keuangan RAAM selama kuartal III 2025 menunjukkan perbaikan signifikan pada bottom line (laba bersih) meskipun terdapat penurunan pada top line (pendapatan). Efisiensi dan pembalikan beban lainnya menjadi penopang utama pemulihan ini.
Struktur permodalan perusahaan sangat kuat dengan DER yang rendah. Namun, investor perlu memperhatikan posisi likuiditas jangka pendek yang ketat, yang ditunjukkan oleh Current Ratio di bawah 1x, serta upaya perusahaan untuk memulihkan pertumbuhan pendapatan di segmen inti Film dan OTT & Internet.
Disclaimer : Seluruh konten yang disajikan oleh PintarSaham.id, baik berupa artikel, video, caption media sosial, maupun materi edukasi lainnya, bersifat informatif dan edukatif. Konten ini bukan merupakan ajakan untuk membeli atau menjual efek tertentu, dan tidak dapat dianggap sebagai rekomendasi investasi. PintarSaham.id dan seluruh timnya tidak bertanggung jawab atas segala keputusan investasi yang dibuat berdasarkan informasi dari konten ini. Keputusan investasi sepenuhnya menjadi tanggung jawab masing-masing individu.
Penasaran saham mana yang lagi cakep secara fundamental & teknikal? Klik di sini biar nggak ketinggalan cuan!